Loading
Foto bersama usai kegiatan Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi FKUI/RSUP Persahabatan yang berlangsung pada 20 Desember 2025 yang dihadirijajaran pimpinan FKUI, Direktur Utama RSUP Persahabatan, pimpinan Rumah Sakit Universitas Indonesia (RS UI), serta rumah sakit jejaring pendidikan lainnya. (Foto: Istimewa)
JAKARTA, SCHOLAE.CO — Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) menegaskan perannya sebagai salah satu pilar penting dalam penguatan layanan kesehatan paru dan pernapasan di Indonesia. Hal tersebut tercermin dari kontribusi akademik, layanan kesehatan, serta keterlibatan aktif para lulusannya dalam berbagai situasi kesehatan nasional.
Hal ini disampaikan dalam kegiatan Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi FKUI/RSUP Persahabatan yang berlangsung pada Sabtu, 20 Desember 2025. Acara tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan FKUI, Direktur Utama RSUP Persahabatan, pimpinan Rumah Sakit Universitas Indonesia (RS UI), serta rumah sakit jejaring pendidikan lainnya.
Menurut Prof Tjandra Yoga Aditama, lulusan Dokter Spesialis Paru FKUI tahun 1987, hingga kini Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi FKUI telah meluluskan lebih dari 500 dokter spesialis paru yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Para lulusan tersebut berkontribusi langsung dalam pelayanan kesehatan masyarakat, mulai dari penanganan penyakit paru kronis, tuberkulosis, hingga respons krisis kesehatan.
“Peran dokter spesialis paru sangat terlihat, terutama saat pandemi COVID-19. Selain itu, mereka juga terlibat dalam penanganan penyakit paru menular dan nonmenular, serta diterjunkan ke wilayah terdampak bencana seperti banjir dan longsor di Sumatera,” ujar Prof Tjandra.
Dari sisi sumber daya akademik, Departemen Pulmonologi FKUI tercatat telah melahirkan 14 guru besar sejak awal berdiri. Saat ini, departemen tersebut didukung oleh 38 dosen aktif yang membina sekitar 128 peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Paru dan Kedokteran Respirasi. Setiap tahunnya, sekitar 20 hingga 30 dokter spesialis paru baru dihasilkan untuk memperkuat sistem kesehatan nasional.
Program Studi Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi FKUI juga menjadi bagian dari 33 program studi spesialis yang ada di FKUI, dari total 53 program studi yang mencakup program spesialis, subspesialis, dan program pendidikan lainnya. Dalam pengelolaannya, program ini mengikuti kebijakan akademik FKUI yang menekankan keseimbangan antara academic culture dan corporate culture.
FKUI sendiri memiliki lima sasaran strategis utama, yakni pendidikan berkualitas dan inklusif, riset unggul yang berdampak nyata, kewirausahaan akademik dan hilirisasi inovasi, penguatan kolaborasi serta reputasi global, dan tata kelola budaya serta kesejahteraan sivitas akademika. Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi FKUI berupaya menerjemahkan sasaran tersebut dalam pendidikan dan layanan kesehatan paru yang berkelanjutan.