Selasa, 27 Januari 2026

DRPM UI Gelar Seminar Bahas Solusi Krisis Listrik Indonesia


 DRPM UI Gelar Seminar Bahas Solusi Krisis Listrik Indonesia
DEPOK - Untuk kedua kalinya, Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat Universitas Indonesia (DRPM UI) kembali menggelar Seminar dan Diskusi Nasional yang kali ini mengangkat tema “Kebijakan dan Langkah Strategis dalam Percepatan Pembangunan Infrastruktur Ketenagalistrikan.” DRPM UI selaku Direktorat yang menjalankan fungsinya sebagai sentra riset dan pengabdian masyarakat, menyadari akan pentingnya peran universitas untuk menggali pengetahuan-pengetahuan strategis dari berbagai pemangku kepentingan baik itu di pemerintahan maupun swasta.

Dengan demikian DRPM mampu secara aktif dalam mendorong pengembangan riset yang menyentuh pada permasalahan bangsa dan menjalankan beragam upaya akselerasi pembangunan negara. Adapun output dari setiap Seminar dan Diskusi Nasional yang diselenggarakan, DRPM akan mengeluarkan sebuah buku putih yang mencatat hasil diskusi yang diharapkan dapat dijadikan acuan di dalam menetapkan kebijakan dan langkah strategis.

Hadir sebagai pembicara pada seminar tersebut adalah Sudirman Said, SE, Ak, MBA.Menteri ESDM RI, Prof. Dr. H.Rizal Djalil, BPK RI Prof. Dr. Anwar Nasution, Akademisi FEB UI, Dr. Ing. Eko Adhi Setiawan, Direktur TREC FTUI dan dimoderatori Effendi Ghazali, Ph.D., MPS ID. Seminar dilaksanakan pada Senin (30/3) di Balai Tirta UI kampus Depok.

Dalam siaran pers yang diterima scholae.co,Kepala Kantor Humas dan KIP UI, Rifelly Dewi Astuti,SE,MM menjelaskan penyelenggaraan seminar ini dilatarbelakangi atas krisis listrik yang terjadi beberapa tahun terakhir. Salah satu penyebabnya adalah disparitas antara kebutuhan masyarakat dengan kemampuan Pemerintah di dalam menyediakan listrik.

Sejumlah daerah yang merasakan krisis listrik tambah Felly berada di wilayah Sumatera, Kalimantan, dan wilayah Sulmapa (Sulawesi, Maluku dan Papua). Salah satu contoh disparitas tersebut adalah pertumbuhan penjualan tenaga listrik di Sumatera sebesar 9,4% per tahun namun tidak dibarengi dengan kapasitas pembangkit dimana hanya mencapai angka pertumbuhan rata-rata sebesar 5,2% per tahun. Demikian pula di Kalimantan, pertumbuhan penjualan listrik mencapai rata-rata 10,5% per tahun sedangkan pertumbuhan kapasitas pembangkit rata-rata hanya 1% per tahun.

Namun menurut Felly, pemerintah bukannya tinggal diam melainkan telah berusaha memberikan pelayanan listrik kepada seluruh rumah tangga. Hal tersebut dapat dilihat dari data rasio elektrifikasi yang menunjukkan peningkatan selama 5 tahun terakhir (2014-2009) walaupun rasio tersebut belum menyentuh presentase 90% yang dapat diartikan bahwa masih ada 10% dari total jumlah rumah tangga di Indonesia yang belum teraliri listrik.

Usaha pemerintah kata Felly di dalam mengatasi krisis listrik tersebut mengalami sejumlah kendala diantaranya pembangunan infrastuktur ketenagalistrikan. Hasil pemeriksaan BPK menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan dengan realisasi pembayaran senilai Rp5,949 triliun tidak dapat diselesaikan dan terhenti karena Ijin Multi Year atas proyek-proyek tersebut telah habis. Beberapa masalah signifikan yang mengakibatkan tidak dapat diselesaikannya proyek-proyek tersebut adalah kendala dalam pembebasan lahan, perizinan, dan permasalahan teknis kontraktor.

Lebih lanjut Felly mengatakan kendala lain yang dihadapi adalah pemenuhan kebutuhan listrik masih didominasi oleh peran PT PLN (Persero) maupun Pemerintah (Pusat) dimana keterlibatan swasta maupun Pemerintah Daerah dirasakan masih sangat kurang. Kebijakan pengembangan usaha ketenagalistrikan dengan hanya mengandalkan Pemerintah Pusat melalui dana APBN dan juga PT PLN tentunya kurang kondusif dalam upaya mempercepat pemenuhan kekurangan pasokan tenaga listrik.

Berdasarkan uraian tersebut seminar ini diharapkan mampu mempertemukan dan mensinergikan pemikiran, ide, dan usulan dalam rangka perbaikan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan sehingga rencana Pemerintah dalam pembangunan pembangkit 35.000 MW dapat terlaksana.  

“Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi sebuah forum konstruktif di dalam membahas peran serta dan kontribusi yang dapat diberikan oleh seluruh pihak yang terkait. Universitas memiliki peran sentral di dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul pada bidang-bidang spesifik. Dengan demikian UI mampu menghasilkan para peneliti yang dapat menciptakan konsep dan strategi jangka panjang dalam rangka percepatan pembangunan negara yang didasarkan pada riset bermutu serta sinergi yang kuat antara birokrat, pelaku industri serta masyarakat profesi,harap Direktur DRPM UI Mohammed Ali Berawi, M.Eng.Sc,PhD. (PR)

Penulis : Patricia Aurelia

Berita Scholae Terbaru