Loading
Sebagian dari mahasiswa baru IPB University angkatan 62 ‘Jatayu Harsakala’ di Lapangan Gelora saat rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) kategori 'Konfigurasi Ilustrasi Komik 3D Terbanyak melalui Tas Jinjing oleh Mahasiswa Baru' resmi dianugerahkan kepada mereka. ANTARA/HO-IPB
BOGOR, SCHOLAE.CO — IPB University kembali merilis hasil program Talent Mapping 2025, sebuah pemetaan potensi yang melibatkan lebih dari 8.000 mahasiswa baru angkatan 62. Dari pemetaan tersebut, terungkap bahwa 40,24 persen mahasiswa memilih jalur profesional sebagai arah karier utama mereka.
Program talent mapping yang rutin dilakukan sejak 2021 ini bertujuan memotret minat, bakat, hingga potensi mahasiswa baru secara lebih menyeluruh. Data ini kemudian menjadi rujukan bagi fakultas dan sekolah dalam merancang strategi pembinaan yang tepat sasaran, baik akademik maupun nonakademik.
Direktur Kemahasiswaan IPB University, Dr Beginer Subhan, menjelaskan bahwa pemetaan talenta menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun pembinaan mahasiswa berbasis data. Dengan pendekatan ini, fakultas dapat melihat kebutuhan tiap mahasiswa dan menyusun intervensi yang lebih terstruktur.
Hasil Talent Mapping 2025 menunjukkan distribusi minat karier mahasiswa baru sebagai berikut:
Proporsi tersebut menjadi sinyal penting bagi kampus untuk menyesuaikan strategi pembelajaran dan pengembangan kompetensi. Dengan banyaknya mahasiswa yang ingin meniti karier profesional, fakultas diharapkan dapat memperkuat kurikulum serta layanan pendampingan karier.
Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan, Prof drh Deni Noviana, menekankan bahwa pemanfaatan data seperti talent mapping harus menjadi kebiasaan dalam merancang program pengembangan mahasiswa. Ia mendorong setiap fakultas mengolah data tersebut agar pembinaan yang dilakukan benar-benar relevan dikutip Antara.
IPB University juga menegaskan komitmennya untuk terus mengintegrasikan data lintas unit sebagai dasar pengembangan mahasiswa yang lebih terarah, seimbang, dan berkelanjutan—baik di ranah akademik maupun nonakademik.