ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA

Rabita Madina Terpilih Sebagai Mahasiswa Berprestasi Nasional 2020

18 September 2020
Rabita Madina Terpilih Sebagai Mahasiswa Berprestasi Nasional 2020
Rabita Madina, Mahasiswa Berprestasi Nasional 2020 (Net)

JAKARTA, SCHOLAE.CO - Di tengah pandemi COVID-19, gelaran pencaharian mahasiswa berprestasi tetap dilakukan. Pasalnya, kegiatan semacam ini, selain menjaring mahasiswa unggulan, juga sebagai motivasi bagi para mahasiswa untuk mengembangkan kemampuannya di bidang akademis.

Meski di tengah badai corona, para mahasiswa pun tetap antuasias mengikuti even tingkat nasional ini. Lebih dari 400 peserta, adu bakat dan intelektual demi mendapatkan gelar sebagai mahasiswa unggulan di tahun ini.

Setelah melalui proses seleksi yang ketat, terpilih nama Rabita Madina, mahasiswa International Undergraduate Program (IUP)  Fakultas Hukum UGM, yang berhasil menyabet gelar juara 1 kategori sarjana Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) Nasional 2020.

Rabita sukses menjadi mahasiswa berprestasi terbaik nasional usai menyisihkan 443 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.  "Sejujurnya, saat diumumkan sebagai pemenang sangat diluar ekspektasi dan bersyukur sekali sudah memiliki support system yang luar biasa baik dari pihak kampus dan juga teman serta keluarga," ungkapnya.

Mahasiswa angkatan 2017 ini menjelaskan dalam Pilmapres kali ini dia harus melalui serangkaian seleksi di fakultas lalu di tingkat universitas. Setelah terpilih sebagai wakil fakultas pada program sarjana ia pun melaju di Pilmapres Nasional dan melewati serangkaian tahapan seleksi yang ketat. Seleksi tahap pertama berupa portofolio yang diikuti 444 mahasiswa. Selanjutnya 174 terbaik melaju dalam seleksi tes wawasan kebangsaan dan bahasa Inggris. Kemudian 21 terbaik berkompetisi di final untuk mempresentasikan gagasan kreatif, profil diri, pidato bahasa inggris, serta diskusi panel.

Dalam kompetisi bertema Implementasi Sustainable Development Goals tersebut Rabita mengajukan gagasan kreatif berjudul Perlindungan Kontraktor Independen Dalam Gig Economy Melalui RUU Cipta Kerja. Gagasan yang diusung fokus terhadap perlindungan hukum bagi para pekerja yang memiliki status kontraktor independen. Contohnya, pengemudi ojek online yang bekerja untuk perusahaan seperti gojek/grab, para dokter yang membuka praktek online di aplikasi HaloDoc, dan tenaga pendidikan yang membuka tutor di Ruangguru dan lainnya.

Dia menjelaskan saat ini status kontraktor independen belum diatur di bawah hukum sehingga hak-hak mereka belum sepenuhnya terpenuhi. Pengadilan hubungan industrial juga banyak menghadapi kasus tentang status kontraktor independen.  "Apabila status tersebut dapat diatur di bawah hukum, pastinya para kontraktor independen akan lebih terlindungi," gadis asal Bandung ini.

Rabita menyampaikan keberhasilan yang diraihnya tak lepas dari persiapan yang panjang sekitar 6 bulan. Selain itu, juga berusaha menampilkan yang terbaik dan selalu percaya akan usaha yang dilakukan. Capaian itu tak lepas  dari dukungan dan bimbingan dosen pembina serta fakultas dan universitas  yang memfasilitasi persiapan mengikuti Pilmapres Nasional 2020.

Sebelum dinobatkan sebagai mahasiswa berprestasi nasional 2020, Rabita kerap menyabet sejumlah penghargaan. Beberapa diantaranya adalah Best Defense Counsel, Best Defense Team, dan Best Non Native English Team at International Criminal Court Moot Court Competition 2019 di Den Haag Belanda, Best Head of Government at ASEAN Foundation ASEAN Model Meeting 2020 di Hanoi Vietnam, First Winner Speech Contest at ALSA English Challenge FH UNPAD 2019, Best Defense Counsel, Best Defense Team, dan Best Non Native English Team at International Criminal Court Moot Court Competition 2019 di Den Haag Belanda, dan First Winnet Speech Contest at BINUS E-Comp 2018.


Editor: Maria L. Martens
KOMENTAR