ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA

Siap Kuliah, Simak Jurusan Favorit di Tahun 2020 Nanti

11 November 2019
Siap Kuliah, Simak Jurusan Favorit di Tahun 2020 Nanti
Jurusan Favorit di Tahun 2020 (Net)

JAKARTA, SCHOLAE.CO - Bagi yang akan segera melepas seragam putih abu-abu, tentu sudah bersiap-siap menentukan pilihan pendidikan berikutnya. Sebeluh menetapkan keputusan, baiknya jurusan yang dituju perlu disesuaikan dengan kebutuhan zaman now dn memang dibutuhkan di lapangan kerja. Misalnya grafik desainer, content writer, UI/UX desainer, dan lainnya.Sebuah lembaga tinggi di Australia, Macquarie University, memetakan program studi dan pekerjaan yang diperkirakan paling dibutuhkan pada tahun 2020. Apa saja ya jurusan favorit paling dibutuhkan di tahun 2020. Yuk disimak sebagai referensi menentukan pilihan.

1. Teknik Informasi

Kampus beken di negeri kangguru itu menyebut,  permintaan untuk intelijen dan analisis kebijakan data telah tumbuh sebesar 21,4%. Namun ternyata, permintaan ini masih jauh dari kebutuhan di berbagai industri. Termasuk industri teknologi, hiburan, keuangan, perbankan, dan sebagainya. Diperkirakan juga permintaan untuk profesional ICT atau Information, Communication and Technology akan meningkat hingga 25,6 persen di tahun 2020. Hal ini membuat kebutuhan ahli Teknik Informasi yang menjadi jawaban dari permintaan ICT serta intelijen dan analisis kebijakan data akan terus menjanjikan di tahun 2020.

2. Ilmu Kesehatan dan Psikologi

Meningkatnya jumlah dan kepadatan populasi dunia secara langsung juga akan meningkatkan jumlah kebutuhan tenaga profesional di bidang kesehatan dan psikologi. Diprediksi 40% lebih tenaga profesional layanan kesehatan fisik dan mental akan dibutuhkan pada 2020. Jumlah penduduk yang semakin berkembang pesat ternyata beriringan dengan munculnya permasalahan kesehatan dan juga mental. Maka dari itu, dibutuhkan tenaga profesional di bidang kesehatan, baik dokter dan tenaga medis lain. Tidak hanya medis, sarjana psikologi juga dibutuhkan untuk mengatasi masalah kesehatan mental yang terus meningkat.

3. Akuntansi, Bisnis dan Matematika

Permintaan untuk profesional akuntansi dan keuangan telah meningkat sebesar 44% dan diperkirakan akan tumbuh sebesar 22% pada tahun 2020. Selain itu, kebutuhan profesional di bidang studi matematika dan statistik juga akan meningkat sebesar 10% di tahun 2020. Dua jurusan ini menjadi kebutuhan dalam sektor bisnis dan keuangan yang berkaitan dengan pengolahan data di era digital yang semakin berkembang.

4. Desain Komunikasi dan Media

Hampir pasti sebagian besar orang dari berbagai umur dan latar belakang bermain media sosial. Perkembangan ini juga mendorong banyak industri menggunakan media sosial untuk meraih goals perusahaan, mulai dari menjual barang, campaign, dan sebagainya. Nah, untuk menyampaikan campaign dengan baik dan dimengerti oleh masyarakat, dibutuhkan orang-orang yang mampu mengkombinasikan antara kemampuan pemasaran dan mengolah informasi sebaik dan sebagus mungkin. Pilihan program studi seperti desain komunikasi visual, seni, jurnalistik, film atau bidang-bidang lain terkait industri kreatif akan menciptakan peluang kerja besar seiring tumbuhnya budaya digital. Diperkirakan peningkatan kebutuhan akan tenaga profesional di bidang kreatif sebanyak 15% di tahun 2020. Kebutuhan ini akan berasal dari bidang periklanan, pemasaran dan juga hiburan.

5. Teknik, Hukum dan Guru

Profesional di bidang teknik masih akan menjadi ujung tombak dalam perkembangan revolusi industri 4.0. Diprediksi kebutuhan insinyur akan meningkat sebanyak 22% di tahun 2020, baik dari jenjang sarjana atau pascasarjana. Kebutuhan pengacara pada tahun 2020 juga akan meningkat 17,6%. Selain teknik, seiring pertumbuhan penduduk masyarakat juga akan terus membutuhkan tenaga profesional yang kompeten dalam hal pendidikan. Apalagi saat ini, guru-guru di Indonesia masih belum tersebar secara merata dan masih banyak anak-anak yang tidak merasakan pendidikan sekolah. Ditambah, ada sekitar lima ribu guru yang pensiun setiap tahunnya. Permintaan akan profesional pendidikan usia dini pun meningkat sebesar 27% dan guru pendidikan sebesar 21%.


Editor: Maria L Martens
KOMENTAR