JAKARTA, SCHOLAE.CO - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan praktik penguatan pendidikan karakter yang dilakukan sanggar seni dan sekolah perlu terus dijalankan.
"Penguatan karakter melalui sanggar seni harus terus dijalankan. Apa yang dilakukan sekolah dan Sanggar Seni Hidayat ini merupakan wujud konkret praktik baik pelestarian budaya dan kearifan lokal yang melibatkan sekolah dan masyarakat. Ini sejalan dengan program pemerintah untuk menguatkan karakter siswa," ujar Mendikbud di Jakarta, Jumat (20/4/2018).
Sebelumnya, Mendikbud mengunjungi keluarga para korban meninggal akibat ambruknya tembok di pinggir tempat latihan di Sanggar Hidayat. Mendikbud mengunjungi kediaman almarhum dalang Suherman (48), pemilik sanggar seni Hidayat, Desa Gegesik Wetan, Arjawinangun, Cirebon.
Dalam kesempatan itu, Menteri Muhadjir yang didampingi Sekjen Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) Didik Suhardi dan Direktur Pembinaan SMP Dikdasmen Kemdikbud Supriano juga berziarah ke makam korban meninggal.
Salah satu korban meninggal, Muhammad Az Zikri (14), merupakan dalang cilik berprestasi. Selain itu, Arid (13), anak dalang Suherman juga menjadi salah satu korban meninggal.
Mereka merupakan korban dari ambruknya bangunan tembok di pinggir tempat latihan sanggar Hidayat.
Mendikbud menyerahkan santunan dari Presiden dan akan memberikan bantuan peralatan gamelan kepada sanggar seni Hidayat yang tertimpa tembok sarang walet.
Bantuan peralatan kesenian tradisional juga akan diberikan kepada SMP Negeri 1 dan SMP Negeri 3 Gegesik yang menjadi mitra sanggar seni Hidayat.
"Dari Bapak Presiden akan diberikan peralatan gamelan, baik di sekolah korban maupun di sanggar," ujar Muhadjir sebagaimana dilansir Antara.
Kemdikbud juga akan memberikan beasiswa pada korban Tri Intan Apriyani (13). Siswi kelas VII Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Gegesik ini merupakan salah satu korban selamat yang mengalami luka berat. Rahang dan tulang pahanya patah, dan harus dioperasi.
Mendikbud berjanji untuk memberikan beasiswa bagi korban yang merupakan siswa berprestasi. "Kami akan berikan beasiswa hingga tamat SMP," katanya.
Musibah runtuhnya bangunan bekas sarang burung walet yang menimpa para siswa dan pelatih seni tradisional di Sanggar Hidayat terjadi pada Senin (16/4). Musibah itu menelan tujuh korban jiwa, satu luka berat, dan satu luka ringan.
Penulis : Patricia Aurelia