Selasa, 27 Januari 2026

ASEAN Foundation dan Google.org Luncurkan AI Class ASEAN, Latih 5,5 Juta Pelajar Tingkatkan Literasi AI


 ASEAN Foundation dan Google.org Luncurkan AI Class ASEAN, Latih 5,5 Juta Pelajar Tingkatkan Literasi AI ASEAN Foundation meluncurkan AI Class ASEAN dengan dukungan Google.org untuk membekali 5,5 juta pelajar di Asia Tenggara dengan keterampilan AI inklusif dan bertanggung jawab. (Foto: Istimewa)

KUALA LUMPUR, SCHOLAE.CO – ASEAN Foundation resmi memperkenalkan AI Class ASEAN, sebuah platform pembelajaran daring untuk mengembangkan keterampilan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) bagi jutaan pelajar di Asia Tenggara. Program ini didukung penuh oleh Google.org melalui hibah senilai US$ 5 juta, dan menjadi bagian penting dari inisiatif AI Ready ASEAN yang berlangsung selama 2,5 tahun.

AI Class ASEAN hadir untuk menjawab tantangan zaman, di mana AI semakin membentuk arah ekonomi dan pendidikan global. Program ini menargetkan peningkatan literasi AI bagi lebih dari 5,5 juta pembelajar, termasuk siswa, pendidik, dan orang tua. Semua materi dapat diakses gratis, mencakup 70 modul pelatihan yang disesuaikan dengan konteks lokal di tiap negara ASEAN.

Tak hanya itu, platform ini dilengkapi chatbot berbasis AI, forum diskusi, dan fitur terjemahan langsung, sehingga memudahkan kolaborasi lintas bahasa di seluruh kawasan. Dengan pendekatan inklusif dan bertanggung jawab, AI Class ASEAN diharapkan menjadi jembatan bagi generasi muda untuk memanfaatkan teknologi secara kritis dan kreatif.

“AI Class ASEAN menghadirkan kesempatan, inklusi, dan kemajuan bersama yang akan mentransformasi kawasan menjadi lebih tangguh dan terkoneksi,” ujar Dr. Piti Srisangnam, Direktur Eksekutif ASEAN Foundation.

Dukungan Google.org untuk Pendidikan AI yang Merata

Google.org memandang AI bukan sekadar teknologi, tetapi juga motor penggerak kemajuan inklusif. Menurut Marija Ralic, Kepala Google.org Asia Pasifik, kolaborasi ini penting agar pengetahuan dasar AI dapat menjangkau komunitas yang selama ini kurang terlayani, termasuk di wilayah terpencil.

Sejak awal inisiatif AI Ready ASEAN, program ini telah menjangkau lebih dari 400.000 peserta melalui kampanye Hour of Code. Jaringan mitra pelaksana lokal (Local Implementing Partners/LIP) di setiap negara berperan penting membangun koneksi dengan sekolah, universitas, lembaga pemerintah, hingga organisasi masyarakat.

Peran Indonesia dalam Literasi AI

Di Indonesia, pelaksanaan AI Ready ASEAN melibatkan lima mitra lokal: Bebras Indonesia, Ruangguru Foundation, MAFINDO, Kaizen Collaborative Impact Foundation, dan Coding Bee Academy.

Kaizen Collaborative Impact Foundation, misalnya, telah menggelar sesi Hour of Code di 22 lokasi di lima provinsi, termasuk wilayah 3T seperti Pulau Selayar (Sulawesi Selatan) dan Pulau Buton (Sulawesi Tenggara). Targetnya, 78.633 penerima manfaat dapat merasakan langsung materi literasi AI yang mereka siapkan, dengan 1.213 Master Trainer telah dilatih untuk mengajar di sekolah, universitas, hingga komunitas.

Sementara itu, Ruangguru Foundation telah menjangkau lebih dari 100.000 penerima manfaat melalui sesi Hour of Code, mendorong literasi digital di kalangan siswa, guru, dan orang tua.

Momentum Menuju ASEAN Siap AI

Peluncuran AI Class ASEAN dilakukan dalam acara The 2nd Regional Policy Convening of AI Ready ASEAN di Kuala Lumpur, dihadiri tokoh penting seperti Menteri Digital Malaysia H.E. Gobind Singh Deo, Sekretaris Jenderal ASEAN H.E. Dr. Kao Kim Hourn, dan perwakilan Google Asia Pacific.

Acara ini sekaligus menjadi wadah diskusi kebijakan, berbagi pengalaman, dan memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam membangun ekosistem AI yang aman, inklusif, dan bermanfaat bagi seluruh warga ASEAN.

Dengan langkah ini, ASEAN Foundation bersama Google.org berharap literasi AI tidak hanya menjadi wacana, tetapi keterampilan nyata yang dimiliki generasi sekarang dan masa depan, memastikan Asia Tenggara siap menghadapi era digital yang semakin kompetitif.

Editor : Farida Denura

Berita Scholae Terbaru