Selasa, 27 Januari 2026

Wagub Rano Karno Ajak Kampus Jadi Penggerak Kota Berintegritas


 Wagub Rano Karno Ajak Kampus Jadi Penggerak Kota Berintegritas Wakil Gubernur (Wagub) Jakarta Rano Karno membuka Seminar Internasional Fraud Awareness Week 2025 di Universitas Kalbis, Kayu Putih, Jakarta Timur, Senin (17/11/2025). ANTARA/HO-Pemprov DKI Jakarta/am.

JAKARTA, SCHOLAE.CO -  Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menegaskan bahwa perguruan tinggi memegang peran krusial dalam membentuk generasi muda yang berintegritas. Menurutnya, kualitas moral warga kota menjadi fondasi utama bagi terwujudnya kota yang bersih, transparan, dan dipercaya publik.

“Kota yang berintegritas hanya bisa lahir dari warganya yang berintegritas. Di sinilah peran kampus tidak tergantikan,” ujar Rano dalam sebuah kegiatan di Jakarta, Senin (17/11/2025).

Integritas Bukan Sekadar Tambahan di CV

Rano menekankan bahwa kampus bukan hanya tempat belajar teori, tetapi tempat menempa karakter. Mahasiswa harus dibiasakan untuk bekerja secara benar meski tidak diawasi, serta mengambil keputusan jujur meski tidak diperhitungkan siapa pun.

Baginya, integritas adalah dasar dari kepercayaan publik—bukan sekadar pelengkap pada Curiculum Vitae (CV).
Ia juga menegaskan bahwa transparansi, akuntabilitas, serta keberanian menolak kecurangan adalah "penjaga" penting agar kepercayaan publik terus terjaga.

Pendidikan Kejujuran Harus Dimulai Sejak Dini

Lebih jauh, Rano menilai bahwa pendidikan kejujuran dan nilai integritas harus ditanamkan sejak anak usia dini. Mulai dari PAUD hingga SMA, anak-anak perlu dibekali pemahaman bahwa kejujuran bukan slogan moral, melainkan fondasi hidup.

“Kampus adalah tempat memelihara harapan, tempat di mana generasi muda dibentuk agar memiliki pandangan yang jernih dan tekad kuat menjaga nilai kejujuran di profesi apa pun,” ucapnya dikutip Antara.

Transparansi Anggaran Dongkrak Peringkat Jakarta

Dalam kesempatan itu, Rano juga menyebutkan bahwa Jakarta berhasil naik ke peringkat 71 dalam indeks kota global—melompat tiga tingkat dari posisi 74. Salah satu faktor pendorong peningkatan ini adalah transparansi APBD yang kini bisa diakses masyarakat secara lebih terbuka.

“Indeks kita naik cukup cepat karena kami membuka transparansi APBD secara luas kepada publik,” tutup Rano.

 

Editor : Farida Denura

Berita Scholae Terbaru