Selasa, 27 Januari 2026

Anak Muda Sukabumi Bikin Inovasi Pengelolaan Sampah Digital dari Sekolah


 Anak Muda Sukabumi Bikin Inovasi Pengelolaan Sampah Digital dari Sekolah Kelompok Duta Lingkungan di SMAN 2 Sukabumi saat mempraktikkan proses pemilahan sampah (Photo: Feri Latief for British Council)

SUKABUMI, SCHOLAE.CO - Kota Sukabumi, Jawa Barat, tengah menghadapi krisis pengelolaan sampah yang kian mengkhawatirkan. Data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat tahun 2024 mencatat, volume sampah harian mencapai 184,41 ton, dengan komposisi 60% organik dan 40% anorganik. Sayangnya, keberadaan TPA Cikundul sebagai satu-satunya tempat pembuangan akhir sudah tidak mampu menampung lonjakan tersebut, dan diprediksi akan kelebihan kapasitas dalam lima tahun ke depan.

Di tengah tantangan itu, SMAN 2 Sukabumi mengambil langkah awal melalui edukasi pengelolaan sampah. Sekolah ini menggalakkan pemilahan sampah sejak dini, melibatkan langsung para siswa agar terbiasa memilah dan mendaur ulang sampah mereka sendiri. Namun, upaya ini masih menghadapi kendala dalam hal keberlanjutan dan efektivitas di lapangan.

"Pemilahan sudah mulai diterapkan, tapi hasilnya belum maksimal. Masih perlu pendekatan baru yang lebih menarik dan berkelanjutan," jelas Rachmat Mulyana, Kepala SMAN 2 Sukabumi.

Melihat kebutuhan akan solusi yang lebih praktis dan berdampak luas, hadir inisiatif dari komunitas Saling.id (Sahabat Lingkungan), yang digerakkan oleh Ruswanto. Mereka menggagas program Your Waste Solution, sebuah sistem pengelolaan sampah berbasis teknologi yang menggunakan Reverse Vending Machine (RVM)—sebuah mesin daur ulang digital yang memberi insentif langsung bagi penggunanya.

“Pemilahan saja tidak cukup. Plastik tetap menumpuk di TPA. RVM menjadi jawaban agar masyarakat bisa mendaur ulang dengan semangat dan sistematis,” ujar Ruswanto saat ditemui di workshop-nya.

Mesin RVM pertama akan dipasang di lingkungan SMAN 2 Sukabumi. Cara kerjanya terbalik dari mesin penjual otomatis: alih-alih memasukkan uang untuk mendapat barang, pengguna memasukkan sampah plastik dan akan menerima uang digital sebagai insentif. Sistem ini dirancang untuk memotivasi pelajar dan guru agar rutin mendaur ulang plastik secara konsisten.

Sampah yang dikumpulkan melalui mesin ini kemudian dicacah dan diproses menjadi produk baru, seperti hiasan interior dan barang kreatif lainnya. Proses ini menjadi bagian dari ekonomi sirkular, yang tidak hanya mengurangi limbah tetapi juga membuka peluang wirausaha bagi warga sekitar.

Inisiatif Your Waste Solution merupakan satu dari tiga proyek iklim dalam program Climate Skills Program, kolaborasi antara HSBC dan British Council. Program ini melibatkan generasi muda dan komunitas lokal di Jawa Barat, dengan proyek serupa juga berjalan di Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Cianjur, masing-masing menghadirkan solusi lokal atas persoalan lingkungan di daerah mereka.

Menurut Summer Xia, Country Director British Council untuk Indonesia dan Asia Tenggara, langkah konkret seperti ini perlu diperluas. “Krisis iklim tak bisa diselesaikan hanya dengan kesadaran. Diperlukan tindakan nyata, keberanian, dan inovasi. Inilah kekuatan generasi muda saat ini,” ungkapnya.

Lewat gerakan dari sekolah dan komunitas ini, Sukabumi bukan hanya berupaya mengurangi timbunan sampah, tetapi juga sedang menanam benih budaya baru yang peduli lingkungan, berbasis teknologi, edukasi, dan kolaborasi lintas generasi.

Editor : Farida Denura

Berita Scholae Terbaru