Selasa, 27 Januari 2026

Mahasiswa UI Ciptakan Alat Penjemur Pakaian yang Peka Perubahan Cuaca


 Mahasiswa UI Ciptakan Alat Penjemur Pakaian yang Peka Perubahan Cuaca
DEPOK - Cuaca tidak menentu kerap menjadi permasalahan tersendiri bagi mereka yang beraktivitas di luar rumah dan meninggalkan pakaian dalam kondisi basah usai dicuci. Terinsipirasi pada situasi tersebut, sejumlah mahasiswa Universitas Indonesia (UI) dari Fakultas Ilmu Komputer (Fasilkom) yang tergabung dalam tim Sunsquare yaitu Riza Herzego Nida Fathan (Sistem Informasi 2011), Yusuf Cahyo (Alumni Ilmu Komputer angkatan 2011), Muhammad Faris (Sistem Informasi 2013), Kurniagusta Dwinto (Ilmu Komputer 2011) dan Irfan Nur Afif (Ilmu Komputer 2011) menciptakan “Jemurin (Jemuran Integrated System)” yang merupakan alat penjemur pakaian yang telah ditegrasikan dengan sebuah sistem untuk mendeteksi matahari dan hujan disaat tidak ada penghuni.

"Jemurin mampu mendeteksi perubahan cuaca (matahari dan hujan) yang terjadi akan ditangkap oleh sistem sehingga sistem akan berfungsi sebagai pengangkat dan penjemur (tarik-ulur) pakaian secara otomatis," ujar Ketua Kelompok Sunsquare, Riza Herzego, Jumat (13/3).

Misalnya lanjut Riza, pada saat sistem menangkap cuaca hujan maka jemurin akan menarik pakaian yang telah terjemur dan sebaliknya apabila sistem menangkap cuaca matahari maka jemurin akan mengulur pakaian tersebut. Selain itu, Jemurin juga dapat diakses melalui website, aplikasi mobile serta dapat mengirimkan notifikasi SMS kepada pengguna.

Riza menjelaskan, jemuran ini akan bekerja pada saat sistem menangkap cuaca hujan maka jemurin akan menarik pakaian yang telah terjemur dan sebaliknya apabila sistem menangkap cuaca matahari maka jemurin akan mengulur pakaian tersebut. Selain itu, Jemurin juga dapat diakses melalui website, aplikasi mobile serta dapat mengirimkan notifikasi SMS kepada pengguna.

Kreativitas mahasiswa UI ini berhasil membawa mereka ke ajang Hackathon Hardware, dan menjadi juara ke tiga dari kompetisi tersebut. Langka terbarukan seperti ini mulai banyak diminati oleh para peneliti muda.Kompetisi ini merupakan ajang bagi para inovator untuk menciptakan terobosan dan inovasi dalam bentuk hardware yang bisa menyelesaikan masalah di berbagai ranah publik. Keunikan alat Jemurin ini berhasil mengantarkan Tim Sunsquare UI meraih Juara 3.

Tidak hanya itu, prestasi membanggakan lainnya datang dari mahasiswa UI yang tergabung dalam Tim FlowGo yang berhasil meraih Juara 1 pada ajang yang sama yaitu Hackathon Hardware 2015. Tim FlowGo merupakan gabungan mahasiswa dari dua fakultas berbeda yaitu Fasilkom UI dan Fakultas Teknik UI (FTUI) yang terdiri atas Darwin (Ilmu Komputer 2011), Novian Habibie (Ilmu Komputer 2011), Lintang Adyuta Sutawika (T. Elektro 2011), Ismi Rosyiana Fitri (T. Elektro 2012), dan Aldwin Akbar (T. Komputer 2013) dengan temuannya berupa alat Meteran Air Digital.

Meteran Air Digital menggabungkan sistem hardware dan software serta menggunakan konsep Internet of Things (IoT) dan Big Data. Alat ini juga dapat diintegrasikan dengan sistem pengolahan data dalam skala besar untuk memantau penggunaan air pada suatu wilayah. Jika setiap bagunan menggunakan alat ini maka setiap bagunan tersebut akan memberikan data debit air ke data server. Dengan demikian alat ini dapat membantu pemerintah dalam memantau pengunaan air di suatu kota/wilayah serta dapat menunjukkan rincian lokasi bangunan yang dianggap sebagai penguna air yang paling baik ataupun berlebihan.

Meteran air digital ini akan membantu pengguna dalam melakukan pemantauan penggunaan air secara online/internet. Dengan memanfaatkan sensor flowmeter, alat ini dapat mengukur data debit air yang melewati sensor tersebut kemudian datanya dikirimkan ke mikrokontroller dengan bantuan koneksi GPRS. Data debit air tersebut akan diolah oleh data server dan ditampilkan dalam bentuk sebuah website serta aplikasi mobile. Selain itu, statistik data dari alat ini juga dapat ditampilkan ke dalam bentuk grafik dan tabel track record per waktu sehingga pengguna dapat langsung mengetahui dan menghitung berapa biaya yang harus mereka bayar.

Dalam siaran pers Kantor Humas dan Keterbukaan Informasi Publik (KIP) UI yang diterima scholae.co dijelaskan bahwa kedua prestasi yang dihasilkan oleh para mahasiswa UI tersebut diharapkan dapat terus memotiovasi mahasiswa UI lainnya agar dapat berkontribusi memberikan solusi nyata dalam bentuk terobosan dan inovasi. UI di dalam upayanya menjadi Universitas Riset Kelas Dunia senantiasa mengunggulkan penyelenggaraan Pendidikan Tinggi berbasis riset untuk pengembangan Ilmu, Teknologi, Seni dan Budaya, salah satunya dengan memperkuat pembelajaran serta infrastruktur risetnya agar dapat terus menopang mahasiswa dan dosen UI di dalam menghasilkan solusi dan  strategi atas berbagai masalah di ranah publik. (PR)

Penulis : Patricia Aurelia

Berita Scholae Terbaru