ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA

Inggris Pelopor Revolusi Industri

17 Mei 2020
Inggris Pelopor Revolusi Industri
Flini Alfatihah

Revolusi industri tidak terjadi secara tiba-tiba dan kebetulan, melainkan melalui suatu proses yang cukup panjang yang akhirnya mengantarkan pada terjadinya revolusi industri. Awal terjadinya revolusi industri ini adalah di Inggris. Mengapa di Inggris? Untuk menjawab hal  tersebut mari kita perhatikan dengan seksama uraian berikut  ini. Inggris memiliki kondisi-kondisi yang memungkinkan untuk terjadinya revolusi Industri. Kondisi-kondisi tersebut diantaranya sebagai berikut.

Revolusi agraria yang telah dijalankan sejak abad ke-16

Revolusi agraria merupakan suatu pondasi yang sangat penting dibangun dalam menunjang berlangsungnya revolusi industri. Hal ini sudah dijalankan oleh Inggris sejak abad ke-16.  Sebab pada saat itu telah dilakukan perubahan yang cepat dalam sistem penataan tanah pertanian.Dikembangkan system pemagaran tanah  (enclosured), yaitu berupa penertiban kepemilikan tanah-tanah pertanian di bawah penguasaan pemilik tanah yang berasal dari golongan aristokrasi (bangsawan).  Hal ini kemudian diikuti dengan pengembangan metode baru dalam sistem pertanianyang mengarah pada intensifikasi.
Teknologi dalam pertanian dikembangkan dengan caramemperbaiki sistem irigasi dan peningkatan mutu hasil pertanian melalui proses pemupukan.  Dengan demikian, hasil produksi semakin meningkat, baik secara kualitas maupun kuantitas.

Revolusi agraria ini pada akhirnya mendorong munculnya pengusahapengusaha di bidang pertanian. Tanah-tanah yang  dimiliki oleh golongan aristocrat umumnya diolah dengan cara disewakan.  Para petani penyewa tanah ini memiliki sifat pekerja keras dan inovator di bidang teknologi pertanian, sehingga mampu mengembangkan pertanian lebih baik lagi melalui proses intensifikasi.

Pada perkembangan berikutnya, golongan petani ini berubah statusnya menjadi pengusaha pertanian yang mampu membuka kesempatan kerja bagi golongan petani lainnya yang umumnya tidak lagi memiliki tanah garapan.  Pengusaha pertanian inilah yang akhirnya menjadi pelopor sistem ekonomi pasar yang memiliki orientasi untuk mendapatkan keuntungan dengan cara meningkatkan produksi dengan menggunakan  tenaga  kerja  buruh  tani.

Perkembangan ilmu pengetahuan dan inovasi teknologi

Sejak abad ke-16, di Eropa telah terjadi revolusi keilmuan yang muncul sebagai pengaruh dari terjadinya  abad  pencerahan (aufklarung).  Pada  masa  ini muncul para pemikir dan ilmuwan yang  telah melahirkan pemikiran dan temuan-temuan baru yang sangat berguna bagi peningkatan kehidupanmanusia.  
Hasil pemikiran para  ilmuwan  tersebut  telah  membuka  cakrawala baru  untuk  berpikir  secara kritis dan ilmiah yang sebelumnya dibatasi oleh dogma-dogma yang sebelumnya bersifat mistis danmenyesatkan. Para ilmuwan tersebut di antaranya Galileo Galilei, Francis Bacon, Rene Descartes, Nicolai Copernicus, Johannes Keppler, Sir Isaac 0ewton, dan sebagainya.

Pencerahan dalam bidang ilmu pengetahuan tersebut mendorong lahirnya para pemikir-pemikir baru yang berusaha mengembangkan teknologi untukmeningkatkan kualitas hidup manusia. Di Inggris kondisi ini sangat memungkinkan dengan terbentuknya lembaga riset seperti The Royal for Improving Natural Knowledge serta The Royal Society of  England. Lembaga riset ini merupakan wadah bagi para ilmuwan dan peneliti untuk dapat menghasilkan penemuan-penemuan baru yang akan digunakan untuk meningkatkan taraf hidup manusia.

Melalui lembaga riset tersebut, pada akhirnya di Inggris dapat dihasilkan alat-alat teknologi baru  yang  menunjang  perindustrian.  Mesin pintal  yang ditemukan  oleh  James  Hargreaves   pada tahun 1795 serta model mesin pintal lain yang ditemukan oleh Richard Arkwright pada tahun 1769 mampu meningkatkan produksi tekstil lebih banyak bila dibandingkan dengan penggunaan teknologi secara manual. Apalagi setelah teknologi mesin pintal tersebut semakin mendapat penyempurnaan oleh Edmund Cartwright (1785) dan Samuel  Crompton (1790) menjadikan mesin pintal yang sepenuhnya digerakkan oleh tenaga mesin itu dapat menghasilkan produk tekstil lebih banyak lagi.

Penemuan paling revolusioner pada saat itu adalah mesin uap yang dikembangkan  oleh  James  Watt pada tahun 1796.   Penemuan mesin uap ini pada akhirnya mendorong  peningkatan hasil industri lebih banyak  lagi  dan mendorong pengembangan temuan-temuan lainnya untuk menunjang industri. Hasil penemuan Watt ini kemudian digunakan oleh sebagian besar industri baru di bidang tekstil, pengolahan gula serta pengolahan gandum.
Revolusi industri di Inggris mengalami percepatan pada awal abad ke-19 setelah ditemukannya teknologi  baru  dalam  bidang  transportasi  darat.  Penemuan tersebut berupa lokomotif  yang  dihasilkan oleh seorang penemu yang bernama George  Stephenson pada tahun 1825.  Segera penemuan ini diwujudkan dengan membangun jaringan kereta api pertama yang menghubungkan antara Kota Liverpool dan Manchester pada tahun 1830.  Penemuan ini sangat berarti bagi peningkatan industri Inggris,  terutama percepatan pendistribusian barang-barang hasil industri.

Sebelum ditemukannya lokomotif, terdapat kesulitan dalam memasarkan hasil industri karena tidak tersedianya angkutan yang cukup memadai, sehingga proses pendistribusian menjadi lambat. Dengan ditemukannya lokomotif, kemudian dapat dibangun jaringan transportasi darat berupa jalur kereta api, sehingga lebih mempercepat proses pemasaran hasil industri.

Adapun yang menarik adalah bahwa terdapat suatu kerja sama yang cukup baik antara para pengusaha dan para penemu (inovator), sehingga memperlancar dan mempercepat proses revolusi industri. Hasil-hasil penemuan diman)aatkan olehpara pengusaha untuk membangun industri dengan menggunakan mesin-mesin hasil penemuantersebut sebagai alat produksi yang sangat penting dalam sistem industri tersebut. Bahkan ada beberapa dari penemu tersebut yang kemudian berkembang menjadi pengusaha di mana setelah dia berhasil menciptakan suatu mesin maka kemudian dia mendirikan suatu industri denganmemanfaatkan mesin hasil temuannya tersebut. Golongan pengusaha inilah yang padaperkembangan berikutnya berkembang menjadi kaum kapitalis.

Struktur masyarakat terbuka yang berorientasi pada perdagangan

Struktur masyarakat Inggris pada saat itu menciptakan suatu kondisi yang mendukung bagi berlangsungnya revolusi industri. Golongan aristrokrasi memiliki pandangan yang lebih maju danterbuka, sehingga memungkinkan mereka lebih berorientasi pada perdagangan. Sementara itu, komposisi masyarakat golongan menengah di Inggris lebih banyak bila dibandingkan dengan negara Eropa lainnya. Hal ini menciptakan suatu kondisi masyarakat yang lebih terbuka dan siap dalam menerima perubahan-perubahan.

Stabilitas politik yang mantap

Dibandingkan dengan negara-negara Eropa lainnya, Inggris memiliki kestabilan politik yang lebih mantap. Di negara-negara Eropa lainnya pada waktu yang sama terjadi pergolakan politik dengan terjadinya revolusi yang menumbangkan kekuasaan pemerintah lama. Kondisi demikian, tidak terjadidi Inggris. Pemerintahan monarki mampu menyesuaikan diri dengan tuntutan-tuntutan perubahan masyarakat dengan cara membangun suatu pemerintahan monarki parlementer. Hal ini dapat membendung gejolak perubahan dalam masyarakat, sehingga Inggris mampu untuk menciptakan kondisi politik dalam negeri yang cukup stabil. Kondisi inilah yang akan sangat menunjang bagi berlangsungnya  revolusi  industri.

Kekayaan sumber alam yang dimiliki oleh Inggris

Inggris memiliki sumber daya alam yang sangat dibutuhkan oleh proses industri. Bahan tambang seperti batu bara serta bijih besi sangat diperlukan dalam proses industri pada saat itu. Bahan-bahan tambang tersebut dimiliki oleh Inggris. Dengan demikian, dapat memudahkan berlangsungnyarevolusi industri.

Berkembangnya paham ekonomi liberal

Berkembangnya paham liberal sejak abad pencerahan memberikan dampak bagi berkembangnya paham ekonomi liberal.  Salah seorang pengembang paham ini  adalah  Adam  Smith  (1723 -1790)   yang   mengembangkan pemikiran tentang perlunya dibangun konsep laissez-faire di dalam sistem perekonomian. Konsep ini menginginkan tidak adanya campur tangan yang besar dari pemerintah, ekonomi dengan sendirinya akan dibangun oleh pasar bebas. Paham ini mendorong bagi lahirnya para pengusaha-pengusaha yang menginginkan adanya kebebasan di bidang ekonomi.

Luasnya tanah jajahan yang dimiliki Inggris

Kondisi pendukung bagi kelancaran industrialisasi adalah tersedianya bahan baku industri serta tersedianya daerah yang akan menampung atau menggunakan hasil-hasil industri tersebut. Faktor-faktor ini dimiliki oleh Inggris karena Inggris memiliki banyak tanah jajahan. Tanah jajahan tersebut dijadikan oleh Inggris  sebagai daerah yang akan menyediakan bahan baku industri dan juga  dijadikan daerah pemasaran hasil industri. Selain itu, Inggris juga memiliki koloni-koloni di benua Amerika dan Australia. Koloni-koloni tersebut masih berhubungan erat dengan Inggris, termasuk dalam hal perdagangan.

Selama ini Inggris telah melakukan kegiatan ekspor-impor yang cukup besar dengankoloni-koloninya tersebut. Para koloni masih banyak yang menggantungkan pada barang-baranghasil industri Inggris. Kondisi ini menjadi pemicu dan pendukung bagi berlangsungnya revolusi industri. Untuk memenuhi permintaan para koloni maka Inggris perlu menghasilkan barang lebih cepat dan lebih banyak. Dengan demikian, revolusi industri dapat memenuhi kebutuhan tersebut. oleh karena itu, Inggris dapat menjalankan revolusi industri dengan dukungan tersedianya bahan baku industri serta daerah pemasaran yang diberikan oleh tanah jajahan serta koloni-koloni yang dimiliki oleh Inggris.


Editor: Flini Alfatihah
KOMENTAR