Loading
SMP Labschool Kebayoran menggelar Nippon Challenge Program (NCP) 2025. (Foto: Dok. SMP Labshool Kebayoran) SMP Labschool Kebayoran menggelar Nippon Challenge Program (NCP) 2025. (Foto: Dok. SMP Labshool Kebayoran)
JAKARTA, SCHOLAE.CO – Komitmen SMP Labschool Kebayoran dalam membentuk generasi muda berwawasan global terus dibuktikan melalui pelaksanaan Nippon Challenge Program (NCP) 2025. Program unggulan ini melibatkan 30 siswa terpilih yang mendapatkan pengalaman belajar langsung lintas budaya di Jepang.
Kepala SMP Labschool Kebayoran, Yulinda Asnita, menjelaskan bahwa NCP 2025 dirancang untuk memperluas wawasan siswa melalui pembelajaran kontekstual dan kolaboratif bersama pelajar internasional. “Selama program berlangsung, para siswa terlibat aktif dalam berbagai aktivitas bersama pelajar dari sekolah-sekolah terbaik di berbagai negara,” ujarnya.
Program ini tidak hanya memperkuat pemahaman akademik, tetapi juga menanamkan nilai karakter dan kemampuan beradaptasi di tengah keberagaman budaya. Para peserta memiliki kesempatan untuk menjalani homestay bersama keluarga lokal di Jepang, yang memungkinkan mereka mengenal budaya Jepang secara langsung—mulai dari berkebun, mencicipi kuliner tradisional, hingga belajar menulis huruf kanji.
“Melalui pengalaman ini, siswa tidak hanya mengasah kemampuan komunikasi, tetapi juga belajar bekerja sama dalam lingkungan multikultural. Ini adalah bekal penting untuk menghadapi tantangan dunia global,” tambah Yulinda.
Sebagai bagian dari penguatan kerja sama internasional, SMP Labschool Kebayoran juga menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan Chiba Municipal Inage International Secondary School, Jepang. Penandatanganan dilakukan pada Jumat (4/7/2025) oleh Yulinda Asnita dan Kepala Sekolah Inage, Ono Daisuke (Kocho Sensei).
Kerja sama ini diharapkan membuka jalan bagi program pertukaran pelajar dan kolaborasi pendidikan yang lebih luas antara Indonesia dan Jepang.
Tak hanya belajar budaya Jepang secara langsung, para peserta NCP 2025 juga mendapat kesempatan berharga untuk mengunjungi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Tokyo. Di sana, mereka berdialog langsung dengan Atase Pendidikan dan Kebudayaan Amzul Rifin serta Kuasa Usaha Ad Interim KBRI Tokyo, Maria Renata Hutagalung.
Dalam pertemuan tersebut, siswa memperoleh wawasan tentang sistem pendidikan Jepang, hubungan bilateral Indonesia–Jepang, serta pentingnya peran pemuda dalam mendorong perubahan positif di masa depan.
Melalui Nippon Challenge Program, SMP Labschool Kebayoran menunjukkan bahwa pendidikan abad ke-21 bukan hanya soal nilai akademik, tetapi juga kemampuan menjadi warga dunia yang cerdas, adaptif, dan berintegritas dikutip dari Antara.