Loading
Suasana konferensi pers para alumni (Foto: Dok: AFS)
JAKARTA - AFS Intercultural Programs adalah pelopor program pemahaman antarbudaya melalui pertukaran pelajar yang tahun ini genap berusia 60 tahun di Indonesia. Program AFS di Indonesia selama 31 tahun terakhir diselenggarakan oleh Yayasan Bina Antarbudaya. “Bangsa yang maju adalah bangsa yang memiliki kecerdasan budaya. Mencapai bangsa yang cerdas budaya dapat dimulai lewat pendidikan dan pengalaman antar budaya di kalangan generasi muda, yang merupakan generasi harapan bangsa,” jelas Taufiq Ismail, Pendiri dan Ketua Dewan Pembina Yayasan Bina Antarbudaya pada konferensi pers peringatan 60 Tahun Program Pertukaran Pelajar AFS Intercultural Programs di Indonesia dan 31 Tahun Yayasan Bina Antarbudaya yang mengambil tema “Connect, Create, Contribute, Change”, yang diselenggarakan di Hotel JS Luwansa Jakarta, Selasa 9 Februari 2016.
Asmir Agoes, Ketua Dewan Pengurus Yayasan Bina Antarbudaya menjelaskan bahwa masyarakat di seluruh dunia saat ini bertransformasi menjadi masyarakat global. Semakin terintegrasinya dunia saat ini menuntut masyarakat Indonesia untuk mampu secara cepat dan tepat beradaptasi dengan beragam latar belakang budaya - dengan kata lain, memiliki kecerdasan budaya. Sebagai contoh, Indonesia tengah menghadapi era Masyarakat Ekonomi ASEAN, dimana kesempatan untuk bekerja antar budaya dan antar negara semakin terbuka lebar. Bahkan, dalam era Agenda Pembangunan Berkelanjutan Global paska 2015, banyak isu pembangunan yang sangat relevan dengan pemuda, sehingga menempatkan pemuda di garis depan.
“Pemuda tidak lagi dilihat sebagai ‘masa depan’, namun sebagai agen perubahan masa kini yang terlibat aktif dalam pembangunan yang berkelanjutan. Untuk itu, peningkatan mutu dan kualitas pemuda Indonesia tidak dapat ditunda lagi. Yayasan Bina Antarbudaya melalui program AFS Intercultural Programs di Indonesia berkomitmen untuk membangun pemuda Indonesia untuk mewujudkan generasi yang cerdas budaya,” urainya dalam jumpa pers belum lama berlangsung.
Program AFS memberi kesempatan kepada siswa SMA di Indonesia untuk mengembangkan ilmu pengetahuan, pengalaman global dan keterampilan sebagai calon pemimpin masa depan. “Program pertukaran pelajar merupakan core program kegiatan kami sebagai bentuk komitmen untuk membangun generasi muda Indonesia yang lebih baik,” jelas Nina Nasution, Direktur Eksekutif Yayasan Bina Antarbudaya.
“Melalui berbagai program tersebut, kami berusaha meningkatkan kemampuan intelektual, mengembangkan karakter, moral, daya kepemimpinan yang baik dan tentunya rasa nasionalisme yang tinggi sebagai bekal membangun bangsa di masa depan. Harapannya, generasi muda dapat lebih siap untuk menghadapi setiap tantangan di masa mendatang, serta mampu memberikan kontribusi nyata lewat berbagai perubahan positif di masyarakat,” lanjut Nina.
Program Yayasan Bina Antarbudaya sendiri terdiri dari Sending dan Hosting, yang mana program Sending merupakan kegiatan mengirimkan pelajar Indonesia ke sekitar 60 negara mitra AFS di dunia. Kegiatan Sending meliputi AFS Year Program, yang merupakan program pertukaran pelajar selama satu tahun, dimana siswa antar budaya AFS akan tinggal dengan keluarga angkat di negara tujuan; Kennedy Lugar Youth Exchange and Study (YES) yang memberikan beasiswa penuh yang diberikan oleh U.S. Department of State kepada siswa SMA atau sederajat; dan Short Program, yang merupakan program jangka pendek AFS dimana siswa memiliki kesempatan untuk belajar tema-tema khusus secara intensif, seperti Intensive Language Program, Environmental Studies, Cultural Program, Sports Program, Music and Art Program, Intercultural Learning. Selain itu, program Hosting menjadi kesempatan bagi siswa asing tinggal dan belajar di Indonesia, dengan harapan terjalinnya pemahaman antarbudaya yang lebih baik.
Merayakan 60 tahun program pertukaran pelajar AFS di Indonesia dan 31 tahun berdirinya Yayasan Bina Antarbudaya, serangkaian kegiatan kampanye akan dilakukan selama satu tahun ke depan dengan melibatkan para alumni, host family dan relawan, baik yang berada di Indonesia maupun di luar negeri. “Kami berkomitmen untuk menyiapkan generasi muda yang dapat memberikan kontribusi positif bagi negeri, sehingga rangkaian kegiatan kampanye selebrasi tahun ini akan difokuskan kepada kegiatan sosial dan edukasi ke sekolah-sekolah di seluruh 20 chapters kami yang tersebar di seluruh Indonesia,” jelas Maureen Simatupang, Ketua Panitia 60-31.
Selama 60 tahun kegiatan AFS di Indonesia, saat ini sudah ada sekitar 3.000 orang alumni AFS yang tersebar di berbagai kota. Sejumlah alumni di antaranya adalah mereka yang telah menjadi tokoh masyarakat, seperti Taufiq Ismail, Tanri Abeng, Tri Mumpuni, Imam Prasodjo, Mario Teguh, Anies Baswedan, Najwa Shihab, Valerina Daniel, Indra Herlambang dan Uli Herdinasyah, serta ribuan alumni lainnya yang berkiprah di bidangnya masing-masing.