Selasa, 27 Januari 2026

Prabowo Kenalkan Smartboard di SMPN 4 Bekasi, Dorong Akselerasi Digitalisasi Sekolah


 Prabowo Kenalkan Smartboard di SMPN 4 Bekasi, Dorong Akselerasi Digitalisasi Sekolah Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidatonya sebelum meluncurkan program Digitalisasi Pembelajaran Untuk Indonesia Cerdas di SMP Negeri 4 Bekasi, Jawa Barat, Senin (17/11/2025). ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/foc/am.

JAKARTA, SCHOLAE.CO — Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah mempercepat digitalisasi pendidikan dengan meluncurkan penggunaan interactive flat panel (IFP) atau smartboard di sekolah-sekolah Indonesia. Peluncuran tersebut dilakukan saat kunjungan kerja ke SMP Negeri 4 Kota Bekasi, Jawa Barat, Senin (17/11/2025).

Presiden tiba di kawasan Perumnas 1, Bekasi Barat, sekitar pukul 10.45 WIB menggunakan kendaraan dinas Maung MV Kepresidenan, disambut jajaran pejabat mulai dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Mendikdasmen Abdul Mu’ti, Kepala KSP Muhammad Kodari, hingga Menkomdigi Meutya Hafid.

Smartboard Diharapkan Jadi Standar Baru Kelas di Indonesia

Mengusung tema “Digitalisasi untuk Indonesia Cerdas”, Presiden meninjau fasilitas sekolah dan melihat langsung demonstrasi penggunaan smartboard oleh para guru dan siswa. Perangkat interaktif tersebut menampilkan sesi pembelajaran jarak jauh, di mana guru dapat berinteraksi real time dengan siswa melalui layar besar berbasis sentuhan.

Berbeda dengan televisi pintar atau perangkat tayangan satu arah, smartboard memungkinkan proses belajar yang lebih kolaboratif dan dinamis. Teknologi ini digadang-gadang dapat meningkatkan keterlibatan siswa sekaligus mempermudah guru dalam menyampaikan materi.

Langkah tersebut sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025, yang menekankan revitalisasi satuan pendidikan, pembangunan sekolah unggul, serta percepatan transformasi digital di ruang belajar.

Ratusan Ribu Smartboard Dikirim ke Sekolah Seluruh Indonesia

Pemerintah menargetkan setiap kelas di Indonesia nantinya memiliki smartboard. Pada tahap awal ini, sekitar 288.000 unit IFP dikirimkan ke 330.000 sekolah di berbagai daerah.

Hingga pertengahan November, proses pengiriman telah mencapai 215.572 unit, dengan 172.550 unit sudah diterima sekolah dan 43.022 unit masih dalam perjalanan. Pemerintah menargetkan seluruh perangkat tiba di sekolah penerima sebelum Desember 2025.

Program ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam mewujudkan pemerataan kualitas pendidikan berbasis teknologi di seluruh Indonesia.

 

 

Editor : Farida Denura

Berita Scholae Terbaru