ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA

Membangun Budi Pekerti dan Keindonesiaan melalui Story Telling

18 November 2019
Membangun Budi Pekerti dan Keindonesiaan melalui Story Telling
Kegiatan Story Telling & Story Telling Competition with Parents & Kids untuk mengisi libur akhir pekan anak anak usia dini di West Mall Grand Indonesia. Kegiatan dipandu Helena Muljanto, Marketing Director Lily & Eddy. (Foto; Istimewa)

JAKARTA, SCHOLAE.CO - Mendongeng dianggap sebagai metode efektif dalam menyampaikan pesan atau nasehat  kepada anak. Cara sederhana ini, dihantarkan melalui kisah-kisah tokoh atau karakter lain yang dianggap menarik bagi anak-anak usia dini.

Metode ini pula yang dipakai Penerbit buku Lily & Eddy, untuk berbicara pada anak-anak lewat cerita. Melalui aktvitas Story Telling & Story Telling Competition untuk Parents & Kids, buku Lily & Eddy dan toko buku Kinokuniya mengadakan kegiatan mendongeng santai di libur akhir pekan bersama-anak anak, di West Mall Grand Indonesia, Minggu (17/11/2019).

Kisah-kisah yang dipaparkan, dibagikan, dan  dikompetisikan di event story telling ini diambil dari cerita-cerita menarik yang dimuat di buku-buku Tale of Didgit Cobbleheart terbitan Lily & Eddy. Anak pun terlihat asyik menyimak dongeng yang dibawakan dalam Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia. Kadang gelak tawa menyeruak diantara kumpulan anak-anak usia 1 sampai 4 tahun yang hadir bersama orangtua mereka.

"Kita menggunakan materi cerita dari Didgit agar anak-anak mengenal akar mereka, leluhur mereka agar tidak jadi kacang lupa kulitnya," ujar Helena Muljanto, Marketing Director Lily & Eddy.

Kepada media yang turut merekam kegiatan edukasi ini, Helena mengatakan bahwa lewat karakter yang dikenalkan untuk anak, pesan-pesan yang termuat dalam buku-buku terbitan Lily & Eddy ini, ini membangujn karakter dan budi pekerti anak, serta tentang warisan Indonesia kepada anak-anak di usia dini.

"Kami sudah mengunjungi ratusan sekolah di Indonesia. Target market kita adalah guru, orangtua dan anak. Kami ingin agar anak anak kita menjadi anak yang tangguh," ungkapnya.

Helena juga menjelaskan, Didgit dalam serial Tale of Didgit Cobbleheart bisa bermakna ruas jari. "Kita mau ajak semua agar sama-sama saling membantu. Kita ingin anak-anak kita agar gunakan tangannya untuk hal hal baik, smart serta budi pekerti baik," ungkapnya.

Helena menambahkan, di bisnis penerbirtan buku, Lily & Eddy berfokus menciptakan materi-materi anak-anak bernuansa edutainment, termasuk untuk melayani kebutuhan klien.

Materi-materi entertainment-education yang kreatif dan menyenangkan ini dipasarkan dengan harga terjangkau untuk anak-anak Indonesia.

Produk-produknya memfokuskan diri pada pentingnya pengajaran akan toleransi perbedaan budaya, nilai-nilai moral yang baik dan kecintaan akan lingkungan hidup.

Di dalam setiap cerita yang dibuat selalu ada nuansa 'berbuat baik itu keren' agar kelak cerita-cerita tersebut bisa membantu terciptanya generasi muda yang tidak hanya pandai namun juga memiliki hati yang mulia, bermartabat dan peduli.

Klien-klien yang selama bekerja sama dengan penerbit ini adalah McDonald's, LIPI, Unesco, Kalbe Farma, serta UNDP.


Editor: Maria L Martens
KOMENTAR