Selasa, 27 Januari 2026

Mahasiswa Teknik Sipil UPH Manfaatkan Teknologi WEBINAR


 Mahasiswa Teknik Sipil UPH Manfaatkan Teknologi WEBINAR Sekitar 60 Mahasiswa Teknik Sipil UPH mengikuti WEBINAR dengan Martin Chandrawinata PE, LEED AP, langsung dari San Francisco, California, USA (Foto: Dok. Humas UPH)
KARAWACI - Selain mengutamakan pendidikan holistik, Universitas Pelita Harapan (UPH) juga menjunjung tinggi teknologi yang inovatif sebagai kualitas eksklusifnya. Salah satunya dalam pemanfaatan Web Seminar (WEBINAR) dalam kelas. WEBINAR adalah teknologi yang memungkinkan manusia untuk mengadakan sebuah seminar tanpa harus bertatap muka langsung satu dengan yang lain. Semua proses dijalankan via internet sehingga batasan jarakpun tidak menjadi hambatan.

Jurusan Teknik Sipil UPH memanfaatkan teknologi ini untuk kedua kalinya pada 29 April 2015 dengan topik “The Self-Anchored Sustain Bridge San Fransisco-Oakland Bay Bridge” oleh Martin Chandrawinata PE, LEED AP, professional engineering di bidang teknik sipil yang saat ini bekerja di San Francisco, California, USA terlebih khusus sebagai Construction Support pada pembangunan Bay Bridge dimana ekitar 60 Mahasiswa Teknik Sipil UPH mengikuti WEBINAR dengan Martin Chandrawinata PE, LEED AP, langsung dari San Francisco, California, USA.

Menurut Sunie Rahardja, Dosen Teknik Sipil UPH, topik yang dipilih berkaitan erat dengan mata kuliah yang diajarkan di Teknik Sipil sehingga sangat baik bagi mahasiswa untuk dapat mendengar dan mendapat penjelasan mengenai proyek teknik sipil, terlebih khusus yang berskala internasional dari praktisi langsung.

WEBINAR ini diselenggarakan pada salah satu kelas teknik sipil oleh dosen Ir. Ika Bali M.Eng,m Ph.D selama 1 jam dari jam 10.30-12.00 WIB, dipandu oleh Wira Tjong, kolega Ir. Ika Bali yang juga merupakan ahli civil dan structural engineering yang telah memiliki pengalaman selama 30 tahun di dunia struktural USA, Eropa, Karibia dan Asia. Martin dan Wira berbicara langsung dari San Francisco, California, USA kepada 50 mahasiswa jurusan Teknik Sipil UPH.

Martin menjelaskan secara detil dan teknis mengenai konstruksi jembatan Bay Bridge yang menghubungkan San Francisco dan Oakland yang menjadi jalan utama bagi 250,000 kendaraan per harinya. Awalnya, Bay Bridge dibangun karena gempa Loma Prieta yang terjadi selama 15 detik dengan 6.9 magnitud pada bulan Oktober 1989 memutus jembatan lama sehingga dibangunlah jembatan baru yang diklaim sebagai salah satu jembatan terbesar dan terlebar (2,047 feet) dengan model jembatan asimetris sebagai ciri khas keindahannya.

Untuk pertama kalinya dalam sejarah, pejalan kaki dan pengendara sepeda dapat menggunakan jembatan diatas laut yang menghubungkan San Francisco dan Oakland. Masa pakai Bay Bridge diperkirakan 150 tahun. “Jembatan ini sangat unik karena bukan hanya mencakup elemen struktural, namun juga mekanik dan elektrik. Faktanya, jembatan ini memiliki air conditioner untuk membersihkan udara sekitar jembatan,” jelas Wira Tjong.

Ir. Ika Bali berpendapat bahwa materi yang disampaikan benar-benar baru. “Ini teknologi baru jadi bisa menambah wawasan mahasiswa dan semua yang hadir dan webinar ini juga dapat menginspirasi kami untuk lebih kreatif dan nantinya dapat diterapkan di Indonesia,”ujar Ika Bali.

Selain itu, Adhitya (Teknik Sipil UPH 2012) menyatakan ketertarikannya dengan bangunan terlebih konstruksi jembatan semakin tinggi setelah mengikuti seminar ini. “Ada beberapa istilah yang sudah saya pelajari dan disebutkan di seminar ini sehingga saya lebih mengerti praktiknya. Melalui WEBINAR ini saya harap setelah lulus nanti dan bekerja bisa mengerti dengan jelas mengenai hal-hal teknis dalam konstruksi bukan sekedar teori saja,”terang Adhitya.(PR)  





Penulis : Farida Denura

Berita Scholae Terbaru