Selasa, 27 Januari 2026

Tingkatkan Budaya Literasi, SMP Wahid Hasyim 9 Sedati, Sidoarjo Gelar Workshop Menulis untuk Guru


 Tingkatkan Budaya Literasi, SMP Wahid Hasyim 9 Sedati, Sidoarjo Gelar Workshop Menulis untuk Guru Konberu mengadakan workshop penulisan karya ilmiah dan artikel populer dengan menghadirkan narasumber Dr. Muhammad Fadeli, S.Sos., M.Si, dosen Prodi Ilmu Komunikasi FISIP Ubhara Surabaya pada Jumat (21/11/2025), di aula sekolah diikuti 25 guru dengan penuh antusias.. (Foto: Istimewa)

SIDOARJO, SCHOLAE.CO – Upaya meningkatkan kompetensi dan profesionalitas pendidik terus dilakukan SMP Wahid Hasyim 9 Sedati Sidoarjo melalui Komunitas Belajar Guru atau Konberu. Setiap Jumat setelah jam pelajaran, para guru dari berbagai mata pelajaran mengikuti kegiatan peningkatan kapasitas yang dirancang untuk menjawab kebutuhan pembelajaran masa kini.

Pada Jumat (21/11/2025), Konberu mengadakan workshop penulisan karya ilmiah dan artikel populer. Kegiatan ini menghadirkan narasumber Dr. Muhammad Fadeli, S.Sos., M.Si, dosen Prodi Ilmu Komunikasi FISIP Ubhara Surabaya. Bertempat di aula sekolah di Jalan H. Syukur No.4 Sedatigede, workshop diikuti 25 guru dengan penuh antusias.

Kepala SMP Wahid Hasyim 9, A. Suyuti, S.Pd menegaskan bahwa perubahan kurikulum dan dinamika sosial menuntut guru untuk terus responsif dan adaptif. Karena itu, sekolah mendorong lahirnya budaya literasi pendidik melalui program guru menulis.

“Jika guru aktif berkarya dan publikasi, baik dalam bentuk buku maupun opini di media, tentu akan memperkuat citra sekolah sebagai institusi yang literat,” jelasnya.

Dalam workshop, peserta diajak praktik menulis langsung mengenai pengalaman mereka di kelas. Fadeli menargetkan lahirnya karya tulis berupa best practice teaching yang merekam inovasi pembelajaran. Penulisan dilakukan secara berantai: setiap peserta menyusun kalimat berdasarkan tema yang ditentukan, lalu hasilnya dibacakan untuk mendapatkan masukan narasumber.

Ainun Badriyah, guru Biologi, mengaku pelatihan ini membantu menyegarkan kembali alur penyusunan karya ilmiah yang sempat jarang dilakukan karena padatnya tugas mengajar dan administrasi.

Sementara itu, M. Yasfin, guru muda yang juga mengikuti workshop, menilai metode pembelajaran yang santai dan dialogis membuat materi mudah dipahami. “Praktik menulis langsung membuat kami lebih bersemangat menuangkan ide,” ujarnya.

Di akhir kegiatan, para guru sepakat menyusun karya ilmiah sederhana berisi konteks pembelajaran, suasana kelas, tantangan dan solusi, metode serta inovasi, hingga refleksi pribadi. Seluruh karya direncanakan rampung dan dikumpulkan sebelum 20 Desember 2025 untuk kemudian melalui proses penyuntingan dan diterbitkan dalam bentuk buku.

Melalui kegiatan ini, Konberu berharap semakin banyak guru yang berani menulis, berbagi praktik terbaik, dan memperkaya budaya literasi sekolah.

 

Editor : Farida Denura

Berita Scholae Terbaru