Loading
UI dan IIUM jajaki kerja sama spesialis konservasi gigi endodontik. (Humas UI)
DEPOK, SCHOLAE.CO — Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia (FKG UI) membuka peluang kerja sama akademik dengan International Islamic University Malaysia (IIUM) dalam pengembangan pendidikan kedokteran gigi, khususnya pada Program Studi Spesialis Konservasi Gigi bidang Endodontik.
Penjajakan kolaborasi ini menjadi langkah awal bagi kedua institusi untuk menyelaraskan standar pendidikan, meningkatkan kompetensi klinis, serta memperluas kerja sama riset yang relevan dengan kebutuhan kawasan Asia Tenggara.
Dekan FKG UI, Prof. Lisa Rinanda Amir, menyampaikan bahwa kemitraan ini tidak sekadar membangun jejaring antarinstitusi, tetapi juga diarahkan pada penguatan kualitas pendidikan spesialis yang berkelanjutan dan berbasis praktik terbaik.
“Potensi pengembangan sangat besar, mulai dari penyelarasan standar pendidikan hingga kolaborasi riset yang aplikatif dan kontekstual dengan kebutuhan regional,” ujarnya saat pertemuan di Kampus UI, Depok, Jumat (19/12/2025).
Menurut Prof. Lisa, kunjungan delegasi IIUM memiliki nilai strategis dalam memperkuat kapasitas akademik dan klinis di bidang endodontik. Dialog yang terbangun membuka ruang bagi penyusunan kerangka kerja sama yang lebih terarah, terutama dalam pengembangan kurikulum dan pengampuan program spesialis.
Delegasi IIUM dipimpin oleh Assoc. Prof. Haikal, bersama Dr. Sulhi, Dr. Musliana, dan Dr. Sobrina. Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak mendiskusikan peluang kolaborasi jangka panjang yang tidak hanya berdampak pada institusi, tetapi juga pada peningkatan mutu layanan kesehatan gigi.
Assoc. Prof. Haikal menilai kerja sama ini dapat menjadi fondasi penting dalam memperkuat kapasitas akademik dan klinis konservasi gigi, sekaligus langkah strategis untuk meningkatkan daya saing global pendidikan kedokteran gigi di Indonesia dan Malaysia.
Melalui inisiatif ini, FKG UI dan IIUM berharap dapat mencetak lulusan spesialis endodontik yang kompeten, adaptif terhadap perkembangan ilmu, serta mampu menjawab tantangan kesehatan gigi di tingkat regional maupun internasional.