Selasa, 27 Januari 2026

Paramadina Resmikan Kampus Baru di Cipayung, Wujudkan Cita-Cita Cak Nur


 Paramadina Resmikan Kampus Baru di Cipayung, Wujudkan Cita-Cita Cak Nur Omi Komaria Madjid, istri Cak Nur, Wakil Presiden RI ke-10 dan 12, sekaligus Ketua Dewan Pembina Yayasan Paramadina, Jusuf Kalla (JK), turut hadir pada peresmian permanen di kawasan Cipayung, Jakarta Timur, pada Rabu (27/8/2025). (Foto: Dok. Univ. Paramadina)

JAKARTA, SCHOLAE.CO – Universitas Paramadina resmi memiliki kampus permanen di kawasan Cipayung, Jakarta Timur. Gedung baru yang berdiri di atas lahan seluas 22.000 m² ini menjadi tonggak penting perjalanan panjang Paramadina, setelah selama puluhan tahun menempati lokasi berpindah-pindah.

Peresmian kampus pada Rabu (27/8/2025) ini dihadiri langsung oleh Wakil Presiden RI ke-10 dan 12, sekaligus Ketua Dewan Pembina Yayasan Paramadina, Jusuf Kalla (JK). Dalam sambutannya, JK menegaskan pentingnya menjaga idealisme intelektual dan keterbukaan yang sejak awal ditanamkan oleh pendiri Paramadina, Nurcholish Madjid (Cak Nur).

“Paramadina harus tetap menjadi rumah bagi semua kalangan, dengan semangat keislaman yang modern dan inklusif. Idealisme itu kini memiliki tempat yang nyata,” ujar JK.

Kampus Hijau dengan Kapasitas 10 Ribu Mahasiswa

Kampus baru Paramadina mengusung konsep Green Campus dengan desain tropis-minimalis. Tiga gedung utama menjadi ikon baru, yaitu:

Gedung Nurcholish Madjid (8 lantai)

Gedung TP. Rachmat (3 lantai)

Gedung H.M. Jusuf Kalla (3 lantai)

Dengan daya tampung hingga 10.000 mahasiswa, fasilitas ini diharapkan melahirkan generasi kritis, inovatif, dan berdaya saing global.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Brian Yuliarto, juga menyampaikan selamat secara daring. Ia menekankan bahwa kampus ini diharapkan menjadi pusat lahirnya pemikiran kritis dan karya nyata untuk bangsa.

Dukungan dari Tokoh dan Dermawan

Sejumlah tokoh hadir dalam peresmian, di antaranya mantan Rektor Paramadina Anies Baswedan, Rektor Paramadina saat ini Prof. Didik J. Rachbini, serta keluarga besar Cak Nur dan mendiang Prof. Firmanzah.

Kehadiran para donor juga menjadi sorotan. Dukungan datang dari tokoh-tokoh bisnis seperti Victor Hartono (Djarum Group), Prijono Sugiarto (Astra Group), Patrick Walujo (GO-TO), hingga Saleh Husin (Sinar Mas Group). Mereka menegaskan komitmen jangka panjang dalam pembangunan pendidikan di Indonesia.

“Pendidikan adalah jalan utama menuju kemajuan bangsa. Karena itu, kami merasa berkewajiban untuk mendukung Paramadina,” ujar Victor Hartono.

Jejak Cita-Cita Cak Nur

Momen peresmian ini juga diwarnai kisah perjalanan panjang Paramadina. Omi Komaria Madjid, istri Cak Nur, mengingat kembali awal pendirian universitas yang lahir dari tekad sederhana: ikut mencerdaskan kehidupan bangsa melalui Islam yang terbuka, modern, dan demokratis.

Dedikasi para tokoh pun diabadikan dalam penamaan fasilitas kampus. Auditorium utama diberi nama Aula Firmanzah, sedangkan perpustakaan dinamai Perpustakaan Utomo Danandjaya, sahabat dekat Cak Nur yang ikut merintis Paramadina sejak awal.

Harapan untuk Masa Depan

Rektor Paramadina Prof. Didik J. Rachbini menegaskan bahwa gedung baru ini bukan sekadar fasilitas, melainkan simbol silaturahmi dan perjuangan bersama. “Hari ini kita panen dari perjalanan panjang. Kampus ini adalah hasil kerja kolektif banyak pihak,” ucapnya.

Tokoh Paramadina, Anies Baswedan, menambahkan bahwa regenerasi terus berlangsung. “Cak Nur membuka jalan dengan gagasan besar, lalu generasi berikutnya mendirikan institusi pendidikan. Kini saatnya melahirkan pemimpin, entrepreneur, dan insan yang beretika.”

Dengan dukungan berbagai pihak, Universitas Paramadina diharapkan terus menjadi ruang lahirnya ide-ide besar dan kontribusi nyata bagi bangsa Indonesia.

 

Editor : Farida Denura

Berita Scholae Terbaru