Selasa, 27 Januari 2026

Dhaniswara Targetkan UKI Menjadi Kampus Berkelas Dunia


 Dhaniswara Targetkan UKI Menjadi Kampus Berkelas Dunia Dr Dhaniswara Kwartantijono Harjono SH MH MBA dilantik menjadi Rektor UKI masa bakti 2018-2022 di Jakarta, Rabu (14/2/2018).
JAKARTA, ARAHKITA.COM - Univeritas Kristen Indonesia (UKI) berencana untuk menjadi kampus berkelas dunia dengan terus meningkatkan mutu pendidikannya, seperti perbaikan kapasitas dosen, pembangunan perpustakaan, dan laboratorium penelitian di berbagai bidang. 

Perbaikan mutu didik itu diharapkan dapat membuat UKI masuk daftar 300 besar universitas berkelas dunia (world class university). 

"Saya mendapatkan mandat sebagai rektor selama 4 tahun dari 2018 - 2022, mimpinya saya UKI akan dikenal di kawasan internasional," kata kata Rektor UKI, Dr Dhaniswara K. Harjono, kepada Antara, usai melakukan serah terima jabatan baru di Jakarta, Rabu (14/2/2018).

Ia turut menambahkan, titel internasional tidak mustahil untuk didapatkan. 

Menurutnya, semua niat dapat diwujudkan, karena perguruan tinggi swasta nasional yang saat ini sudah masuk di pentas internasional, awalnya juga berjalan terseok-seok. 

"Dengan niat baik, tulus dan iklas, saya berusaha mewujudkan mimpi itu," katanya menegaskan. 

Ia juga mengatakan, saat ini jumlah alumni UKI sudah mencapai lebih dari 50 ribu orang, dan dari alumni itu sudah banyak yang beprestasi. 

"Saya melihat banyak alumni UKI jadi jenderal, menteri, gubernur, dan pejabat tinggi lainnya. Artinya, di luar kita dapat bersaing dengan alumni lain termasuk juga dari perguruan tinggi negeri," tambahnya. 

Dhaniswara yakin dan percaya, keinginan jadi universitas unggulan pasti bisa tercapai. UKI harus ada perubahan besar, mulai dari sikap dan mental.
Alumni dari fakultas kedokteran, katanya, juga cukup membanggakan, karena saat ini ada 17 orang dokter menduduki jabatan penting sebagai direktur di rumah sakit pemerintah. Bukan tidak mungkin, Dhaniswara menambahkan, nantinya alumni UKI ada yang bisa jadi Presiden, katanya dengan nada bergurau. 

"Oleh karenanya, kerjasama alumni dan civitas akademika harus terus dijalin. Saya datang akan melayani semua pihak dengan standar dan mutu tinggi, bukan mau dilayani," katanya. 

Menurut Dr Dhaniswara, tugas utama dari universitas adalah jalankan tri dharma perguruan tinggi dan menciptakan alumni unggulan. Disebutkan Dr Dhaniswara, alumni UKI kini jumlahnya mencapai sekitar 50.000 orang dan tidak ada lawannya dibanding universitas swasta lainnya dari segi kualitas.

"Jadi universitas unggul dapat tercapai dengan didukung oleh kualitas mahasiswanya, kualitas lembaga, kualitas dan kuantitas Sumber Daya Manusia (SDM), serta kualitas penelitian. Kalau fokus pada empat hal itu, UKI akan menjadi universitas yang diinginkan," kata Dr Dhaniswara.

Dr Dhaniswara juga mengklaim sudah tidak ada lagi waktu bagi dirinya untuk menunggu dan belajar, melainkan harus 'meluncur dan bangkit' membawa UKI menjadi universitas unggulan. Apalagi setelah enam bulan belakangan, dirinya sempat mengemban tanggung jawab sebagai Wakil Rektor UKI.

"Tag line utama saya adalah, UKI hebat. Saya yakin, kalau bekerja dengan hati ikhlas, tulus, akan meraih prestasi baik. Niatkan apa yang dikerjakan sebagai ibadah pada Tuhan agar berbuah manis. Bangkitkan kampus tercinta jadi kampus uggul, cetak anak berkualitas dan jaya selama lamanya. Saya janji lakukan amanah sebaik-baiknya dengan kemampuan saya," terang Dr Dhaniswara.

Pelantikan yang diselenggarakan di Auditorium Grha William Soeryadjaya, Fakultas Kedokteran UKI, Cawang, dihadiri sejumlah pejabat seperti dari Kodam jaya, DPR dan ketua alumni UKI Saor Siagian, yang saat ini menjabat sebagai pengacara KPK.

Hadir pula dalam pelantikan jajaran pembina, pengawas dan pengurus yayasan UKI, para mantan Rektor UKI, Rektor dan perwakilan perguruan tinggi di Indonesia, perwakilan gereja, para guru besar, para tokoh alumni yang berhimpun dalam UKI, para mahasiswa dan para undangan lainnya.

Penulis : Patricia Aurelia

Berita Scholae Terbaru