Selasa, 27 Januari 2026

Usahid Jakarta Lepas 428 Wisudawan


 Usahid Jakarta  Lepas 428 Wisudawan Suasana Wisuda Usahid Jakarta yang berlangsung Rabu (26/3/2015)di Puri Agung Grand Sahid Jaya Hotel. (Foto: Dok. Humas Usahid)
JAKARTA - Universitas Sahid Jakarta (Usahid Jakarta), kembali meluluskan sebanyak 428 wisudawan dari 5 Fakultas,  yaitu program S-1 dan D3  Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) 91 orang,Fakultas Teknologi Industri Pertanian (FTIP) 53 orang, Fakultas Hukum (FH) 28 orang, Fakultas Teknik (FT) 35 orang dan Fakultas Ekonomi (FE) 150 orang. Sekolah Pasca Sarjana sebanyak 71 orang terdiri dari Program Magister (S-2) 68 orang  dan 3 orang wisudawan dari Program Doktor (S3).      

Sri Prapti, S.Sos, Kasubdit Humas Usahid dalam siaran pers yang diterima scholae.co mengatakan wisuda ke-34 Tahun Akademik 2014/2015, yang berlangsung Rabu (26/3/2015)di Puri Agung Grand Sahid Jaya Hotel ini mengusung tema ”Peranan Sumber Daya Manusia yang Unggul dalam Memperkuat Daya Saing Bangsa Menyongsong Masyarakat Ekonomi ASEAN”.  

Upacara wisuda Usahid yang genap memasuki usia ke 27 tahun pada tanggal 14 Maret 2015 lalu ini, tambah Sri diawali laporan Rektor Usahid, Prof. Ir. Toni Atyanto Dharoko, M.Phil, Ph.D. Hadir serta juga memberikan sambutan Ketua Umum Yayasan Kesejahteraan, Pendidikan dan Sosial Sahid Jaya, Dr. H.Nugroho B.Sukamdani, MBA, BET, Koordinator Kopertis Wilayah III, Prof. Dr. Ilza Mayuni, MA dan Ketua Pendiri dan Pembina Yayasan Kesejahteraan, Pendidikan dan Sosial Sahid Jaya, Prof.DR. H.Sukamdani S.Gitosardjono.  

Orasi ilmiah menghadirkan, Menteri Negara Riset Teknologi & Pendidikan Tinggi RI, Prof. Drs. H. Muhammad Nasir, MSi.Akt.PhD. Dalam orasi ilmiahnya kata Sri Prapti dikatakan bahwa pendidikan tinggi Indonesia harus bermutu dan relevan dengan kebutuhan pembangunan nasional dan dapat berinovasi/berkontribusi secara nyata kepada peningkatan daya saing bangsa agar mampu mensejajarkan diri dengan negara-negara lain. Inovasi yang berbasis pada produk litbang akan memberi dampak langsung pada peningkatan produktivitas berkelanjutan, yang pada akhirnya dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi bangsa.

Untuk mengejar ketertinggalan Indonesia, pembangunan iptek dilaksanakan dengan menggunakan wahana system inovasi nasional (SiNas). Inti dari SiNas adalah interaksi antar actor inovasi (Academision, Government dan Business) untuk menghasilkan produk inovasi. Interaksi “triple helix” ini, dimana Akademisi menjadi actor dalam pengembangan iptek, Pemerintah sebagai regulator & fasilitator, industry sebagai ujung tombak inovasi dan pembangunan ekonomi nasional.

Sementara Menteri Ristek dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) RI, Muhammad Nasir, menghimbau perguruan tinggi, untuk melakukan inovasi dengan menerapkan tri darma perguruan tinggi untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas dan mempunyai kompetensi tinggi di bidangnya. Selain itu Perguruan Tinggi juga harus bisa menghasilkan riset-riset berdasarkan permintaan (base on demand) di lapangan karena penelitian tersebut nantinya akan berguna untuk dunia usaha dan masyarakat luas.

"Perguruan tinggi merupakan salah satu actor penting dalam system inovasi nasional. Sehingga apa yang diramalkan dari hasil penelitian oleh Bank Dunia, bahwa Indonesia akan menjadi salah satu kekuatan ekonomi dunia yang sangat diperhitungkan yang memiliki potensi sebagai Negara new emerging economies dengan pencapaian pertumbuhan ekonomi yang relative tinggi di masa mendatang dapat tercapai tidak terlalu lama lagi,"kata Menristek Dikti.

Dijelaskan Sri Prapti, pada acara wisuda Usahid Jakarta 34 Tahun Akademik 2014/2015  ini, didampingi Rektor Usahid Jakarta, Prof. Ir. Toni Atyanto, M.Phil, Ph.D,  dan Ketua Umum Yayasan Sahid Jaya, Dr. H. Nugroho B. Sukamdani, MBA, BET, Ketua Dewan Pendiri dan Pembina Yayasan Sahid Jaya, Prof. DR. H. Sukamdani Sahid Gitosadjono beserta Wakil Ketua Dewan Pendiri dan Pembina Yayasan Sahid Jaya, Hj. Juliah Sukamdani, memberikan penghargaan kepada wisudawan terbaik masing-masing Fakultas, termasuk dari Sekolah PascaSarjana (SPS) Usahid Jakarta.

Mereka adalah Nelson Kapoyos (Fakultas Hukum/Hukum Bisnis), Restiara Tamrin (Fakultas Teknologi Industri Pertanian/ Teknologi Pangan), Ranyssa Bunga Permata Bekti (FIKOM/D3 Humas), Wina Rosmalasari (FIKOM/ S1 Humas), Budi Sutomo Putra (Fakultas Teknik/ Teknik Industri), Hikma Oktaviani (Fakultas Ekonomi/Akuntansi), serta Irvan Fahrudin (S2 PascaSarjana/Magister Manajemen) dan, Doseba Tua Sinay (S3 PascaSarjana/ Doktor Ilmu Komunikasi).

Di antara lulusan yang diwisuda terdapat 2 wisudawan yang menarik perhatian, yaitu wisudawan dari fakultas hukum  program studi praktisi hukum – Hotmangaradja Pandjaitan, yang merupakan duta besar Indonesia untuk Perancis sekaligus putra dari pahlawan revolusi DI Pandjaitan. Lulus dengan IPK 3,85 predikat cumlaude.  Sedangkan wisudawan lainnya adalah Tjitraningsih yang merupakan wisudawan tertua berusia 71 tahun, ibunda dari artis gugun gondrong. Lulus dengan IPK 3,75 predikat cumlaude dari program magister ilmu komunikasi sekolah pascasarjana.

Ke depan Universitas Sahid Jakarta di dorong untuk menghasilkan riset yang menghasilkan produk dan dihilirkan ke dunia usaha dan Universitas Sahid terus memantapkan diri sebagai Perguruan Tinggi unggulan menuju universitas berbasis riset.(PR)



Penulis : Farida Denura

Berita Scholae Terbaru