Selasa, 27 Januari 2026

Mahasiswa UI Manfaatkan Energi Gelombang Laut untuk Awetkan Ikan


 Mahasiswa UI Manfaatkan Energi Gelombang Laut untuk Awetkan Ikan Sistem pendingin guna mengawetkan ikan dengan memanfaatkan energi gelombang laut yang dirancang tiga mahasiswa UI. (Foto: Dok. Humas dan KIP UI)
DEPOK - Tiga mahasiswa Universitas Indonesia (UI) merancang sistem pendingin guna mengawetkan ikan dengan memanfaatkan energi gelombang laut. Inovasi yang ditawarkan memiliki keunggulan hemat energi serta memanfaatkan energi terbarukan, mudah diaplikasikan dan relatif lebih murah. Ketiga mahasiswa tersebut adalah Bintang Samudra, Dick Bernardi, dan Mario Muhammad yang merupakan mahasiswa jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik UI angkatan 2012. Mereka menuangkan ide tersebut ke dalam sebuah karya ilmiah bertajuk ”Sistem Refrigerasi Vortex Tube untuk Pengawetan Ikan Menggunakan Energi Gelombang Air Laut” di bawah bimbingan Dosen FTUI, Ardiansyah, S.T., M.Eng.

Ikan sebagai produk utama dari hasil tangkapan para nelayan memiliki sifat yang mudah membusuk dibandingkan produk makanan jenis lainnya. Semakin buruk kualitas ikan maka daya dan harga jualnya pun semakin menurun dan menjadi tidak layak konsumsi. Oleh karena itu, pengawetan ikan menjadi proses yang penting dan utama bagi nelayan maupun pedagang ikan. Selama ini, pengawetan ikan dilakukan dengan menggunakan mesin pendingin yang membutuhkan energi listrik yang tidak sedikit. Banyak pula nelayan yang menggunakan batu es sebagai pendingin konvensional yang mudah dilakukan dan relatif murah. Namun, es hanya dapat mempertahankan suhu rendah dalam waktu yang singkat.

Berangkat dari permasalahan tersebut, Bintang dan tim merancang sistem pendingin menggunakan sumber energi gelombang laut sebagai motor
penggerak. "Sistem ini memungkinkan ikan terjaga kesegarannya dalam waktu dua hari. Kelebihan lainnya adalah sistem refrigrasi yang mudah pengaplikasiannya. Biaya pembuatan dan instalasi juga relatif murah. Sistem ini memungkinkan menampung ikan hingga satu ton,”kata Bintang.

Bintang menambahkan potensi gelombang laut di Indonesia sangat besar. Dengan mengaplikasikan sistem ini, energi gelombang laut dapat digunakan
sebagai penggerak kompresor sehingga dapat menghasilkan sistem pendinginan yang bersih dan terbarukan. Vortex tube juga memiliki sistem yang lebih praktis daripada metode pendinginan konvensional.

Lebih lanjut Bintang berharap inovasi ini dapat membantu banyak nelayan di Indonesia serta dapat diaplikasikan bagi masyarakat pesisir yang dalam kesehariannya membutuhkan teknologi pendinginan. Sosialisasi perlu dilakukan oleh pemerintah kepada masyarakat di sekitar pesisir pantai untuk mempermudah penerapan teknologi ini dalam proses pendinginan ikan.

Karya tersebut berhasil dipresentasikan dan mengantarkan tim ini meraih juara pertama dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah Tingkat Nasional Green Scientific Competition (LKTIN GSC) yang diselenggarakan oleh Engineering Research Club (EnerRC) Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang. LKTIN GSC diikuti oleh 252 tim dari 80 universitas di Indonesia. (PR)


Penulis : Patricia Aurelia

Berita Scholae Terbaru