Pembaruan konsep dan ide, bahkan penggagas inovasi-inovasi mutakhir, menjadi kekhasan pengembangan pendidikan di New Zealand. Negara yang menempati rangking ketiga dunia dalam hal inovasi ini, melahirkan penemuan-penemuan baru di bidang tehnologi. Dengan kemajuan ini, kualitas pendidikan New Zealand pun telah diakui dunia dengan terbukti delapan universitasnya termasuk dalam Top 500 universitas versi QS World Rangkings.
Dalam temu pers yang dihadiri puka oleh Duta Besar New Zealand untuk Indonesia, Dr. Trevor Matheson Kamis (3/12), disampaikan bahwa negeri yang paling banyak dipilih warga Asia untuk berguru ini, memiliki konsep pengajaran mandiri, interaktif, dan dinamis sehingga para pelajar termotivasi menciptakan penemuan baru. Hal ini, lanjut Matheson, “Karena New Zealand berkomitmen untuk terus membangun hubungan bilateral dengan negara-negara ASEAN termasuk Indonesia dalam hal pendidikan. Pada tahun ini kami telah berhasil membangun fondasi hubungan yang kuat dengan pihak-pihak terkait termasuk mendorong fasilitas beasiswa untuk pelajar Indonesia,” ungkapnya.
Menurut Marketing and Stretagic Relation Manager of Education New Zealand, Karmela Christy, New Zealand berupaya untuk mengenalkan tentang kualitas dan kredibilitas pendidikan kepada para calon siswa di Indonesia. Misalnya dengan menggelar Pamera yang pernah diadakan pada bulan Maret 2015 lalu. “Kami telah melakukan berbagai aktivitas tidak hanya di Jakarta, tetapi juga di kota-kota besar Indonesia lainnya seperti Surabaya, Medan, semarang, dan Makasar. Kami akan terus memperkuat dan melebarkan sayap program pengenalan ini di tahun 2016,” ungkapnya.
Di tahun 2015, New Zealand berhasil membawa Edo Prayogo untuk merasakan langsung pengalaman magang di New Zealand melalui kompetisi yang dilaksanakan di tingkat Asia Tenggara. Para peserta yang mengikuti kompetisi ini haruslah mahasiswa yang sedang belajar bisnis di tingkat strata satu. Mereka diminta mengumpulkan strategi pemasaran untuk mempromosikan New Zealand sebagai destinasi belajar dari negara masing-masing. Edo adalah salah satu dari lima pemenang yang diumumkan pada 19 juni 2015 yang lalu. Dua bulan kemudian Edo berangkat untuk menikmati pengalamannya di Auckland.
Dikisahkan Edo, yang hadir dalam kegiatan tersebut, selama empat minggu, ia bekerja sama untuk proyek-proyek pemasaran bersama dengan tim pemasaran internasional di kantor internasional Universitas Auckland dan juga tim sekolah bisnis di universitas, termasuk mengikuti jelas studi Maori. Ia juga berkesempatan bertemu dengan Wakil Rektor Stuart McCutcheon dan Deputi Wakil Rektor Jenny Dixon mengenai strategi pemasaran kampus di Indonesia.
Ia bercerita, “Saya merasa sangat beruntung telah memperoleh kesempatan ini. Apalagi ini adalah pengalaman magang pertama yang memberikan banyak pengalaman baru. Saya sangat menikmati lingkungan dan juga suasana kerjanya, selain itu saya senang dan juga belajar bagaimana suatu organiasi bisa melakukan pemasaran internasional,” paparnya.
Education New Zealand juga terus membangun hubungan yang baik dengan para alumni yang pernah menjalani pendidikan di New Zealand serta meminta kesediaan mereka untuk melakukan promosi dengan berbagai pengalaman mereka selama mengenyam pendidikan di sana. Salah satu dari alumni tersebut adalah Olivia Marzuki.
Olivia mendapatkan beasiswa di New Zealand saat ia berusia 18 tahun. Ia lulus pada tahun 2003 dari International Pacific College Jurusan Internasional Studies. Selama belajar di sana, Olivia sangat menyukai berkeliling di New Zealand. Ia juga bekerja paruh waktu di sebuah kafe internet di Parmerston North. Mantan pembawa berita di Metro TV dan Bloomberg TV ini mengakui bahwa belajar di New Zealand telah memberinya pengalaman yang sangat berharga.
“Sistem dan pendekatan pendidikan di New Zealand telah membuat saya lebih siap dalam membangun karir. Saya tidak hanya diajarkan teori melainkan juga contoh langsung dan juga pembelajaran bagaiaman menjadi bagian dari komunitas global karena New Zealand adalah negara yang multikultural dan sangat menghargai perbedaan,” ungkap Olivia.
Di tahun 2015, terdapat peningkatan yang positif dari segi jumlah siswa yang memilih New Zealand sebagai tempat belajarnya. Terdapat 408 murid baru selama Januari-Agustus 2015, naik 9% dari periode yang sama di tahun sebelumnya.
Penulis : Maria L. Martens