Loading
Peserta menyampaikan aspirasi pada simulasi sidang parlemen Uni Eropa dalam acara Model European Union 2025 di Surabaya, Jawa Timur yang berlangsung pada 29-30 Oktober 2025. (Foto: Dok. EHEF 2025)
SURABAYA, SCHOLAE.CO - Bayangkan kamu duduk di ruang sidang, berdiskusi sengit soal isu perubahan iklim, atau menegosiasikan kebijakan digital antarnegara. Nah, pengalaman semacam itu kini bisa dirasakan langsung oleh mahasiswa Indonesia lewat Model European Union (MEU) — simulasi parlemen Uni Eropa yang untuk pertama kalinya digelar di Indonesia.
Kegiatan keren ini diinisiasi oleh European Union (EU) Centre Universitas Airlangga (UNAIR), dan diikuti 40 mahasiswa dari lima kampus di Jawa Timur: Universitas Airlangga (UNAIR), Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA), Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur (UPNVJT), dan Universitas Trunojoyo Madura (UTM).
Lewat MEU, para peserta berperan sebagai diplomat Eropa — lengkap dengan perdebatan, negosiasi, dan permainan peran khas sidang parlemen. Mereka belajar bagaimana sebuah kebijakan disusun, diperdebatkan, dan akhirnya disepakati bersama antar lembaga Uni Eropa. Seru banget, kan?
Belajar Diplomasi ala Eropa, Dapat Ilmu untuk Dunia Nyata
Tapi bukan cuma seru. Simulasi ini juga jadi cara baru buat mahasiswa belajar diplomasi dan berpikir kritis. Mereka nggak cuma belajar teori hubungan internasional di kelas, tapi langsung merasakan bagaimana proses politik global berjalan.
Menurut H.E. Denis Chaibi, Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, kegiatan ini mencerminkan komitmen EU untuk mendorong pemahaman global lewat pendidikan dan keterlibatan pemuda.
“Mahasiswa bisa melihat langsung bagaimana lembaga-lembaga demokratis Eropa bekerja dan bagaimana negara-negara Eropa mencari solusi bersama atas berbagai tantangan,” jelasnya.
Isu yang dibahas pun nggak main-main — mulai dari perubahan iklim, transformasi digital, sampai pembangunan berkelanjutan. Lewat debat dan kolaborasi, peserta dilatih untuk mendengarkan sudut pandang berbeda dan menemukan jalan tengah.
Surabaya, Titik Awal Diplomasi Mahasiswa Indonesia
Sebagai kota yang dikenal punya energi muda dan semangat akademik tinggi, Surabaya jadi tempat ideal untuk peluncuran MEU perdana ini. Melalui kolaborasi antara UNAIR dan Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia, kegiatan ini memperkuat kerja sama di bidang pendidikan, pertukaran budaya, dan pelibatan pemuda.
Bagi para mahasiswa, pengalaman ini bukan cuma soal simulasi. Ini tentang bagaimana berpikir global, beraksi kolaboratif, dan siap menghadapi dunia yang makin terhubung.
Dan siapa tahu, dari Surabaya inilah lahir diplomat muda Indonesia yang nanti benar-benar duduk di meja perundingan dunia.