ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA

Komunitas Guru Belajar dan Kampus Guru Cikal Tanggapi Kebijakan Mendikbud

12 Desember 2019
Komunitas Guru Belajar dan Kampus Guru Cikal Tanggapi Kebijakan Mendikbud
Mendikbud bersama Komunitas Guru belajar & Kampus guru Cikal. (Net)

JAKARTA, SCHOLAE.CO - Merdeka Belajar secara resmi menjadi arah kebijakan pendidikan nasional. Penegasan ini menjadi gerakan Komunitas Guru belajar dan Kampus guru Cikal dengan gaungnya #merdekabelajar. Kini kebijakan yang sama yang telah ditetapkan Mendikbud Nadiem Makarim dan disambut positif Komunitas Guru belajar dan Kampus guru Cikal.

Sebelumnya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah menetapkan empat Pokok Kebijakan Pendidikan yang sejalan dengan visi, misi dan prinsip perjuangan komunitas kita. Kebijakan tersebut meliputi Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN), Ujian Nasional (UN), Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) serta Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Zonasi.

Lewat keterangan tertulis yang diterima scholae.co,  Komunitas Guru Belajar Kampus Guru Cikal mengungkapkan beberapa hal terkait pelaksanaan kebijakan tersebut.

Pertama, asesmen #merdekabelajar menjawab keresahan para kawan-kawan guru selama ini. Bahwa proses belajar dan penilaian mestinya dilakukan guru, bukan yang lain. Guru yang mengampu proses belajar di kelas, tapi pihak lain yang menyiapkan penilaian akhir. Selain itu, kebijakan asesmen merdeka belajar pengganti USBN membuka ruang bagi variasi model asesmen. Ujian bukan lagi tentang soal jawab tapi juga menghasilkan karya.

Kedua, tentang Ujian Nasional (UN). Jika selama ini diperuntukkan pada murid jenjang tinggi, maka tahun berikutnya tidak lagi. Ujian Nasional berubah menjadi Asesmen Kompetensi Minimun dan Survey Karakter yang berlangsung di tengah jenjang sekolah Hasilnya, tidak lagi menjadi penentu apakah siswa layak ke jenjang berikutnya atau tidak. Tapi memberi kesempatan pada sekolah untuk memperbaiki diri, mengevaluasi mutu pengajaran dan melakukan refleksi praktik belajar di kelas.

Ketiga, terkait Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. Model RPP akan lebih beragam, lebih bervariasi. Fokus pada tiga hal saja: tujuan, proses dan penilaian. Menjawab keresahan kita bahwa kelas adalah milik guru dan murid. Tentu saja, ini menjawab kebutuhan kita untuk mendapat kemerdekaan menentukan proses yang berlangsung di dalam kelas. Harapannya adalah suasana kelas yang kontekstual dan adaptif dengan situasi sekolah.

Keempat adalah kebijakan PPDB yang lebih fleksibel untuk mengakomodasi ketimpangan akses dan kualitas di berbagai daerah.

Menyikapi kebijakan tersebut, maka Komunitas Guru Belajar dan Kampus Guru Cikal sebagai organisasi merdeka belajar mengeluarkan dua arahan, yaitu mengajak seluruh penggerak Komunitas Guru belajar di seluruh nusantara untuk menunjukkan dukungan terhadap arah kebijakan #merdekabelajar melalui postingan yel-yel guru dan atau murid di media sosial. Serta melakukan Temu Pendidik khusus tentang konsekuensi dan kesiapan guru menghadapi arah kebijakan pendidikan yang #merdekabelajar.


Editor: Maria L Martens
KOMENTAR