Selasa, 27 Januari 2026

Mahasiswa UI Unggul di Australia atas Karya Mobil Berenergi Gas Oksigen Bertekanan


 Mahasiswa UI Unggul di Australia atas Karya Mobil Berenergi Gas Oksigen Bertekanan Karya mobil Nayaka 3.0 (Foto: Humas & KIP UI)
DEPOK - Sejumlah mahasiswa Universitas Indonesia (UI) kembali mengharumkan nama Indonesia di kompetisi kancah internasional atas keberhasilannya meraih predikat “Mobil dengan Jarak Terakurat” serta memperoleh Juara 2 dengan karya mobil Nayaka 3.0 yang memiliki keunggulan ramah lingkungan karena menggunakan energi berupa gas oksigen bertekanan. Para mahasiswa UI lintas jurusan tersebut berhasil mengalahkan finalis lainnya dari lima Negara pada ajang Chem-E-Car International Competition – The 16th Asian Pacific Confederation of Chemical Engineering Congress (APCChE 2015) yang telah berlangsung pada 27 September 2015 – 1 Oktober 2015 di Melbourne, Australia.

Demikian dijelaskan Kepala Humas dan KIP UI, Rifelly Dewi Astuti, SE, MM dalam siaran pers yang diterima scholae.co, Jumat (2/9). Para mahasiswa UI tersebut lanjut Felly adalah Farandy Haris – Teknik Kimia 2012 ; Silvia Adinda – Manajemen 2014 ; Uswatun Nur Khazanah – Teknik Kimia 2012 dan Zulfikar Ali Akbar – Teknik Mesin 2012. Mereka merupakan delegasi UI untuk mewakili Indonesia yang bertarung bersama 13 finalis yang berasal dari lima Negara yaitu Indonesia, Malaysia, Australia, Iraq, dan New Zealand.

Salah satu anggota tim Nayaka 3.0, Haris, mengatakan, “Nayaka 3.0 menjadi satu-satunya finalis yang berhasil menempuh jarak tepat 10 meter – yang artinya mobil Nayaka tidak memiliki error atau error 0% dalam menempuh jarak 10 meter dengan membawa beban sebesar 200 ml air.” Lebih lanjut Haris memaparkan rasa kebanggaannya dapat mewakili UI dalam ajang bergengsi ini. Haris dan tim berkomitmen untuk terus mengembangkan prototipe mobil dengan tetap mempertahankan konsep clean and safe to environment agar mampu terus berlaga di ajang nasional maupun internasional.

Mobil Nayaka 3.0 mengusung konsep pressure car dengan menggunakan energi berupa gas oksigen yang ramah lingkungan serta mudah direaksikan. Reaksi utamanya berupa pencampuran hidrogen peroksida dengan kalium permanganat yang menghasilkan oksigen bertekanan sebagai sumber energi penggeraknya. Bahan yang dibutuhkan reaksi banyak tersedia, terjangkau harganya dan mudah didapat. Sebut saja Hidrogen Peroksida yang banyak ditemukan pada kandungan bleaching (pemutih) pada industri kertas.

Selain memanfaatkan energi hasil reaksi, mobil Nayaka 3.0 juga menggunakan mechanical valve dan desain cam yang disesuaikan guna untuk mengatur aliran gas pada pneumatic cylinder sehingga efisiensi lajunya semakin meningkat. Dengan kemampuannya tersebut, mobil Nayaka 3.0 mampu menghasilkan tekanan hingga 10 bar dengan jarak tempuh hingga 30 meter. Dalam pengembangan berikutnya, mobil ini sangat diharapkan bisa terus menghasilkan energi yang ramah lingkungan dalam jumlah yang lebih besar serta efisiensi mekanik yang lebih baik.

Dikatakan Felly, APPChe 2015 merupakan konferensi internasional yang dihadiri oleh sivitas akademika, professional, serta para ahli yang berkecimpung di dunia industri proses dan teknik kimia global. Chem-E-Car sendiri merupakan klub yang bertujuan mendesain dan membuat prototype mobil berukuran kecil (sebesar kotak sepatu) yang digerakkan dari reaksi kimia sehingga dapat membawa beban serta jarak tertentu hingga akhirnya berhenti. Mobil akan dinilai berdasarkan semua aspek mulai dari ketepatan mobil berhenti sesuai target, kreativitas dalam pembuatan mobil, aspek keselamatan dan lingkungan, serta faktor ekonomi.(PR)


Penulis : Patricia Aurelia

Berita Scholae Terbaru