Selasa, 11 Agustus 2026

ITERA-ITB Buka Program Fast Track S1-S2, Mahasiswa Bisa Lulus dalam Lima Tahun


ITERA-ITB Buka Program Fast Track S1-S2, Mahasiswa Bisa Lulus dalam Lima Tahun Rektor ITERA Prof. Dr. apt. Elfahmi, S.Si., M.Si. (tengah) memberikan keterangan terkait program fast track bersama ITB. Senin (10/8/2026). ANTARA/Dian Hadiyatna

BANDARLAMPUNG, SCHOLAE.CO – Kabar menarik bagi mahasiswa berprestasi di Institut Teknologi Sumatera (ITERA). Kampus tersebut kini berkolaborasi dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) melalui Jalur Kerja Sama Sarjana-Magister (JKSM) atau program fast track.

Melalui skema ini, mahasiswa terpilih berkesempatan menempuh pendidikan S1 hingga S2 secara terintegrasi dalam waktu lima tahun.

Program tersebut menjadi salah satu upaya ITERA untuk meningkatkan mutu layanan pendidikan sekaligus memperkuat kerja sama akademik dengan ITB.

Rektor ITERA Prof. Elfahmi mengatakan, kerja sama JKSM mulai dimanfaatkan ITERA pada tahun ini sebagai bagian dari pengembangan jalur pendidikan yang lebih terintegrasi.

"Tahun ini ITERA memanfaatkan kerja sama dengan ITB dalam program JKSM, sebuah integrasi sarjana dan pascasarjana," ujarnya di Provinsi Lampung, Senin (10/8/2026).

Tidak untuk Semua Mahasiswa

Program fast track ITERA-ITB ini tidak otomatis dapat diikuti seluruh mahasiswa. Jalur tersebut diperuntukkan bagi mahasiswa yang memenuhi persyaratan dan memiliki performa akademik yang baik.

Karena itu, mahasiswa mulai diarahkan untuk memantau capaian akademiknya sejak semester lima dan enam. Tahapan ini penting sebagai bagian dari persiapan sebelum mengikuti proses seleksi program JKSM.

"Mahasiswa dapat mulai memantau dan mengevaluasi capaian akademiknya pada semester lima dan enam sebagai bagian dari persiapan untuk mengikuti seleksi program tersebut," kata Prof. Elfahmi.

Mahasiswa yang memenuhi kualifikasi kemudian dapat mendaftarkan diri pada awal semester tujuh.

Semester 7 Mulai Persiapan S2

Setelah lolos seleksi, mahasiswa tidak langsung berpindah ke ITB. Pada semester tujuh, mereka terlebih dahulu mengikuti sejumlah mata kuliah persiapan jenjang magister di ITERA.

Tahap tersebut dirancang sebagai masa transisi agar mahasiswa memiliki bekal akademik sebelum memasuki pendidikan S2.

"Untuk persiapan S2 pada semester tujuh, mahasiswa mengambil mata kuliah persiapan jenjang S2 di ITERA sebagai bekalan transisi," jelasnya.

Memasuki semester delapan, mahasiswa mulai mengikuti perkuliahan jenjang S2 secara penuh. Pada tahap ini, kegiatan riset juga mulai dijalankan dan dapat dilakukan di ITERA maupun ITB.

Meski sudah mengikuti sejumlah aktivitas akademik S2, mahasiswa tetap harus menyelesaikan kewajiban pendidikan S1 terlebih dahulu.

Sebelum resmi berstatus sebagai mahasiswa magister, mereka harus menyelesaikan sidang S1 dan mengikuti prosesi wisuda di ITERA.

"Sehingga sebelum resmi melanjutkan ke jenjang magister, mahasiswa terlebih dahulu menyelesaikan sidang S1 dan mengikuti prosesi wisuda di ITERA," kata Prof. Elfahmi dikutip Antara.

Lulusan Lebih Cepat, Kompetensi Lebih Terarah

Setelah menyelesaikan pendidikan sarjana, mahasiswa kemudian secara resmi terdaftar sebagai mahasiswa S2 melalui program JKSM.

Skema ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa berprestasi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang magister dengan alur yang lebih terarah dan waktu tempuh yang lebih efisien.

Bagi perguruan tinggi teknologi, model pendidikan seperti ini juga dapat menjadi salah satu cara untuk mempercepat lahirnya sumber daya manusia dengan kompetensi akademik dan riset yang lebih kuat.

ITERA berharap kolaborasi dengan ITB melalui program JKSM dapat membuka semakin banyak peluang bagi mahasiswa berprestasi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Selain memberikan alternatif jalur pendidikan yang lebih cepat, kerja sama tersebut diharapkan ikut meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta memperkuat daya saing lulusan perguruan tinggi teknologi Indonesia.

Dengan integrasi pendidikan S1 dan S2 tersebut, mahasiswa tidak hanya mendapatkan kesempatan menyelesaikan studi lebih cepat, tetapi juga memperoleh pengalaman akademik dan riset yang dapat menjadi bekal untuk memasuki dunia profesional maupun melanjutkan karier di bidang penelitian.

Editor : Farida Denura

Berita Scholae Terbaru