ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA

PTS Makin Melesat, Menyamai Keunggulan PTN

22 November 2019
PTS Makin Melesat, Menyamai Keunggulan PTN
PTS dan PTN (Net)

JAKARTA, SCHOLAE.CO - Perguruan Tinggi Swasta terus meningkatkan kualitasnya di bidang pengembangan pendidikan tinggi, khususnya dalam hal penelitian. Menurut Menteri Riset Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/BRIN) Bambang Brodjonegoro, dalam beberapa tahun belakangan ini, makin banyak PTS naik kelas, jika dilihat dari kinerja penelitian yang dilakukan.

Tercatat dari 47 perguruan tinggi yang masuk dalam kelompok mandiri, 17 di antaranya adalah PTS. Sisanya perguruan tinggi negeri (PTN). “ini patut disyukuri, makin banyak PTS yang naik kelas. Mereka bisa bersaing dengan PTN," kata Bambang Konferensi Pers Hasil Penilaian Kinerja Penelitian Perguruan Tinggi Tahun 2016-2018 di Jakarta.

Pada kesempatan itu, Menristek  mengumumkan hasil penilaian kinerja penelitian perguruan tinggi untuk periode 2016-2018.

Berdasarkan analisis terhadap data yang telah diverifikasi, terdapat 47 perguruan tinggi masuk dalam kelompok Mandiri, 146 perguruan tinggi kelompok Utama, 479 perguruan tinggi kelompok Madya, dan sebanyak 1.305 perguruan tinggi kelompok Binaan. Jumlah kontributor sebanyak 1.977 perguruan tinggi, meningkat dari periode tahun 2013-2015 yang hanya mencapai 1.447 perguruan tinggi.

Bambang juga mengungkapkan, ada 10 besar perguruan tinggi dengan kinerja tertinggi. Peringkat pertama Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, disusul Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Universitas Andalas Padang.

Peringkat berikutnya, Institut Teknologi Bandung, Universitas Airlangga, Universitas Padjadjaran, Universitas Hasanuddin, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, dan Universitas Udayana. Sedangkan Universitas Indonesia (UI) merosot ke posisi 12. Di atasnya, peringkat 11, Universitas Brawijaya.

Selain itu, Menteri Bambang mengungkapkan, terdapat 21 perguruan tinggi yang berhasil meningkatkan klaster penelitiannya sehingga masuk pada Klaster Mandiri pada periode penilaian tahun 2016-2018, di antaranya Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Universitas Haluoleo, Universitas Jenderal Soedirman, Universitas Sriwijaya, Universitas Negeri Malang, Universitas Sumatera Utara, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Syiah Kuala, Universitas Sam Ratulangi, Universitas Negeri Padang, Universitas Telkom, Universitas Bina Nusantara, Universitas Tanjungpura, Universitas Kristen Petra, Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Universitas Pancasila, Universitas Gunadarma, Universitas Katolik Parahyangan, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Universitas Tarumanagara, dan Universitas Negeri Medan.

Menteri Bambang menyampaikan, jangan sampai perguruan tinggi hanya fokus pada pengajaran sehingga mengabaikan penelitian dan pemberdayaan masyarakat.

Dia berharap PTN dan PTS bisa bekerja sama dalam penelitian dan pemberdayaan masyarakat, sehingga kualitas penelitian dapat menunjang ranking perguruan tinggi itu sendiri.

Bambang Brodjonegoro mengungkapkan klaster perguruan tinggi turut berpengaruh terhadap jumlah anggaran penelitian yang dapat dikelola.

Anggaran maksimal yang dapat dikelola oleh perguruan tinggi klaster mandiri adalah Rp 30 miliar per tahun, perguruan tinggi klaster utama sebesar Rp 15 miliar per tahun, perguruan tinggi klaster madya sebesar Rp 7,5 miliar per tahun.

“Sedangkan perguruan tinggi klaster binaan dapat mengelola dana penelitian sebesar Rp 2 miliar per tahun," jelas Bambang. Dia juga mengajak staf pengajar dan peneliti di perguruan tinggi seluruh Indonesia untuk meningkatkan dan memberikan karya terbaik, dengan kearifan lokal daerah masing-masing.


Editor: Maria L Martens
KOMENTAR