Selasa, 27 Januari 2026

Kerjasama AUT-Unair Bahas Soal Kolaborasi Riset dan Publikasi


 Kerjasama AUT-Unair Bahas Soal Kolaborasi Riset dan Publikasi David Segoh, Ketua International Office and Partnership Unair, Prof. H. Hery Purnobasuki, Drs., M.Si., Ph.D, Ketua Lembaga Penelitian dan Inovasi Unair, saling menyampaikan pelbagai potensi yang bisa digali untuk mengembangkan kedua perguruan tinggi yang bersangkutan. (Foto:unair.ac.id)
SURABAYA- Sivitas Universitas Teknologi Auckland (AUT), Selandia Baru, kembali melakukan penjajakan kerjasama dengan Universitas Airlangga. Lester Finch, Manajer Program Internasional AUT, mengunjungi UNAIR dalam rangka melakukan strategic meeting dengan delegasi UNAIR, Rabu (4/11). Pertemuan ini menindaklanjuti strategic meeting delegasi UNAIR-AUT pada bulan Juni tahun 2015 lalu.

Delegasi UNAIR yang turut dalam strategic meeting adalah David Segoh (Ketua International Office and Partnership Unair), Prof. H. Hery Purnobasuki, Drs., M.Si., Ph.D (Ketua Lembaga Penelitian dan Inovasi UNAIR), Myrtati Dyah Artaria, Dra., M.A., Ph.D (Ketua Pusat Pengembangan Jurnal dan Publikasi Ilmiah), dan Yulis Setiya Dewi (Wakil Dekan III Fakultas Keperawatan UNAIR).

Dalam pertemuan itu, kedua belah pihak saling menyampaikan pelbagai potensi yang bisa digali untuk mengembangkan kedua perguruan tinggi yang bersangkutan. Usai strategic meeting, Prof. Hery ketika ditemui WARTA UNAIR, mengatakan segala aktivitas antara UNAIR-AUT hendaknya bisa dilakukan sesegera mungkin.

“Ke depannya, saya menginginkan hal-hal sederhana bisa dimulai sesegera mungkin, seperti misalnya workshop penulisan ilmiah. Ketika hal-hal sederhana ini sudah bisa kita mulai, maka segera kita eksekusi hal-hal yang lebih besar. Dengan kedatangan beliau (Lester, red) kemari, maka itu bisa kami manfaatkan untuk memberikan workshop,” tutur Prof. Hery.

Selain lokakarya penulisan ilmiah, Prof. Hery mengatakan bahwa kolaborasi riset penelitian, serta pertukaran mahasiswa dan staf akademik juga memungkinkan untuk dilakukan oleh kedua pihak. Melalui kerjasama ini, Prof. Hery menargetkan bahwa kualitas dan kuantitas publikasi ilmiah akan meningkat.

Lester Finch dari AUT berharap dengan adanya kerjasama ini, akan memperbanyak aktivitas akademik dengan perguruan tinggi di Indonesia, khususnya UNAIR.

“Saya pikir strategic meeting tadi cukup berguna mengingat kami berdiskusi hal-hal yang spesifik. Walaupun AUT masih berumur 15 tahun, tetapi kami sudah menduduki peringkat perguruan tinggi 500 top dunia. Kami ingin membantu UNAIR untuk memperbaiki ranking,” tutur Lester.

Lester pun menambahkan bahwa AUT dapat membantu UNAIR dalam hal kolaborasi riset dan penerbitan jurnal internasional.

“AUT dapat membantu UNAIR dalam beberapa hal, misalnya lokakarya, dan kolaborasi riset. Sebab, hal itu bisa membantu penulis agar jurnal ilmiahnya terbit dalam jurnal internasional,” kata Manajer Program Internasional AUT itu.

Terkait penandatanganan nota kesepahaman, Lester masih belum dapat memastikan perihal waktu. Namun, pihak AUT akan kembali ke UNAIR pada awal tahun 2016 untuk kembali berdiskusi soal penjajakan kerjasama.

Sumber: warta.unair.ac.id
Penulis : Patricia Aurelia

Berita Scholae Terbaru