Selasa, 27 Januari 2026

Penelitian Doktor Universitas YARSI Ungkap Dampak Luka Bakar akibat Asam Format


 Penelitian Doktor Universitas YARSI Ungkap Dampak Luka Bakar akibat Asam Format Universitas YARSI kembali mencatat sejarah akademiknya. Pada 25 Agustus 2025, Sidang Terbuka Doktor Sains Biomedik digelar di bawah pimpinan Rektor Universitas YARSI, dengan Prof. Tjandra Yoga Aditama, Direktur Pascasarjana, sebagai Ketua Sidang. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, SCHOLAE.CO - Universitas YARSI kembali mencatat sejarah akademiknya. Pada 25 Agustus 2025, Sidang Terbuka Doktor Sains Biomedik digelar di bawah pimpinan Rektor Universitas YARSI, dengan Prof. Tjandra Yoga Aditama, Direktur Pascasarjana, sebagai Ketua Sidang.

Promovendus kali ini adalah dr. Kamal Anas, Sp.B, FINACS, yang mempertahankan disertasi berjudul “Kerusakan Kulit Akibat Pajanan Asam Format pada Model Sus scrofa domesticus: Kajian Histopatologi dan Biomolekuler Isoprostane, Nuclear Factor Kappa-Light-Chain-Enhancer of Activated B Cells, High Mobility Group Box 1”.

Temuan Penting dalam Penelitian

Riset yang dilakukan dr. Kamal Anas memberi kontribusi besar dalam pemahaman medis tentang bahaya asam format, zat kimia yang dikenal berisiko tinggi terhadap kesehatan manusia. Ada tiga poin utama dari temuannya:

1. Model ilmiah baru – Penelitian ini menghadirkan pemahaman komprehensif mengenai kerusakan kulit akibat paparan asam format, yang divisualisasikan dalam model analitis ilmiah. Model ini menjadi temuan pertama di dunia.

2. Arah baru penelitian klinis – Temuan ini membuka peluang penelitian lanjutan untuk penanganan medis dan pengobatan luka bakar akibat asam format, sehingga diharapkan dapat menghasilkan terapi yang lebih efektif di masa depan.

3. Landasan kebijakan kesehatan kerja – Hasil penelitian juga berpotensi menjadi acuan penting dalam penyusunan regulasi terkait keselamatan kerja serta perlindungan kesehatan masyarakat dari paparan bahan kimia berbahaya.

Dengan pencapaian ini, dr. Kamal Anas resmi menjadi Doktor kedua Universitas YARSI. Dalam sambutannya, Prof. Tjandra Yoga Aditama mengingatkan bahwa gelar doktor adalah puncak akademik, namun sekaligus menjadi awal dari tanggung jawab untuk terus mengembangkan penelitian yang bermanfaat bagi masyarakat luas. Dr. Kamal Anas pun menegaskan komitmennya untuk melanjutkan riset yang telah ia mulai.

Kehadiran Tokoh Nasional

Sidang terbuka ini turut dihadiri oleh tokoh penting bangsa, yakni Ir. Jusman Syafii Djamal, Menteri Perhubungan RI 2007–2009, serta Drs. Rudiantara, MBA, Menteri Komunikasi dan Informatika RI 2014–2019. Kehadiran mereka menambah khidmat momen akademik yang bersejarah ini.

Universitas YARSI melalui pencapaian ini menegaskan komitmennya untuk terus melahirkan riset-riset berkualitas yang relevan dengan kebutuhan kesehatan masyarakat dan perkembangan ilmu pengetahuan.

 

Editor : Farida Denura

Berita Scholae Terbaru