Selasa, 27 Januari 2026

Prof Tjandra Raih Penghargaan Achmad Bakrie XXI, Bawa ke Kampus untuk Menginspirasi Mahasiswa


 Prof Tjandra Raih Penghargaan Achmad Bakrie XXI, Bawa ke Kampus untuk Menginspirasi Mahasiswa Penghargaan Achmad Bakrie XXI Bidang Kesehatan yang diraih Prof Tjandra Yoga Aditama pada Agustus 2025 kini tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga dihadirkan langsung ke lingkungan akademik. (Foto: Dok. Pribadi)

JAKARTA, SCHOLAE.CO – Penghargaan Achmad Bakrie XXI Bidang Kesehatan yang diraih Prof Tjandra Yoga Aditama pada Agustus 2025 kini tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga dihadirkan langsung ke lingkungan akademik.

Direktur Pascasarjana Universitas YARSI, Adjunct Professor di Griffith University Australia, sekaligus Penasehat Akper Yaspen ini meresmikan Display Penghargaan Achmad Bakrie XXI 2025 Bidang Kesehatan di Perpustakaan Akademi Keperawatan Yaspen, Yayasan Pendidikan Sanjay Kasih, Selasa (18/11/2025).

Penghargaan bergengsi itu sebelumnya diberikan kepada sejumlah tokoh lintas disiplin. Selain Prof Tjandra di Bidang Kesehatan, penghargaan tahun ini juga diberikan kepada Muhammad Chatib Basri (Bidang Pemikiran Sosial), Adi Rahman Adiwoso (Bidang Sains & Teknologi), Virgiawan Listanto atau Iwan Fals (Bidang Seni dan Budaya), serta Saparinah Sadli untuk kategori Lifetime Achievement.

Penghargaan yang Berdampak Nasional hingga Internasional

Dalam pernyataannya, Prof Tjandra menegaskan bahwa Penghargaan Achmad Bakrie XXI memiliki dampak besar bagi kemajuan ilmu pengetahuan, kesehatan, dan kontribusi Indonesia di tingkat nasional serta berpotensi mendunia di masa depan.

Karena itu, ia memilih “membawa pulang” penghargaan tersebut ke kampus untuk dibagikan semangatnya kepada sivitas akademika. Acara peresmian display di perpustakaan Akper Yaspen turut dihadiri Ibu Zoraya Perucha, perwakilan Universitas Bakrie, Ketua PDPI Jakarta, pimpinan Yayasan Pendidikan Sanjay Kasih, RS Puri Medika, para dosen, mahasiswa, hingga tenaga kependidikan.

Tiga Misi Besar Display Penghargaan di Perpustakaan

Prof Tjandra menjelaskan sedikitnya tiga alasan penting di balik hadirnya display penghargaan tersebut di lingkungan kampus:

1. Memberi motivasi bagi mahasiswa

Generasi muda diharapkan mampu terus meningkatkan prestasi, berkontribusi bagi bangsa, dan suatu saat meraih penghargaan serupa atau penghargaan lain di bidangnya

2. Simbol pentingnya literasi dan ilmu pengetahuan

Penempatan display di perpustakaan bukan tanpa alasan. Perpustakaan menjadi pusat referensi ilmu, tempat mahasiswa menimba pengetahuan dan mengembangkan kemampuan akademik.

3. Memperkenalkan Penghargaan Achmad Bakrie kepada publik yang lebih luas

Sejak diberikan pertama kali pada 2003, penghargaan ini telah melahirkan 96 penerima, terdiri dari 92 perorangan dan 4 lembaga/kelompok. Saat menerima penghargaan 27 Agustus 2025 lalu, Prof Tjandra bahkan mengusulkan agar seluruh penerima menulis analisis atau kajian di bidang masing-masing sebagai kontribusi untuk Indonesia.

Menginspirasi Generasi Masa Depan

Prof Tjandra berharap semangat luhur Penghargaan Achmad Bakrie dapat terus menyebar, menginspirasi, dan memotivasi generasi muda untuk berkarya dan berprestasi.

“Saya ingin semangat penghargaan ini hadir langsung di tengah mahasiswa. Semoga menjadi pengingat bahwa prestasi dan kontribusi nyata selalu mungkin dicapai siapa saja yang mau belajar, bekerja keras, dan mencintai ilmunya,” ujarnya.

Penghargaan Achmad Bakrie XXI merupakan anugerah bergengsi yang telah diberikan sejak 2003 dan melahirkan 96 penerima lintas bidang, termasuk tokoh kesehatan, sains, seni, dan pemikiran sosial.

Editor : Farida Denura

Berita Scholae Terbaru