JAKARTA, SCHOLAE.CO - Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti), Kementerian Perindustrian (Kemenperin) bekerjasama dengan pemerintah Swiss untuk mengembangkan pendidikan vokasi dan pelatihan melalui program Skill for Competitiveness (S4C) yang bertujuan untuk mengaitkan proses belajar mengajar sekolah dan bisnis di politeknik.
"Kerja sama ini dilakukan di beberapa politeknik di bidang logam, metal, mebel, dan makanan," ujar Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir di Jakarta, Selasa (20/3/2018).
Dia menjelaskan program tersebut mengadopsi konsep Dual Vocational Education and Training (D-VET) system yang selama ini telah diterapkan Swiss.
Kerjasama ini diharapkan dapat menjawab kebutuhan industri terhadap tenaga kerja yang terampil dan meminimalisir kesenjangan keterampilan. Nasir menilai program tersebut merupakan terobosan yang sangat bagus dalam mendukung program revitalisasi politeknik. Revitalisasi politeknik dilakukan agar lulusan politeknik memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri saat ini.
Revitalisasi dilakukan dengan perubahan kurikukulum menyesuaikan kebutuhan industri, retooling dan retraining dosen politeknik." Untuk itu kerjasama dengan industri sangat dibutuhkan untuk mendorong lulusan politeknik menjadi profesional di dunia industri. Nasir berharap industri dapat membantu proses pembelajaran di politeknik dan juga ketersediaan dosen.
Nasir seperti dikutip di Antara menjelaskan selama ini, dosen lebih banyak berasal dai akademik. Ke depan, pihaknya ingin agar dosen politeknik sebanyak 50 persen dan 50 persen dari akademik.
Duta Besar Swiss untuk Indonesia, Yvonne Baumann, mengatakan melalui program ini, Swiss mendukung upaya Indonesia untuk meningkatkan keterampilan profesional untuk mengurangi tingkat pengangguran sehingga dapat meningkatkan perekonomian Indonesia.
Penulis : Patricia Aurelia