ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA

Metode Belajar Online dengan Konten Menarik

03 April 2020
Metode Belajar Online dengan Konten Menarik
Rumah Bermain Cikal (Ist)

JAKARTA, SCHOLAE.CO - Selama menghadapi pandemi Covid-19, sistem belajar online mulai diberlakukan. Proses belajar daring ini tentunya diharapkan dapat menjauhkan anak dari kemungkinan terpapar virus Corona. Proses belajar daring ini tak hanya diterapkan oleh sekolah dasar, atau pun sekolah menengah saja, melainkan juga bagi sekolah khusus anak usia dini atau prasekolah.

Rumah Main Cikal, menjadi salah satu lembaga pendidikan yang menerapkan metode ini.  Sekolah yang terletak di Jakarta, Tangerang, Bandung dan Surabaya ini, mendesain khusus metode ini untuk anak-anak usia 10 bulan hingga 4 tahun ini tetap menjalankan proses belajarnya secara online melalui platform Sekolah.mu.

Pembuatan Konten Online Menarik

Dalam proses pelaksanaannya, guru-guru di Rumah Main Cikal setiap harinya terlebih dahulu melakukan diskusi pengembangan konten pembelajaran menarik bersama dengan tim akademik dan guru-guru Rumah Main Cikal. Diskusi tersebut mencakup membentuk unit pembelajaran, menentukan learning objective hingga rangkaian kegiatan apa yang akan dilakukan oleh anak-anak di rumah bersama orang tua mereka.

“Kami memulai dengan merencanakan konten sesuai unit pembelajaran. Kemudian, menemukan learning objective yang sesuai, merangkai kegiatan, hingga membuat konten online yang menarik.” tukas Gesta Maulida Pattiasina, atau Tante Gesta yang merupakan pengajar di Rumah Main Cikal Cilandak Jakarta.

Pengembangan konten online learning pembelajaran anak di Rumah Main Cikal, salah satunya berupa video-video yang dibuat oleh Om dan Tante (sebutan khas guru-guru Rumah Main Cikal) dan diunggah melalui website Sekolah.mu (www.sekolah.mu) dengan tema-tema yang menarik, seperti mengenalkan makanan sehat, bermain musik, dan lain sebagainya.

“Untuk kelas Adik-Adik (usia 10 bulan hingga 1 tahun), guru membuat video sesuai dengan kegiatan rutin saat di sekolah. Diawali dengan video kegiatan Salam-Salam dan Berdoa, kemudian video kegiatan Gerak dan Lagu, setelah itu kegiatan Kumpul-Kumpul yang menjadi inti dari pembelajaran secara keseluruhan, terakhir video kegiatan penutup yaitu berdoa selesai  belajar.” ujar Rendra Purnama atau Om Rendra, pengajar kelas Adik-adik di Rumah Main Cikal Cilandak.

Bermain Aktif, Belajar Kreatif

Meskipun belajar secara daring, guru-guru di Rumah Main Cikal tetap mendorong murid-murid bermain secara aktif bersama orang tua, dan belajar menjadi individu yang kreatif. Hal itu terlihat dengan pembuatan program belajar yang menarik di setiap harinya, seperti belajar berhitung dengan engklek, bermain playdough, melakukan conference call, membuat boneka tangan dengan kaos kaki yang sudah tak terpakai, dan lain sebagainya.

Gilang Puspasari, salah satu pengajar kelas Kakak-Kakak (usia 2-3 tahun) di Rumah Main Cikal Serpong, menceritakan pengembangan program belajar bersama orang tua di rumah dengan membuat boneka tangan.

“Dalam proses belajar daring di kelas Kakak-Kakak untuk program aku sebagai warga dunia. anak-anak diberikan kegiatan berupa bermain boneka tangan menggunakan kaos kaki bekas bersama orang tua. Saat berkegiatan orang tua dapat merekam atau mengambil gambar lalu dimasukan ke dalam komentar pada platform belajar yang digunakan.” jelasnya.

Selain membuat boneka tangan, ada juga kegiatan belajar menggunakan fasilitas restoran di rumah. “Kami meminta murid melakukan role play di rumah tentang tata cara menggunakan fasilitas restoran bersama orang tua.” tambah Gesta. Setiap kegiatan tentunya mendorong anak-anak untuk tetap aktif meski di rumah dan tetap mengembangkan kompetensinya yakni menjadi kreatif.

Orang tua Turut Belajar bersama Anak
Proses belajar Rumah Main Cikal secara daring turut mendorong antusiasme orang tua untuk mendampingi anak-anaknya dan juga belajar bersama. Kegiatan bekerja dari rumah juga menjadi salah satu alasan keikutsertaan orang tua untuk turut belajar bersama anak-anak.

Rendra Purnama memaparkan bahwa orang tua turut berpartisipasi aktif dalam proses belajar online anak-anak mereka, bahkan mengapresiasi pembuatan konten belajar yang kreatif dari guru-guru di Rumah Main Cikal.

“Sejauh ini, beberapa orangtua yang menyampaikan langsung antusiasmenya dengan mengirimkan video saat anak-anak mereka berpartisipasi dalam mengikuti kegiatan belajar online Rumah Main Cikal melalui Sekolahmu. Orangtua menanggapinya dengan positif, bahkan tidak segan untuk memuji guru yang sangat berperan dalam perkembangan anak-anak mereka.” ucapnya.

Proses belajar bagi anak usia dini secara online di rumah saat Covid-19 ini menjadi sebuah langkah yang tepat untuk pengembangan proses belajar digital di tingkat pra-sekolah.
“Dalam kondisi seperti ini, pembelajaran online bagi anak usia dini saya rasa tepat sekali.” ujar Realine Tiurma atau Tante Realine, pengajar di Rumah Main Cikal Cilandak.

Sebagai Komunitas Pelajar Sepanjang Hayat, Cikal selalu berupaya untuk tetap mempertahankan hak murid sebagai subyek pendidikan agar tetap belajar dalam kondisi apapun. Melalui dukungan teknologi, proses belajar di Rumah Main Cikal atau pun Sekolah Cikal tetap berupaya menyediakan program belajar bagi murid dengan konten yang berkualitas.

“Semoga permulaan ini jadi langkah yang baik untuk pembelajaran berbasis digital untuk pra- sekolah.” tutup Gilang Puspasari atau yang lebih dikenal dengan Tante Lala, pengajar di Rumah Main Cikal Serpong. (sfa)


Editor: Maria L. Martens
KOMENTAR