Selasa, 27 Januari 2026

Universitas Pertanian China Luncurkan Shennong 3.0, Model AI Pintar untuk Masa Depan Agrikultur


 Universitas Pertanian China Luncurkan Shennong 3.0, Model AI Pintar untuk Masa Depan Agrikultur Foto udara yang diabadikan menggunakan drone pada 23 September 2025 menunjukkan mesin pertanian sedang memanen jagung di ladang milik perusahaan cabang Heilongjiang Agriculture Company Limited di Provinsi Heilongjiang, China timur laut. ANTARA/Xinhua/Wang Song.

BEIJING, SCHOLAE.CO - Inovasi besar kembali lahir dari dunia akademik. Universitas Pertanian China (China Agricultural University/CAU) resmi memperkenalkan Shennong Large Model 3.0, sebuah model kecerdasan buatan (AI) terbaru yang dirancang khusus untuk sektor pertanian.

Peluncuran dilakukan pada Konferensi Inovasi Pertanian Pangan Dunia (World Agrifood Innovation Conference/WAFI) 2025 di Beijing, Senin (13/10/2025).

Langkah ini menjadi tonggak penting bagi upaya mengintegrasikan AI ke dalam praktik pertanian modern, membuat teknologi cerdas lebih mudah diakses dan diterapkan oleh petani, peneliti, hingga pelaku industri agrifood.

“Model terbaru ini mampu mengurangi beban komputasi secara signifikan dan meningkatkan performa sekitar lima persen dibandingkan versi sebelumnya,” ungkap Wang Yaojun, peneliti utama di CAU.

Menurut Wang, timnya telah merancang ulang arsitektur AI secara menyeluruh agar lebih efisien tanpa mengorbankan kinerja. Pendekatan ini menjadikan Shennong 3.0 lebih “ringan”, hemat sumber daya, namun tetap tangguh di lapangan.

Evolusi Shennong: Dari 1.0 ke 3.0

Sejak awal pengembangannya pada 2023, Shennong telah menjadi proyek unggulan CAU dalam membangun sistem AI berbasis ilmu pertanian.
Shennong 1.0 berfungsi sebagai basis pengetahuan dan model tanya-jawab seputar dunia agrikultur.

Shennong 2.0 membawa fitur multimodal, memungkinkan AI membaca dan menganalisis berbagai jenis data seperti teks, gambar, dan sensor lapangan.

Kini, Shennong 3.0 tampil lebih matang dengan performa lebih cepat, cerdas, dan mampu beradaptasi dengan berbagai kondisi pertanian.

Nama Shennong diambil dari legenda China tentang “Petani Ilahi” yang dipercaya sebagai tokoh awal penyebar ilmu bercocok tanam dan tanaman obat. Makna historis ini menggambarkan semangat CAU dalam menggabungkan tradisi agrikultur kuno dengan teknologi masa depan.

Membangun Ekosistem AI Pertanian

Selain model AI utama, CAU juga memperkenalkan platform agen pertanian pintar — ekosistem digital yang terdiri atas 36 agen spesialis di enam kategori, mulai dari pemuliaan, penanaman, hingga budidaya.

Setiap agen dirancang untuk mendukung 36 skenario pertanian berbeda, dan bisa terhubung dengan mesin pertanian, sensor, serta perangkat analitik.

“Dengan sistem ini, petani bisa mendapatkan panduan tanam, pemantauan kondisi tanah, hingga perlindungan tanaman secara real-time,” ujar Wang dilansir Antara.

Program percontohan Shennong 3.0 telah diimplementasikan di sejumlah wilayah seperti Beijing, Mongolia Dalam, dan Heilongjiang. Di sana, AI membantu petani menyesuaikan strategi tanam berdasarkan kondisi iklim dan kebutuhan lokal.

Berbasis Data Raksasa

Keunggulan utama Shennong 3.0 terletak pada fondasi datanya. Model ini dilatih menggunakan:

  • Lebih dari 10 juta grafik pengetahuan (knowledge graph) pertanian,
  • 50 juta catatan data produksi pertanian modern, serta
  • 20.000 monograf ilmiah di bidang agrikultur.

Koleksi data raksasa ini memungkinkan AI memahami dinamika pertanian secara holistik dan memberikan solusi berbasis sains yang relevan di lapangan.

Menatap Era Pertanian Cerdas

Peluncuran Shennong Large Model 3.0 menandai awal dari era baru pertanian digital di China. CAU berharap inovasi ini tak hanya membantu peningkatan hasil panen, tapi juga menjadi inspirasi bagi universitas dan lembaga penelitian di seluruh dunia untuk mengembangkan AI pertanian berkelanjutan.

Sementara itu, WAFI 2025 yang berlangsung pada 12–14 Oktober di Beijing mempertemukan lebih dari 780 pakar dari berbagai negara. Forum ini menjadi wadah bagi ilmuwan, akademisi, dan pelaku industri untuk berbagi pengetahuan dan mempercepat inovasi pangan global.

Editor : Farida Denura

Berita Scholae Terbaru