KUBU RAYA, KALBAR - Dengan mengusung semangat penghargaan terhadap pluralisme, yakni multi etnis dan agama, Taman Seminari Suara Alam Percontohan Kubu Raya diresmikan pendiriannya, sesuai dengan Surat Keputusan Ijin Operasional yang ditandatangani Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik, Drs. Eusabius Binsasi Jumat (10/4/2015)
Penyerahan SK, diserahkan Dirjen kepada Ketua Pembina Yayasan, Dr. Andreas Muhrotien, M.Si, disaksikan oleh Pemda Kubu Raya, Kalimantan Barat, Kepala Badan Nasional Penanaman Modal Terpadu yakni Maria Agustina, Uskup Emeritus Mgr. H. Bumbum OFMCap, Pst. Paulus Kota OFMCap Pastor Paroki St, Sisilia, serta para tokoh masyarakat setempat.
Dalam sambutannya Dirjen mengungkapkan selamat seraya mendukung berdirinya satuan pendidikan ini. Menurutnya, sebuah wadah pembinaan dan pendidikan harus menghantarkan para peserta didik, khususnya siswa usia dini, untuk belajar menjadi warga negara yang baik, sekaligus menjadi seorang Katolik yang meneladani spritualitas kekristenan. Untuk itu, “Diperlukan para pendidikan yang mampu menjadi pelayanan pendidikan yang bermutu,” tandas Dirjen. Dengan bekal tersebut, calon-calon penerus bangsa ini memiliki karakter yang sesuai dengan nilai-nilai pendidikan Katolik.

Pelayanan urusan agama Katolik tersebut, lanjut Dirjen, juga harus sungguh-sungguh menghayati nilai-nilai Pancasila. Pemerintah pun membantu tugas mulia ini, melalui program-program kemitraan, salah satunya lewat program pendidikan Katolik. “Dengan kemitraan yang terjalin antara Pemerintah dan Gereja, membuktikan bahwa negara hadir dalam usahanya mencerdaskan kehidupan bangsa, lewat lembaga kemasyarakatan, yang dibangun atas inisiatif masyarakat pula,” ungkap Dirjen.
Menurut Andreas, dalam sambutannya, diungkapkan bahwa Taman Seminari dijiwai oleh semangat multietnis dan agama. Tujuannya, untuk membangun harmonisasi di antara anak-anak bangsa yang mampu menghargai kebersamaan dan perbedaan sebagai kekayaan dalam membangun bangsa yang multi etnis. “Kami berharap agar kehadiran Yayasan Suara Alam ini, mampu menjadi inspirasi hidup dalam membentuk karakter batin yang berusaha mengutaman etika dan iman,” papar Andreas.
Dengan mengusung semangat penghargaan terhadap pluralisme, yakni multi etnis dan agama, Taman Seminari Suara Alam Percontohan Kubu Raya, diresmikan pendiriannya, sesuai dengan Surat Keputusan Ijin Operasional yang ditandatangani Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik, Drs. Eusabius Binsasi. Penyerahan SK tersebut diserahkan Dirjen kepada Ketua Pembina Yayasan, Dr. Andreas Muhrotien, M.Si, disaksikan oleh Pemda Kubu Raya, Kepala Badan Nasional Penanaman Modal Terpadu yakni Maria Agustina, Uskup Emeritus Mgr. H. Bumbum OFMCap, Pst. Paulus Kota OFMCap Pastor Paroki St, Sisilia, serta para tokoh masyarakat setempat.