Selasa, 27 Januari 2026

KPPPA: Hingga Februari 2018, Ada 4.548 Sekolah Ramah Anak


 KPPPA: Hingga Februari 2018, Ada 4.548 Sekolah Ramah Anak Ilustrasi: Sekolah ramah anak bebas kekerasan (educenter.id)
JAKARTA, SCHOLAE.CO - Asisten Deputi Pemenuhan Hak Anak Atas Pendidikan, Kreativitas dan Budaya Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Elvi Hendrani mengatakan hingga akhir Februari 2018 telah ada 4.548 Sekolah Ramah Anak di 164 kabupaten/kota di 31 provinsi.

"Sekolah Ramah Anak dibentuk berdasarkan kemauan sekolah, jadi bukan ditunjuk, Mereka berkomitmen kemudian mengajukan kepada pemerintah daerah," kata Elvi dalam jumpa pers yang diadakan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) di Jakarta, Senin (19/3/2018).

Elvi mengatakan jumlah seluruh sekolah di Indonesia mencapai 550 ribu. Karena itu, masih banyak sekolah yang belum menyatakan diri sebagai Sekolah Ramah Anak.

Namun, Elvi meyakinkan bahwa tidak ada kasus kekerasan yang terjadi di sekolah-sekolah yang telah menyatakan diri sebagai Sekolah Ramah Anak.

Bila ada kasus kekerasan yang terjadi, tetapi pihak sekolah menyatakan diri sebagai Sekolah Ramah Anak, Elvi mengatakan sekolah tersebut belum mendapatkan pengakuan dari pemerintah daerah dan dilaporkan ke Kementerian.

"Masih ada tiga provinsi yang belum memiliki Sekolah Ramah Anak, yaitu Gorontalo, Jambi dan Kalimantan Utara," tuturnya.

Elvi sebagaimana dikutip dari Antara mengatakan Sekolah Ramah Anak dicapai melalui pemenuhan enam komponen. Pertama, komitmen dan kebijakan sekolah untuk melaksanakan Sekolah Ramah Anak. Kedua, pelatihan Konvensi Hak Anak untuk guru dan tenaga kependidikan.

Komponen ketiga adalah proses pembelajaran yang menyenangkan dengan inovasi dari sekolah, belajar di luar kelas dan penggunaan disiplin positif.

Disiplin yang positif adalah pemberian hukuman yang mendidik tanpa kekerasan dan merendahkan martabat anak.

Komponen keempat adalah menjaga sarana prasarana sekolah agar ramah anak, tidak membahayakan anak. Kelima, terdapat partisipasi anak dengan melibatkan dan mendengarkan suara anak.

Keenam, terdapat partisipasi orang tua, lembaga masyarakat dunia usaha dan alumni.

Sekolah Ramah Anak merupakan salah satu indikator Kota Layak Anak. Di Sekolah Ramah Anak, warga sekolah harus nyaman. Tidak boleh ada yang merasa tidak nyaman, termasuk orang tua.

"Slogan Sekolah Ramah Anak adalah 'Anak Senang, Guru Tenang, Orang Tua Bahagia'," ujarnya. 
Penulis : Patricia Aurelia

Berita Scholae Terbaru