YOGYAKARTA - Mahasiswa peserta Kuliah Kerja
Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat Universitas Gadjah Mada
diharapkan ikut mengembangkan "UGM Discovery Channel".
"Dengan
demikian, pengetahuan bisa disistemasi yang pada akhirnya bisa diakses
oleh masyarakat secara luas," kata Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM)
Pratikno di Yogyakarta, Kamis.
Pada pelepasan 6.663 mahasiswa
peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat
(PPM) UGM periode antar-semester 2014, ia mengatakan selain melakukan
pengabdian pada masyarakat lokal, para mahasiswa juga diharapkan membuat
dokumentasi segala kegiatan.
Menurut dia, dokumentasi itu bisa
dalam bentuk tulisan maupun rekaman video karena dengan cara-cara
semacam itu pengabdian bukan hanya bermanfaat untuk masyarakat yang
dikunjungi dan ditinggali, tetapi juga masyarakat Indonesia dan
kemanusiaan.
"Taruh di blog, 'upload' di Youtube, dan serahkan
naskah dan video yang baik kepada LPPM UGM agar diedit untuk
diterbitkan. Jadi Saudara nanti bisa menerbitkan karya Saudara selama
KKN, bukan hanya dalam bentuk apa yang diabdikan, tetapi bisa juga
pengetahuan yang diperoleh dari masyarakat lokal," katanya.
Ia
mengatakan, mahasiswa peserta KKN PPM UGM diharapkan tetap terbuka
terhadap permasalahan lokal dan kemanusiaan termasuk isu-isu kontemporer
yang sedang hangat.
"Jika kesulitan menangkap permasalahan, bisa
mengakses 'global challenges for humanity' di google. Mahasiswa bisa
belajar masalah pangan, air, kesehatan, energi, lingkungan, dan masalah
lainnya," katanya.
Wakil Rektor UGM Bidang Penelitian dan
Pengabdian Masyarakat, Suratman, mengatakan bahwa sebanyak 6.663
mahasiswa KKN akan melakukan pengabdian mulai dari 11 Juli hingga 29
Agustus 2014, yang tersebar di 25 provinsi, 101 kabupaten, dan 191
kecamatan.
"Dengan rekontekstualisasi program KKN diharapkan
mampu mewujudkan KKN PPM yang lebih kontekstual dan mampu menghasilkan
pemimpin yang sejati, yakni lulusan UGM yang memiliki empati dan peduli
terhadap permasalahan masyarakat," katanya.
Sumber : Ant