Selasa, 27 Januari 2026

Pacu Budaya Riset, Kemenristek Siap Bersinergi dengan Universitas Trilogi


 Pacu Budaya Riset, Kemenristek Siap Bersinergi dengan Universitas Trilogi Menristek, Prof. Dr. Nasir Berbincang Akrab dengan Rektor Trilogi, Prof. Dr. Asep Saefuddin (foto: Dok. Humas Untri)
JAKARTA - Meskipun riset menjadi salah satu kewajiban pokok bagi perguruan tinggi. Tetapi kerja yang menunjukkan jati diri sebagai seorang akademisi ini masih belum optimal. Porsi aktifitas dosen hanya lebih banyak dihabiskan pada pembelajaran kelas serta tugas administratif saja. Padahal Tridharma Perguruan tinggi itu merupakan kesatuan yang utuh.

Rektor Universitas Trilogi, Prof. Dr. Asep Saefuddin menuturkan riset itu harus menjadi ciri khas perguruan tinggi. Oleh karena itu sebagai kampus yang ingin menguatkan budaya riset civitas akademikanya, Universitas Trilogi terus melakukan berbagai upaya agar para dosen terbiasa untuk melakukan kegiatan riset. Dosen juga diwajibkan mengikutsertakan mahasiswa dalam kegiatan risetnya. Lebih dari itu, riset yang dilakukanpun diarahkan membawa nilai dan manfaat kepada masyarakat luas. Tidak hanya sebatas berupa laporan saja.

“Memang yang selalu menjadi kendala riset, utamanya adalah kecilnya motivasi dosen dalam meneliti. Selain itu tentunya berkaitan dengan anggaran riset itu sendiri,” tuturnya.

Lebih lanjut, guru besar bidang statistika ini menuturkan bahwa untuk menjawab kendala tersebut perguruan tinggi perlu sebuah peta agar para dosen sekaligus mahasiswanya terbiasa melakukan riset. Selain itu harus dibentuk sebuah mitra yang triple helix antara perguruan tinggi, pemerintah, dan pihak industri.

“Harus dibangun pemetaan agar arah risetnya fokus dan jelas. Selanjutnya perguruan tinggi juga perlu menjalin kerjasama dengan pemerintah dan dunia industri. Melalui hubungan triple helix yang sinergis ini dipastikan akan dapat memajukan riset di Indonesia,” sampai Prof. Asep.

Senada apa yang disampaikan Rektor Universitas Trilogi, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Prof. M. Nasir juga menuturkan salah satu dari tiga strategi pokok kebijakan Sistem Inovasi Nasional Indonesia yang terkait dengan peran perguruan tinggi adalah dengan memperkuat kemitraan bersama dunia usaha dan pengguna.

“Kemitraan Perguruan Tinggi, bisnis, pemerintah dalam pola sinergi triple helix harus kita kembangkan terus untuk meningkatkan hilirisasi atau komersialisasi hasil riset ke pasar sehingga pembangunan iptek dan inovasi dapat berkontribusi secara nyata dalam pembangunan nasional,” sampainya saat menghadiri seremonial wisuda Universitas Trilogi pada akhir Maret (28/3) lalu.

Oleh karena itu, guru besar yang sempat terpilih menjadi Rektor Undip ini menyatakan siap bekerjasama dan bersinergi dengan Universitas Trilogi. “Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi , dan 7 Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK)nya yaitu; BPPT, LIPI, BATAN, LAPAN, BIG, BSN dan BAPETEN siap bekerjasama dan bersinergi dengan Universitas Trilogi dalam upaya mengembangkan SDM dan Inovasi yang unggul,” harapnya

Menuturnya kerja sama antar lembaga sangat penting untuk  hubungan yang saling mengisi antar lembaga. Hubungan ini merupakan aspek penting karena akan terjadi pemanfaatan bersama sumber daya, sarana dan prasarana IPTEK. Sinergi sumber daya ini harus dikedepankan dengan mengurangi egosektoral diantara institusi di Indonesia.

Penulis : Farida Denura

Berita Scholae Terbaru