Selasa, 27 Januari 2026

FISIP UBL Gelar JSDC 2015


  FISIP UBL  Gelar JSDC 2015 Sebanyak 220 peserta dari 20 SMA se-Jabodetabek turut berpartisipasi pada simulasi sidang Bali Democracy Forum (BDF) (Foto: Dok. Humas UBL)
JAKARTA - Program Studi Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP)  Universitas Budi Luhur (UBL) untuk ke-16 kalinya  menggelar kegiatan tahunan bertajuk "Junior Short Diplomatic Course (JSDC)". Kegiatan yang pada Kamis (26/3/2015) di  ini terselenggara atas kerjasama  dengan Direktorat Diplomasi dan Informasi Kementerian Luar Negeri RI. Kegiatasn berlangsung pada Kamis, 26 Maret 2015 di auditorium Universitas Budi Luhur, Jakarta

JSDC tahun ini masih menggunakan simulasi sidang Bali Democracy Forum (BDF) dengan mengusung tema BDF VI “Consolidating Democracy in Pluralistic Society”. Sebanyak 220 peserta dari 20 SMA se-Jabodetabek turut berpartisipasi pada simulasi sidang ini. Sejak 2013, kegiatan ini telah menjadi wadah kompetisi bagi siswa/i SMA yang tertarik belajar menjadi Diplomat.

Ketua Program Studi HI FISIP UBL Yusran,SiP,MSi. menjelaskan masing-masing SMA diwajibkan mengirimkan dua perwakilan siswa-siswinya untuk berperan menjadi Presiden dan Menteri Luar Negeri. Tiga juri dari Direktorat Diplomasi dan Informasi Kementerian Luar Negeri RI menilai kapabilitas penggunaan bahasa Inggris mereka. Selain itu, mereka juga akan dinilai gesture, attitude, hingga position paper yang dibuat. Juara JSDC 2015 dibagi menjadi ke dalam kategori yakni Best Speaker, Best Position, dan Juara Bergilir””  

Dijelaskan Yusran, pemenang Best Speaker Ke-1 dimenangkan oleh SMK 43 Jakarta; Ke-2 oleh SMAN 1 Tangerang Selatan; ke-3: SMAN 7 Tangerang Selatan. Sementara untuk Best Position Paper Ke-1 dimenangkan oleh SMK Al-Hikmah; ke-2 oleh SMAN 112 Jakarta; Ke-3 oleh  SMAN 13 Tangerang Selatan. Terakhir, untuk juara bergilir dimenangkan oleh SMAN 112 Jakarta.

Yusran menambahkan kegiatan ini dapat terus berlangsung setiap tahunnya. Ia juga berharap tahun depan piala dapat tetap dipegang oleh Juara Bergilir tahun ini.

Dalam sambutannya, J Subagia Made, Perwakilan dari Direktorat Diplomasi dan Informasi Kementerian Luar Negeri RI, mengatakan bahwa pada dasarnya BDF adalah satu-satunya forum yang membahas demokrasi di Asia Pasifik. BDF merupakan wadah bagi negara peserta untuk berbagi pengalaman demokrasi di negaranya masing-masing. Dengan BDF inilah Indonesia menunjukkan kemampuannya dalam mengelola sistem demokrasi yang baik. Sementara JSDC dengan simulasi sidang BDF ini membantu Kemenlu RI untuk menyebarkan nilai-nilai positif dari sistem demokrasi, juga menimbulkan rasa cinta terhadap tanah air Indonesia.

Made menambahkan Menteri Luar Negeri RI sangat mengapresiasi kegiatan ini karena ternyata masih ada kaum muda yang peduli dan mau memperkenalkan BDF ke generasi muda. Dengan berlangsungnya JSDC ini, Kementerian Luar Negeri telah mencatat bahwa ini adalah kali ketiga Universitas Budi Luhur bekerja sama dengan Kemenlu RI untuk mengadakan Simulasi Sidang BDF. "Simulasi ini ternyata hasilnya cukup mirip dengan aslinya, untuk itu Kemenlu sangat mengapresiasi kegiatan ini,” ujar Made.(PR)
Penulis : Farida Denura

Berita Scholae Terbaru