Pendidikan terhadap anak perlu dilakukan sejak dini, termasuk juga
mengajarkan tentang pendidikan seks. Pendidikan seks di usia dini dapat
memberi pemahaman yang baik kepada anak agar mereka kelak tidak
menyimpang dalam berpikir dan bertindak. Tidak terkecuali dengan anak
berkebutuhan khusus (ABK).
Pada dasarnya pendidikan seks yang
diberikan bagi anak autis (ABK) sama dengan anak-anak normal lainnya.
Namun, perbedaannya adalah seorang remaja autis tidak punya pengetahuan
yang cukup tentang seks. Ini disebabkan karena adanya keterbatasan
kemampuan motorik dan perilaku.
"Memang, perkembangan fisiknya
sama dengan anak normal lainnya termasuk perkembangan seksnya. Tapi yang
berbeda pada anak autis tersebut adalah keterbatasan pengetahuan,
motorik dan perilaku mereka," papar Ronny Gunawan, dosen FKIP UKI saat
berbicara dalam talkshow Golden Kids FKIP UKI, Rabu (22/2) lalu di salah
satu ruang kuliah FKIP.
Membahas tentang "Pendidikan Seks bagi
Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) dan Remaja Berkebutuhan Khusus (RBK)",
Ronny yang juga sebagai konselor anak, mengungkapkan bahwa peran orang
tua adalah yang paling besar agar ABK mengerti tentang seks, sehingga
pada usia remaja mereka dapat memahami diri dan perubahan kondisi
fisiknya. Pendidikan usia dini tersebut dapat membantu anak-anaknya
menjauhi perilaku seks menyimpang.
Menurutnya, sekarang masih
banyak orang tua dari ABK yang menyepelekan hal ini sehingga saat
menginjak usia remaja, mereka baru menyadari anaknya berlaku seks yang
menyimpang. Seks menyimpang tersebut seperti melakukan hal-hal vulgar di
depan umum tanpa rasa malu.
"Latihlah mereka seperti saat
menggunakan toilet sesuai jenis kelaminnya, dalam menjaga kebersihan
badan, dan timbulkan rasa malu agar anak autis kita takut melakukan
hal-hal vulgar yang tidak semestinya mereka lakukan. Tentunya, orang tua
perlu dengan sabar mendidik secara berulang-ulang hingga anak tersebut
paham. Karena dalam penanganannya, secara bertahap itu bisa memakan
waktu hingga 15 tahun," ungkap Roni.
Rencananya, Golden Kids akan
membuka tempat terapi bagi anak-anak berkebutuhan khusus beberapa bulan
ke depan. Tempat ini dapat menjadi wadah komunitas bagi orang tua ABK
berbagi atau bertukar pengalaman tentang pendidikan anak autis.
Usai talkshow,
para orang tua bersama anaknya dan guru-guru pendamping ABK dari Golden
Kids bermain bersama melalui lomba joget balon dan acara bagi kado.(PR)