Loading
Kalangan guru di Singapura tercatat sebagai salah satu pengguna kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) paling aktif di dunia dalam bidang pendidikan. ANTARA/Xinhua.
SINGAPURA, SCHOLAE.CO - Hasil Teaching and Learning International Survey (TALIS) 2024 yang dirilis Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) pada Selasa (7/10/2025) menunjukkan bahwa guru-guru di Singapura termasuk pengguna kecerdasan buatan (AI) paling aktif di dunia pendidikan.
Sebanyak 75 persen guru di Singapura melaporkan telah menggunakan AI untuk mendukung proses belajar-mengajar, jauh di atas rata-rata global yang hanya 36 persen. Angka ini menegaskan posisi Singapura sebagai negara yang paling cepat beradaptasi dengan teknologi pendidikan berbasis AI.
Survei tersebut melibatkan sekitar 3.500 guru dan kepala sekolah dari 145 sekolah menengah negeri serta 10 sekolah menengah swasta yang dipilih secara acak.
Para guru di Singapura juga melihat banyak manfaat nyata dari penggunaan AI di ruang kelas. Sekitar 82 persen menyebut AI membantu mereka dalam merancang dan menyempurnakan rencana pembelajaran, sementara 74 persen lainnya menilai teknologi ini mengotomatisasi pekerjaan administratif seperti penilaian atau pengelolaan dokumen.
Selain pemanfaatan AI, guru-guru Singapura juga termasuk yang tertinggi secara global dalam mengadopsi pembelajaran daring dan hybrid. Sebanyak 81 persen di antaranya bekerja di sekolah yang sudah menerapkan sistem pembelajaran kombinasi tatap muka dan online — tren yang semakin kuat sejak pandemi COVID-19.
Menurut Kementerian Pendidikan Singapura, pandemi menjadi momentum penting bagi transformasi digital di dunia pendidikan. “Meski awalnya dipicu oleh kebutuhan mendesak selama pandemi, para guru kami kini telah mengintegrasikan alat digital dan AI ke dalam praktik pengajaran untuk membantu siswa menjadi pembelajar mandiri,” tulis pernyataan resmi kementerian dilansir Antara.
Dengan dukungan kebijakan progresif dan infrastruktur teknologi yang kuat, Singapura semakin menegaskan diri sebagai pelopor inovasi pendidikan digital di kawasan, sekaligus contoh bagaimana AI dapat menjadi mitra strategis dalam menciptakan pembelajaran yang efektif dan adaptif di masa depan.