JAKARTA - Sebagai bagian dari kampanye brand “Igniting Possibilities, Sparking Joy” (SPARK), DBS mendukung dan memberikan kesempatan kepada wirausaha berbasis sosial dalam merealisasikan program pembekalan wirausaha sosial dan pengelolaan sampah yang bertanggung jawab. Program kerjasama pengembangan kewirausahaan sosial dari DBS Foundation dengan Greeneration Indonesia di 5 (lima) Sekolah Menengah di wilayah Bekasi telah menunjukan antusiasme yang tinggi
Dalam siaran pers yang diterima scholae.co, dijelaskan bahwa program pendampingan kewirasahaan sosial “Prakarsa” telah berhasil menjaring 197 murid Sekolah Menengah yang memiliki semangat kewirausahaan tinggi, sedangkan sebanyak 1.400 siswa telah berpartisipasi dalam program 3R School Adoption. Program 3R School Adoption yang didukung oleh DBS menunjukkan perubahan perilaku sadar lingkungan dengan pemilahan materi sampah agar dapat didaur-ulang
Sejak peluncurannya pada Maret 2015, program pembinaan kewirausahaan sosial yang didukung oleh DBS Foundation (DBSF) bersama Greeneration Indonesia (GI) telah disambut baik oleh pihak sekolah peserta. Edukasi tentang kewirausahaan sosial yang dikemas dalam program Program Kewirausahaan Sosial untuk Sekolah Menengah Atas (Prakarsa) dan pengelolaan sampah yang bertanggung jawab dalam program 3R (Reduce, Reuse, Recycle) School Adoption telah dilaksanakan bagi para guru dan murid dari lima sekolah menengah di Bekasi. Kelima sekolah menengah yang mendapatkan pembekalan antara lain adalah SMKN 3, SMAN 2, SMA PGRI 1, SMAN 13, dan SMAN 9.

Program "Prakarsa" adalah cara untuk mengenalkan dan menyebarkan semangat kewirausahaan sosial kepada anak-anak muda, sembari membantu para siswa untuk memformulasi ide-ide yang independen dan berkelanjutan untuk menyelesaikan berbagai masalah sosial. Siswa dengan minat khusus terhadap kewirausahaan sosial akan didampingi untuk dapat mengembangkan idenya dan ikut dalam kompetisi. Pemenang kompetisi akan mendapatkan modal awal untuk merealisasikan ide kewirausahaan sosial tersebut.
Dalam pelaksanaannya, untuk membantu para siswa memahami konsep ini, mereka diajak berpartisipasi dalam kegiatan kewirausahaan sosial 3R School Adoption yang dipimpin oleh Waste4Change, anak usaha dari GI dan Eco Bali. Program Waste4Change tidak hanya mengajarkan para siswa untuk menjadi bertanggung jawab atas sampah yang mereka hasilkan, tapi juga secara proaktif memilah serta memproses sampah tersebut menjadi pupuk.
Sementara itu, sampah non-organik akan diproses oleh petugas kebersihan. Mona Monika, Head of Group Strategic Marketing and Communications PT Bank DBS Indonesia menuturkan, “Menginspirasi anak muda dengan kewirausahaan sosial adalah fokus dari DBS Foundation. Bekerja sama dengan Greeneration melalui program Prakarsa dan 3R School Adoption akan membantu kami untuk mendapatkan momentum yang baik menuju arahan tersebut. Saya percaya bahwa para siswa yang berpartisipasi akan berperan penting dalam menyukseskan program tersebut serta membawa dampak positif bagi sosial dan lingkungan.”
Di masa mendatang, program Waste4Change 3R School Adoption akan berfokus untuk menanamkan perilaku ramah lingkungan, melalui pengolahan sampah yang tepat. Yaitu melalui pemilahan sampah, pengomposan, hingga proses daur ulang material non-organik yang dapat menghasilkan nilai ekonomis. “Kami ingin mengedukasi bahwa sampah dapat menjadi benda yang berharga. Jika dikelola dengan benar, sampah tidak hanya dapat menciptakan manfaat sosial dan lingkungan, namun juga memberikan kontribusi ekonomi,” ujar Bijaksana Junerosano, Chief Change Officer dari GI sekaligus Chief Operating Officer Waste4Change di Jakarta, Kamis (21/5/2015).
“Kami mendapatkan pengetahuan baru mengenai kewirausahaan sosial, yang menginspirasi saya dan teman-teman dalam mengembangkan ide untuk membantu masyarakat. Kami sangat senang karena bisa melakukan aksi nyata untuk kehidupan yang lebih baik di masyarakat,” ujar Rufus, salah seorang pelajar SMAN 13 Bekasi yang juga Ketua Ekstrakurikuler Pencinta Lingkungan.
Dengan semangat “Igniting Possibilities, Sparking Joy” untuk stakeholders, Mona menambahkan, “Bagi kami, merealisasikan SPARK teman-teman GI merupakan hal yang berharga. Kami senang karena dapat membantu mewujudkan aspirasi mereka untuk lingkungan yang lebih hijau dan bersih. Kami berharap aktivitas ini dapat memercikkan lebih banyak SPARK di antara para siswa, khususnya untuk mengembangkan ide-ide sosial yang berdampak positif bagi masyarakat.”
DBS Indonesia sendiri didirikan pada 1989, dan merupakan bagian dari Grup DBS yang berbasis di Singapura, PT Bank DBS Indonesia (DBS Indonesia) memiliki sejarah panjang di Asia. Dengan 34 kantor cabang dan 1.600 pegawai tetap yang tersebar di 11 kota besar di Indonesia, DBS Indonesia memberikan berbagai layanan di konsumer, UKM, dan kegiatan perbankan korporasi.
DBS Indonesia mendapatkan penghargaan sebagai “Best Wealth Manager in Indonesia” dari The Asset dan “Best Foreign Exchange Bank in Indonesia” dari Global Finance. DBS Indonesia juga mendapat penghargaan “Banking Efficiency Award” dari Bisnis Indonesia selama dua tahun berturut-turut (2012-2013).
Sebagai yayasan korporasi di Asia yang berdedikasi memperjuangkan kewirausahaan sosial, DBS Foundation berkontribusi untuk membangun masyarakat yang lebih inklusif sehingga mereka yang kurang beruntung dapat menikmati kehidupan yang produktif dan bermanfaat. DBS Foundation bekerja sama dengan Wirausaha Sosial dan Wirausahawan Sosial di Singapura, India, Indonesia, Cina, Taiwan, Hong Kong melalui program-program yang bervariasi, mulai dari kompetisi bisnis sosial, forum belajar, inkubasi intensif, dukungan hibah, maupun pembiayaan dan pendampingan mentor oleh para relawan dengan keterampilan tertentu. Yayasan ini merupakan upaya Bank DBS untuk menciptakan dampak yang lebih besar lagi dalam menangani kebutuhan sosial yang terus berkembang di Asia. (PR)
Penulis : Patricia Aurelia