Selasa, 27 Januari 2026

Pendidikan Terhadap Anak Perlu Dilakukan


 Pendidikan Terhadap Anak Perlu Dilakukan
Pendidikan terhadap anak perlu dilakukan sejak dini, termasuk juga mengajarkan tentang pendidikan seks. Pendidikan seks di usia dini dapat memberi pemahaman yang baik kepada anak agar mereka kelak tidak menyimpang dalam berpikir dan bertindak. Tidak terkecuali dengan anak berkebutuhan khusus (ABK).

Pada dasarnya pendidikan seks yang diberikan bagi anak autis (ABK) sama dengan anak-anak normal lainnya. Namun, perbedaannya adalah seorang remaja autis tidak punya pengetahuan yang cukup tentang seks. Ini disebabkan karena adanya keterbatasan kemampuan motorik dan perilaku.

"Memang, perkembangan fisiknya sama dengan anak normal lainnya termasuk perkembangan seksnya. Tapi yang berbeda pada anak autis tersebut adalah keterbatasan pengetahuan, motorik dan perilaku mereka," papar Ronny Gunawan, dosen FKIP UKI saat berbicara dalam talkshow Golden Kids FKIP UKI, Rabu (22/2) lalu di salah satu ruang kuliah FKIP.

Membahas tentang "Pendidikan Seks bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) dan Remaja Berkebutuhan Khusus (RBK)", Ronny yang juga sebagai konselor anak, mengungkapkan bahwa peran orang tua adalah yang paling besar agar ABK mengerti tentang seks, sehingga pada usia remaja mereka dapat memahami diri dan perubahan kondisi fisiknya. Pendidikan usia dini tersebut dapat membantu anak-anaknya menjauhi perilaku seks menyimpang.

Menurutnya, sekarang masih banyak orang tua dari ABK yang menyepelekan hal ini sehingga saat menginjak usia remaja, mereka baru menyadari anaknya berlaku seks yang menyimpang. Seks menyimpang tersebut seperti melakukan hal-hal vulgar di depan umum tanpa rasa malu.

"Latihlah mereka seperti saat menggunakan toilet sesuai jenis kelaminnya, dalam menjaga kebersihan badan, dan timbulkan rasa malu agar anak autis kita takut melakukan hal-hal vulgar yang tidak semestinya mereka lakukan. Tentunya, orang tua perlu dengan sabar mendidik secara berulang-ulang hingga anak tersebut paham. Karena dalam penanganannya, secara bertahap itu bisa memakan waktu hingga 15 tahun," ungkap Roni.

Rencananya, Golden Kids akan membuka tempat terapi bagi anak-anak berkebutuhan khusus beberapa bulan ke depan. Tempat ini dapat menjadi wadah komunitas bagi orang tua ABK berbagi atau bertukar pengalaman tentang pendidikan anak autis.

Usai talkshow, para orang tua bersama anaknya dan guru-guru pendamping ABK dari Golden Kids bermain bersama melalui lomba joget balon dan acara bagi kado.(PR)
Penulis : Farida Denura

Berita Scholae Terbaru