JAKARTA - Sebagai upaya untuk menciptakan suatu wadah kegiatan yang tersistematis dan dapat menuntut siswa untuk bersikap kompetitif dalam pengertian yang positif, pada hari Kamis 19 Maret 2015, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Budi Luhur (UBL) menggelar “Pekan Ilmiah Mahasiswa” dengan mengusung tema “Diplomasi Indonesia Dalam Mewujudkan Visi Poros Maritim Dunia”.
Kegiatan seperti ini dimaksudkan untuk membuka peluang bagi pengembangan potensi mahasiswa dalam kegiatan ilmiah. "Acara ini diharapkan akan menghasilkan output berupa kumpulan karya ilmiah mahasiswa yang diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif solusi terhadap permasalahan-permasalahan yang dikaji dan berdampak pada meningkatnya kemampuan berfikir solutif,"jelas Wendi Usino, Ph.D selaku Deputi Rektor Bidang Akademik pada sambutan pembukaan acara.
Sementara Dekan FISIP, Denik Iswardani Witarti, Ph.D mengatakan mahasiswa harus aktif dalam berpartisipasi serta mulai untuk berfikir kritis, karena pelatihan-pelatihan yang akan diberikan dari kegiatan ini akan berguna sebagai bekal mahasiswa dalam menghadapi tugas akhir “”.

Pekan Ilmiah ini dilanjutkan dengan kuliah umum yang diberikan oleh Duta Besar Argentina untuk Indonesia, Ricardo Luis Bocalandro dan perwakilan INVAP Pengembangan teknologi nuklir Argentina, Ruben Mazzi bertema “Hubungan Diplomatik Indonesia: Kesempatan dan Tantangan”.
Duta Besar Argentina membuka kuliah umum dengan memaparkan mengenai profil negara Argentina dan keunggulannya. Dengan luas wilayah lebih dari 3,7 juta km2, sumber daya manusia sejumlah 40 juta jiwa dan kekayaan alam baik dari sektor pertambangan maupun pertanian dan peternakan. Argentina kata Bocalandro, mempunyai modal yang cukup kuat untuk tumbuh menjadi salah satu negara penting di benua Amerika. Argentina juga tambah dia mempunyai GDP per kapita dengan purchasing power tertinggi di Amerika Latin yaitu sebesar 13.000 dollar AS per tahun. Dengan berbagai potensi ini dan keaktifan Argentina dalam berbagai forum regional dan internasional juga membuat negara ini menjadi negara berpengaruh di kawasan Amerika Latin.
Bocalandro juga memaparkan kerjasama Argentina dan Indonesia dalam berbagai bidang. Dia menjelaskan bahwa Argentina sangat optimis menjalin kerjasama dengan Indonesia di bidang investasi ekonomi. Hal ini dikarenakan Argentina dan Indonesia merupakan negara G20.””
Kuliah umum kemudian dilanjutkan dengan pemaparan dari Ruben Mazzi yang merupakan perwakilan INVAP,suatu badan pengembangan teknologi nuklir di Argentina. Ruben mengatakan Argentina memiliki perusahaan negara yang mengatur energi nuklir yaitu Nucleolectica Argentina SA yang dibentuk tahun 1994. Pusat nuklir pertama Argentina, yang juga pertama di Amerika Latin adalah Atucha I yang mulai bekerja tahun 1974, proyek ini berkembang dengan dibangunnya Atucha II di tempat yang sama.
Dikatakan Ruben, Argentina ingin meningkatkan pengembangan tenaga nuklir untuk menggantikan tenaga fossil yang persediaannya hampir habis. Ruben kemudian meyakinkan mahasiswa yang banyak menanyakan apakah perkembangan nuklir ini bersifat damai dengan pemaparan bahwa proyek pengembagan ini bersifat damai karena Argentina telah menandatangani NPT (Nuclear Non Proliferation Treaty). Mahasiswa FISIP kemudian melontarkan pertanyaan mengenai prospek kerjasama dan hubungan bilateral antara Argentina dan Indonesia.
Bocalondra kemudian menyatakan bahwa kesempatan kerjasama antara Indonesia dan Argentina sangat besar, terutama di bidang ekonomi dan energi. (PR)