Selasa, 27 Januari 2026

Orasi Ilmiah Prof Tjandra di Unisba: Riset Kesehatan Harus Berorientasi Solusi dan Implementasi


 Orasi Ilmiah Prof Tjandra di Unisba: Riset Kesehatan Harus Berorientasi Solusi dan Implementasi Direktur Pascasarjana Universitas YARSI sekaligus Adjunct Professor Griffith University Australia, Prof Tjandra Yoga Aditama, usai menyampaikan Orasi Ilmiah Milad ke-21 Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung (FK Unisba). (Foto: Dok. Pribadi)

BANDUNG, SCHOLAE.CO - Direktur Pascasarjana Universitas YARSI sekaligus Adjunct Professor Griffith University Australia, Prof Tjandra Yoga Aditama, menegaskan bahwa riset kesehatan harus berorientasi pada solusi nyata dan implementasi di lapangan. Hal itu ia sampaikan dalam Orasi Ilmiah Milad ke-21 Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung (FK Unisba).

Dalam orasi ilmiah, Prof Tjandra menguraikan lima prinsip dasar riset kesehatan yang perlu menjadi pedoman di fakultas kedokteran.

“Pertama, riset dilakukan untuk mengetahui besarnya masalah kesehatan yang dihadapi. Kedua, riset harus mencari penyebab masalah tersebut, baik di tingkat individu maupun masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, tahap ketiga dari penelitian adalah mencari solusi terhadap masalah kesehatan yang ditemukan. “Keempat, solusi yang sudah diperoleh perlu diimplementasikan di lapangan. Kelima, implementasi itu harus dimonitor dan dievaluasi secara berkala agar terus diperbaiki dan disempurnakan,” jelasnya.

Selain lima prinsip tersebut, Prof Tjandra juga menyoroti pentingnya kerja sama antara Pusat Penelitian Fakultas Kedokteran dan Rumah Sakit Pendidikan. Menurutnya, kolaborasi tersebut akan memperkuat integrasi antara kegiatan akademik dan pelayanan kesehatan.

“Di Jepang, India, dan Amerika Serikat, saya melihat hubungan yang erat antara riset kampus dan rumah sakit pendidikan. Model ini bisa menjadi inspirasi untuk memperkuat riset di Indonesia,” ungkapnya.

Ia juga menekankan bahwa penelitian kedokteran mencakup empat ruang lingkup utama, yakni kedokteran dasar, kedokteran klinik, kesehatan masyarakat, serta aspek sosial yang memengaruhi kesehatan atau social determinants of health.

“Keempat bidang ini harus berjalan sinergis agar riset yang dilakukan dapat memberikan manfaat optimal bagi masyarakat,” tutup Prof Tjandra.

Editor : Farida Denura

Berita Scholae Terbaru