Selasa, 27 Januari 2026

Olimpiade Matematika Gasing 2025 di Banyuwangi: Anak Desa Unjuk Kebolehan Hitung Cepat


 Olimpiade Matematika Gasing 2025 di Banyuwangi: Anak Desa Unjuk Kebolehan Hitung Cepat Pelajar SD peserta Olimpiade Matematika Gasing Tingkat Nasional 2025 di Banyuwangi, jawa Timur. ANTARA/HO-Pemkab Banyuwangi

BANYUWANGI, SCHOLAE.CO - Puluhan pelajar sekolah dasar dari berbagai daerah di Indonesia berkumpul di Banyuwangi, Jawa Timur, untuk mengikuti Olimpiade Matematika Gasing Tingkat Nasional 2025. Kompetisi yang berlangsung pada 22–25 September ini menghadirkan cara belajar berhitung yang unik, yaitu metode Gasing (gampang, asik, menyenangkan) yang dikembangkan oleh fisikawan Indonesia, Prof. Yohanes Surya.

Menurut Prof. Yohanes, olimpiade ini bukan sekadar ajang adu cepat menghitung, melainkan juga sebuah gerakan yang mendorong anak-anak untuk percaya diri, disiplin, serta memiliki semangat pantang menyerah.

“Kami ingin membuktikan bahwa matematika bukanlah momok, melainkan sahabat yang menyenangkan untuk dipelajari,” ujar Prof. Yohanes Surya.

Sejak 2023, Pemkab Banyuwangi telah mendorong ribuan anak desa untuk belajar lewat program Smart Gasing. Hasilnya pun nyata. Salah satu siswi Banyuwangi, Felicia Dahayu, berhasil meraih medali emas di kompetisi internasional di Korea berkat kemampuan yang diasah dengan metode ini.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyambut baik ajang ini. Menurutnya, olimpiade tingkat nasional ini menjadi peluang emas bagi anak-anak Banyuwangi untuk berkompetisi sekaligus membangun jejaring dengan siswa dari berbagai daerah.

“Jangan hanya bertanding, gunakan kesempatan ini untuk menambah relasi yang bisa bermanfaat di masa depan,” katanya dikutip Antara.

Peserta Olimpiade Gasing 2025 datang dari berbagai daerah, mulai dari Jayapura, Bitung, Batanghari, Halmahera Tengah, Bangli, Humbang Hasundutan, Kediri, hingga Bojonegoro. Banyuwangi sendiri mengirimkan lima tim terbaik hasil seleksi kabupaten.

Dalam kompetisi ini, siswa tidak hanya diuji dalam berhitung cepat, tetapi juga ditantang untuk:

  • Mengasah kemampuan numerasi,
  • Membuat alat peraga inovatif,
  • Berhitung sambil bermain,
  • Mengintegrasikan budaya lokal dalam pembelajaran,
  • Menguji ketepatan serta kepercayaan diri dalam berhitung cepat.

Olimpiade Matematika Gasing 2025 menjadi bukti nyata bahwa matematika bisa dipelajari dengan cara menyenangkan. Bahkan, dari desa-desa di Indonesia lahir bibit-bibit juara yang siap bersaing di tingkat internasional.

Editor : Farida Denura

Berita Scholae Terbaru