JAKARTA - “Melihat dunia” adalah salah satu dari banyak alasan para pelajar muda ingin belajar di luar negeri, sekaligus meraih kesempatan sekali seumur hidup untuk menambah ide dan wawasan mereka. Dari sudut pandang orang tua, belajar di luar negeri merupakan langkah yang tepat menuju kedewasaan bagi anak-anak mereka, sarana untuk menyiapkan mereka menggali kemampuan hidup mandiri, bertanggung jawab dalam mengatur keuangan, dan bersosialisasi dengan rasa percaya diri.
Berdasarkan survei yang dilakukan oleh HSBC, pilihan untuk institusi pendidikan ditentukan dengan sangat hati-hati, yang mempertimbangkan kualitas pengajaran (86%), reputasi dari institusi (68%), biaya pendidikan (77%), dan biaya hidup sehari-hari (72%). Education New Zealand (ENZ) telah berkomitmen untuk menyediakan sistem pendidikan paling berkualitas selama bertahun-tahun, menawarkan pengalaman belajar yang unik, didukung oleh
pengajar paling berkualitas.
Berdasarkan hasil survei yang dipaparkan Teaching and Learning International Survey (TALIS) dari Organization for Economic Cooperation and Development (OECD), pengajar di New Zealand adalah yang paling terlatih, berpengalaman, dan berkualitas di dunia. Semua bukti tersebut memiliki kontribusi dalam peningkatan jumlah pelajar Indonesia yang memilih New Zealand sebagai pilihan destinasi pendidikannya, dengan jumlah yang besar pada 2014.
Sebagai alumni Universitas Massey di Palmerston North, New Zealand, Cendra Perkasa B.Av ATP. menyadari bahwa dia ingin menjadi pilot. Setelah lulus SMA, dia mulai menyusun daftar sekolah penerbangan terbaik, dan pada 2006, pilihannya membawanya ke Universitas Massey di New Zealand. “Alasan mengapa saya memilih New Zealand adalah karena Universitas Massey merupakan salah satu sekolah terbaik yang menawarkan gelar sarjana sekaligus lisensi terbang Commercial Pilot License.

"Dan saya kaget saat mengetahui bagaimana kompetitifnya jurusan penerbangan ini. Dari sekitar 80 pelamar, hanya 20 pelajar yang diterima. Pilihan untuk sekolah di luar negeri tidaklah mudah bagi saya, terutama saat keluarga saya memiliki ekspektasi tinggi dan kompetisi antar para pelajar di sekolah. Namun, saya masih mampu menikmati hari-hari belajar saya di New Zealand karena lingkungannya yang kondusif, yang membantu saya untuk lebih fokus ketika belajar. Palmerston North adalah kota yang tenang seperti kota pelajar, kebanyakan tempat publik tutup pada pukul 8 malam. Makin sedikit hal-hal yang dapat mendistraksi, maka semakin banyak waktu yang saya gunakan untuk belajar. Walaupun saya tinggal jauh dari keluarga, New Zealand membuat saya merasa seperti di rumah, dan Palmerston North adalah kota yang aman. Sekolah-sekolah di New Zealand terlihat mampu menghargai murid-murid asing. Saya dikelilingi dengan teman-teman yang baik, dan kami mendukung satu sama lain selama masa-masa kuliah kami. Selain itu, saya menjadi pengurus aktif dari Association of Indonesian Students in New Zealand (Persatuan Pelajar Indonesia/PPI) dan terkadang kami mengadakan acara untuk mempromosikan budaya Indonesia di New Zealand,"cerita Cendra kepada pers di Jakarta, Rabu (29/7/2015).
Cendra termasuk angkatan pertama yang lulus pada 2009, bersama dengan tiga murid lainnya. Dia sekarang terbang dengan maskapai penerbangan Garuda Indonesia. Pada 2013, Cendra mendapat tugas baru untuk menerbangkan armada pesawat terbaru dari Garuda Indonesia, Boeing 777. Saat ini Cendra adalah pilot aktif yang menerbangkan B777 di hampir semua rute internasional ke Timur Tengah, Asia, dan Eropa.
“Ketika tinggal di New Zealand, pengetahuan bukanlah satu-satunya hal yang saya terima setelah menyelesaikan kuliah. Para pengajar, yang memiliki metode belajar profesional dan pengetahuan yang berkualitas, mengajarkan saya untuk berpikir secara kritis dan analitis,” kata Cendra.
New Zealand menyediakan institusi paling berkualitas bagi pelajar Indonesia. Melalui ENZ, Pemerintah New Zealand telah berkomitmen untuk menawarkan lingkungan yang mendukung, ramah, dan aman dengan gaya hidup yang menarik kepada seluruh pelajar Indonesia.
Berdasarkan Organization for Economic Cooperation and Development (OECD), pada 2014, New Zealand mendapat peringkat sebagai negara yang menginvestasikan dana paling besar di pendidikan (21 persen dari total anggaran belanja publik), dengan mudah mengalahkan negara lainnya seperti Meksiko, Brazil, Korea Selatan, Swiss and Amerika. Investasi kuat pemerintah di bidang pendidikan telah mendorong lebih tingginya kualitas pendidikan dan kesempatan yang lebih besar kepada para pelajar di New Zealand. Hal ini sejalan dengan angka pelajar Indonesia yang terdaftar di ITP (Institutes of Technology and Polytechnics), PTE (Private Training Establishment), sekolah, dan universitas di New Zealand, yang meningkat setiap tahunnya selama 4 (empat) tahun (2010-2014).
“Komitmen kami terus tumbuh dengan kuat, sejalan dengan permintaan dari pelajar Indonesia dari semua tingkat untuk sekolah ke luar negeri,” ujar ENZ Regional Director of South & South East Asia Region (SSEA Region), Ziena Jalil. Dengan kualitas institusi kami yang diakui secara global tambahnya kami sangat senang untuk menyambut lebih banyak pelajar Indonesia di New Zealand, dan mendukung mereka untuk merasakan pengalaman unik dari metode belajar New Zealand.
Dalam kesempatan tersebut juga diserahkan hadiah bagi Ketiga siswi pemenang kompetisi essay yang di selenggarakan oleh New Zealand. Ketiga pemenang tersebut adalah Klarika Permana Huang, Salma Dhiya, dan Siti Hajar Saskia Putri (Jemima). Ketignya menerima hadiah yang diserahkan oleh Strategic Relation Manager Indonesia Education New Zealand, Karmela Christy dan disaksikan New Zealand Ambassador to Indonesia, H.E. Dr. Trevor Donald Matheson.Jemima terpilih sebagai pemenang pertama pada kompetisi ini, karena tulisannya yang jenaka dan inspiratif, mengenai bagaimana New Zealand mampu mendukung para siswanya untuk berpikir secara kritis dan inovatif
Education New Zealand (ENZ) merupakan lembaga pemerintah Selandia Baru di sektor pendidikan internasional. ENZ bertugas untuk meningkatkan kesadaran publik dalam menempatkan Selandia Baru sebagai negara tujuan pelajar, serta untuk mendukung dan memperkenalkan produk dan layanan para penyelenggara pendidikan dan bisnis Selandia Baru di luar negeri.
Penulis : Patricia Aurelia