Selasa, 27 Januari 2026

779 Peneliti Perempuan LIPI Terlibat Transformasi Iptek


 779 Peneliti Perempuan LIPI Terlibat Transformasi Iptek Ilustrasi: Logo LIPI. (Istimewa)
JAKARTA, ARAHKITA.COM - Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati LIPI Enny Sudarmonowati mengatakan 779 peneliti perempuan dari total 1.750 peneliti LIPI didorong terlibat aktif dalam transformasi ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) Tanah Air dan dunia.

"LIPI memaknai Hari Perempuan Internasional ini dengan menunjukkan peran perempuan periset Indonesia sebagai pendorong agen perubahan. Pengalaman LIPI selama ini, dengan mendorong perempuan-perempuan di daerah lebih berdaya guna ternyata lebih mudah mempengaruhi pihak lainnya," kata Enny dalam Diskusi Publik Peringatan Hari Perempuan Internasional 2018 "Perempuan dalam Transformasi Iptek" di Media Center LIPI, Jakarta, Kamis (8/3/2018).

Dari total 1.750 peneliti yang dimiliki LIPI, menurut dia, jumlah 779 peneliti perempuan sudah cukup baik, mengingat pihaknya memang mendorong lebih banyak perempuan untuk mau menjadi peneliti. Tidak hanya itu, pihaknya juga terus mendorong mereka menghasilkan publikasi-publikasi Internasional, termasuk menambah koleksi paten.

"Karena kebetulan ketertarikan perempuan di bidang tertentu, misalnya di 'life sciences', justru banyak dibandingkan laki-laki. Dan kebetulan juga memang perempuan peneliti mendominasi di bidang tertentu," lanjutnya.

Ia mendorong perempuan-perempuan muda Indonesia untuk mau menjadi peneliti. "Memang seleksinya tidak gampang untuk masuk LIPI, karena saat kita batasi persyaratan IPK 3 ternyata yang mendaftar banyak yang lebih tinggi dari itu, bisa sampai IPK 3,5 jadi seleksinya secara otomatis menjadi semakin ketat".

Peneliti perempuan berprestasi Peneliti Pusat Penelitian Kimia LIPI Siti Nurul Aisyiyah Jenie yang juga penerima L'OREAL - UNESCO For Women in Science National Fellowship Awards 2017 kategori Material Sciences mengatakan ingin terus mengembangkan salah satu hasil risetnya yang digunakan deteksi kanker dengan silika alam Indonesia.

Dirinya terus menyempurnakan hasil penelitian ini hingga harapannya dapat menghasilkan produk deteksi kanker dalam bentuk menyerupai "test pack" sehingga semakin mudah dimanfaatkan masyarakat.

Secara umum, menurut dia, peneliti perempuan di LIPI semua kompeten sehingga persaingan di antara mereka pun kemudian menjadi ketat. Ini kemudian membuat mereka terus ingin meningkatkan kemampuan riset mereka untuk menghasilkan publikasi, penemuan dan paten.

"Harapannya selalu segera menghasilkan produk penelitian yang bisa dimanfaatkan," ujar dia seperti dikutip Antara.

Peneliti Pusat Penelitian Fisika LIPI Yuliati Herbani yang juga penerima L'OR AL - UNESCO For Women in Science National Fellowship Awards 2017 kategori Engineering Sciences telah menghasilkan terapi kanker dari kunyit.

Yulianti mengatakan peran perempuan peneliti saat ini sudah baik dibandingkan dengan sebelumnya. "Apresiasi pemerintah dan masyarakat Indonesia maupun dunia bagi perempuan peneliti semakin lama semakin meningkat, khususnya ketersediaan porsi-porsi khusus dalam hal pendanaan riset dan beasiswa".

Menurut dia, apresiasi terhadap peneliti perempuan dirasakan pula berdampak pada perubahan iklim kerja peneliti, dimana peneliti perempuan diberi ruang dan kesempatan seluas-luasnya untuk menjadi pemimpin dalam suatu kegiatan riset.

Hal ini cukup memotivasi bagi perempuan peneliti yang sudah ada untuk terus berkarya mengimbangi dominasi kaum pria. Selain itu, juga mendorong kaum perempuan pada umumnya untuk bercita-cita menjadi peneliti.
Penulis : Patricia Aurelia

Berita Scholae Terbaru