MAUMERE – Sebanyak 14 Sekolah Manengah Kejuruan (SMK) baik swata maupun negeri (SMKN) yang ada di kabupaten Sikka sejak 25 November hingga 30 November 2015 menggelar lomba mata pelajaran.
Lomba tersebut akan diikuti oleh semua SMK yang ada yakni SMKN 1 Maumere, SMKN 2, SMKN 3, SMK Yohanes XXIII, SMK St.Gabriel, SMK St.Thomas, SMK Budi Luhur, SMK Sta.Elisabeth Lela, SMK Bina Maritim, SMKN Talibura, SMK Sta.Mathilda, SMK Tawa Tana Kewapante, SMK Yapernas dan SMK Kasih Bunda.
Kornelis Idi, ketua panitia dalam sambutannya mengatakan, ada beberapa lomba yang diadakan dalam kegiatan lomba tahun ini (2015) yakni, lomba debat Bahasa Indonesia, debat Bahasa Inggris, Matematika, Fisika, Kimia dan Biologi.
Selain itu tambahnya, juga dilaksanakan lomba musik tradisional, tarian tradisional dan pertandingan futsal dengan total siswa – siswi yang terlibat sebanyak 403 orang.
Kornelis mengatakan, dengan adanya lomba maka diharapkan para siswa bisa mempromosikan keberadaan SMK kepada mitra kerja dan masyarakat. Lomba juga sebutnya bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan siswa serta memupuk persaudaraan, menjakin kerjasama dan memupuk sportifitas.
“ Siswa yang meraih prestasi akan diikutsertakan dalam lomba di tingkat propinsi dan nasional. Lomba juga bisa mengeliminir kenakalan remaja atau kegiatan negatif lainnya,“ ungkapnya.
Wakil bupati (Wabup) Sikka, Drs. Paolus Nong Susar saat berbicara di depan peserta dan para guru meminta agar lomba bisa menjadi ajang mengembangkan kretifitas dan menumbuhkan daya saing. Nong Susar pun berharap agar ke depannya perlu diadakan lomba debat dalam bahasa Sikka.

Mengutip pernyataan seorang ahli Bahasa Indonesia, Nong Susar mengatakan, bahasa daerah merupakan pintu tabiat dari suatu daerah. Untuk itu kata wabup Sikka ini, generasi muda hendaknya bangga terhadap bahasa ibu ini dan mengambil makna filosofis dan arti yang terkandung di dalamnya.
“ Bahasa adalah jendela pengetahuan dan etika. Meski bertindak lokal, tapi apa yang dikerjakan hendaknya bisa membiasa secara global,“ pesan wabup Nong Susar.
Dicontohkan Nong Susar, dalam sapaan adat saat penyambutan dirinya di depan pintu masuk, digunakan bahasa adat. Ada ungkapan selamat datang kepada dirinya selaku pemimpin dengan “badan besar”. Jika dicerna secara lurus maka tentu tidak mungkin karena dirinya berbadan kurus.
Mantan anggota DPRD Sikka ini menambahkan, arti terdalam dari ungkapan ini bermakna meski seorang pemimpin berbadan kecil dia harus memiliki kegemukan dalam cara berpikir. Pemimpin tambah Nong Susar, hendaknya harus bisa merangkul dan memimpin rakyatnya untuk mencapai kesejahteraan dan cita – cita bersama.
“ Lomba bisa melatih anak-anak didik untuk menjadi pemimpin di masa depan yang berkualitas, terampil berdaya saing dan berdaya guna.“ ungkapnya.
Disaksikan FloresKita, wakil bupati dijemput di depan pintu masuk SMK Yohanes XXIII dengan sapaan adat, Huler Wair serta pengalungan selendang oleh isteri kepala sekolah SMK Yohanes XXIII, Marselus Moa Ito.
Wabup dan rombongan berjalan menuju aula lokasi lomba di selatan sejauh ±100 meter dengan diringi tarian Pepak dengan pagar betis siswa-siswi SMK Bina Maritim berpakaian pelaut putih – putih yang berbaris sepanjang jalan dengan memberi hormat.
Sebelum lomba juga dilakukan acara mengheningkan cipta untuk mengenang jasa “ pahlawan tanpa tanda jasa “ yang sudah meninggal diiringi lagu Hymne Guru. Upacara ini juga dilakukan untuk memperingati hari guru nasional ke – 70.
Tampak hadir mengikuti acara pembukaan dan lomba debat Bahasa Indonesia di hari pertama ini, para kepala sekolah dan guru serta perwakilan sisswa dari 14 SMK yang mengikuti lomba. Juga ditampilkan nyanyian dan tarian oleh siswa sekolah yang terlibat dalam perlombaan.
Sumber: http://www.floreskita.com