Selasa, 27 Januari 2026

Enam Bulan Dosen Unipa Mengajar di Kampus ITB dan IPB


 Enam Bulan Dosen Unipa Mengajar di Kampus ITB dan IPB Wakil Rektor Bidang Akademik, Gregorius Geri Gobang (Foto: www.nusatimes.com)
MAUMERE - Setelah mengikuti seleksi perekrutan yang panjang dan dinyatkaan lulus memenuhi kriteria dan persyaratan-persyaratan, sebanyak tiga dosen Universitas Nusa Nipa Maumere (Unipa), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) akan mengikuti program magang mengajar yang diselenggarakan oleh Kementrian Pendidikan Tinggi dan Riset Teknologi. Dua dosen Unipa Maumere akan mengajar Selama enam bulan sebagai dosen di kampus Insitut Teknolgi Bandung dan satu dosen akan mengajar di Kampus Institut Pertanian Bogor (IPB). Program ini dimulai pada awal september 2015 sampai frebuari 2016.

Pernyataan ini disampaikan, Wakil Rektor Bidang Akademik, Gregorius Geri Gobang, saat diwawancarai Nusatimes di ruangan Biro Akademik (14/9) ketika selesai membuka kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB).

Program magang mengajar di kampus ITB dan IPB merupakan program hibah mengajar yang dilaksanakan oleh Kementrian Pendidikan Tinggi dan Riset Teknologi. Dua dosen yang mengajar di ITB adalah Novi Rosadi dan Petrus Wollo Dosen Program Studi Teknik Informatika dan Ibu maria, dosen Program Studi manajemen Sumber daya Perairan mengajar di IPB.

“Untuk menjadi dosen magang di ITB, tiga dosen Unipa Mamere harus mengikuti tes seleksi yang diiukuti sebanyak 3000 peserta dari seluruh Universitas Negeri maupun Universitas Swasta yang berada di seluruh Indonesia, “ ujar Geri.

Lanjutnya, dari sekian banyak dosen yang mengikuti seleksi, ketiga dosen Unipa Maumere dinyatakan telah memenuhi kriteria-kriteria dan persyaratan-persyaratan menjadi dosen magang di ITB dan IPB adalah program magang dosen yang pertama kali dilakukan oleh Kementrian Pendidikan Tinggi dan Riset Teknologi.

Lebih lanjut, calon Doktor Komunikasi, mengatakan, program magang dosen ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dosen. Dosen setelah memiliki (Nomor Induk Dosen Nasional) NIDN secara independen harus mengembangkan dirinya. Selain itu dosen juga harus mencapai capaian seperti jabaan akademik. Ini yang menjadi program pemerintah untuk meningkatkan kapasitas dosen di seluruh indonesia.

“Kompetisi ini sangat terbuka. Ini hibah kompetisi yang diperlombakan. Banyka pihak yangmerebut. Unipa Maumere harus berbangga. Bagi kami ini adalah suatu kebanggaan dan sekaligus cambuk bagi teman-teman dosen lain yang belum mendapat kesempatan, “ungkap Mantan Dekan Fakultas Ilmu Sosial.

Selain Program hibah dari pemerintah pusat, dosen Unipa Maumere juga berhasil lolos seleksi beasisswa dari pemerintah Australia melalui AUSAID yakni, Yoseph Parera, program studi Arsitek, Sandy Yansiku, Program Studi Teknik Sipil, Nur Hadi, Program Studi Teknik Informatika dan Sudarmo dari Program Studi Fisika.

Sumber: http://nusatimes.com
Penulis : Patricia Aurelia

Berita Scholae Terbaru