Loading
Universitas YARSI pada Kamis, 21 Agustus 2025 untuk pertama kalinya resmi meluluskan seorang doktor dari Program Pascasarjananya. (Foto: Dok. Univ. YARSI)
JAKARTA, SCHOLAE.CO – Sejarah baru tercatat di Universitas YARSI pada Kamis, 21 Agustus 2025. Untuk pertama kalinya, kampus yang berdiri lebih dari 50 tahun ini resmi meluluskan seorang doktor dari Program Pascasarjananya.
Program Doktoral di Universitas YARSI memang relatif muda. Baru sekitar tiga tahun lalu dibuka di Sekolah Pascasarjana, setelah sebelumnya hanya memiliki tiga program magister. Dalam perjalanannya, kini Pascasarjana YARSI sudah berkembang menjadi lima program studi, termasuk jenjang doktoral yang kini melahirkan lulusan perdananya.
Direktur Pascasarjana Universitas YARSI, Prof. Tjandra Yoga Aditama, menyampaikan bahwa lulusan pertama program ini adalah dr. Marisa Riliani, M.Biomed. Ia berhasil mempertahankan disertasi berjudul “Peran Total Protein dan Keratinocyte Growth Factor (KGF) Sekretom Fibroblas dalam Meningkatkan Proliferasi Sel Senesen Melalui Aktivitas Jalur MEK 1/2 dan Peningkatan Pemanfaatan Kolagen Tipe 1.”
Penelitian tersebut membuktikan pentingnya peran sekretom fibroblas terhadap sel senesen, yaitu sel-sel yang berhubungan dengan proses penuaan. Temuan Dr. Marisa membuka peluang baru dalam riset kesehatan, terutama dalam pemahaman penuaan patologis dan kemungkinan pengembangan terapi untuk membantu lansia menghadapi masalah degeneratif.
Dalam sidang terbuka, Prof. Tjandra juga menyinggung relevansi penelitian ini dengan United Nation Declaration on Healthy Aging 2020–2030, sebuah kesepakatan global yang menekankan pentingnya perhatian terhadap kesehatan lansia. Menurutnya, hasil riset ini sejalan dengan semangat deklarasi tersebut dan dapat menjadi pijakan untuk pengembangan kebijakan kesehatan di Indonesia.
Keberhasilan ini bukan hanya pencapaian pribadi bagi Dr. Marisa Riliani, tetapi juga menandai langkah besar bagi Universitas YARSI dalam kontribusinya terhadap dunia pendidikan tinggi dan riset kesehatan di Tanah Air.